Gempa Vulkanik Lokon Meningkat, Warga Manado Diminta Jaga Jarak
Berita Hari Ini – 28 September 2026 | Di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, aktivitas vulkanik Gunung Lokon kembali menunjukkan lonjakan gempa, menempatkan kawasan tersebut pada level peringatan Waspada. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lokon melaporkan frekuensi gempa yang meningkat pada akhir September 2026, memicu peringatan bagi masyarakat dan wisatawan di sekitar kawah Tompaluan.
Data Gempa Terbaru
Periode pengamatan tanggal 25 September 2026 mencatat:
- 9 gempa embusan dengan amplitudo 5‑38 mm dan durasi 10‑68 detik.
- 25 gempa vulkanik dangkal amplitudo 2‑7 mm dan durasi 3‑15 detik.
- 8 gempa tektonik jauh amplitudo 2‑40 mm, S‑P tidak terbaca, durasi 19‑131 detik.
Rekor ini menandai peningkatan signifikan dibandingkan kondisi normal yang biasanya diperkirakan 10‑20 kali frekuensi gempa vulkanik dangkal per bulan.
Rekomendasi Keamanan
Armando Manguleh, Ketua Pos PGA Lokon, menegaskan pentingnya mematuhi saran berikut:
- Hindari area radius 1,5 km dari kawah Tompaluan.
- Jika terjadi letusan atau hujan abu, tetap di dalam rumah.
- Untuk kegiatan di luar rumah, gunakan masker dan kacamata pelindung.
Warga yang berada di luar kota disarankan untuk menyiapkan perlindungan tambahan dan mengikuti update dari Badan Geologi ESDM.
Status Lokon dan Perubahan Level
Gunung Lokon sebelumnya dipindahkan dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga) pada 3 September 2025, namun dikembalikan ke Level II pada 25 Oktober 2025. Saat ini, berdasarkan data PGA, aktivitas masih berada pada Level II.
Gempa Flores Menambah Kekhawatiran
Selain Lokon, gempa bumi di Flores pada 15 Agustus 2026 merusak fasilitas di Taman Nasional Kelimutu. Pintu gerbang, kantor seksi, dan beberapa bangunan mengalami kerusakan. Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu, Heru Rudiharto, sedang memantau kondisi dan menyiapkan rencana perbaikan.
Walau kedua kejadian terjadi di wilayah berbeda, keduanya menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap aktivitas seismik di pulau-pulau Jawa dan Sulawesi.
Para ahli menilai bahwa fluktuasi gempa di Lokon masih dalam fase aktivitas vulkanik biasa, namun tetap menuntut kewaspadaan tinggi. Warga Manado dan sekitarnya diingatkan untuk selalu memantau informasi dari Badan Geologi dan mengikuti protokol keselamatan.