Berita Hari Ini – 03 Oktober 2026 | Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Investasi sekaligus Ketua Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), kembali menjadi sorotan publik pada 2 Oktober 2026. Ia mengumumkan dua inisiatif strategis yang menandai langkah besar Indonesia di bidang ekonomi dan ibadah: pembangunan 13 menara Kampung Haji Indonesia (KHI) di Makkah serta rencana pengukuran kontribusi ekonomi syariah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2027.
13 Menara di Makkah: Menyediakan Akomodasi bagi Jemaah Indonesia
Dengan membeli tanah seluas hampir 5,4 hektare dan 1.461 kamar hotel, Danantara – badan pengelola investasi yang dipimpin Roeslani – memulai konstruksi 13 menara yang akan terletak sekitar 1,5 kilometer dari Masjidil Haram. Pembangunan ini diharapkan selesai pada 2029, menandai pencapaian panjang 30–35 tahun usaha Indonesia untuk memiliki kampung haji di Tanah Suci. Roeslani menegaskan bahwa kepemilikan tanah tersebut bersifat hak milik, bukan sewa, setelah pemerintah Arab Saudi mengubah peraturan agar institusi asing dapat memiliki properti di Makkah dan Madinah.
Menara ini tidak hanya akan menjadi sarana akomodasi bagi 2 juta jemaah umrah dan 220.000 haji setiap tahun, tetapi juga menjadi simbol kemajuan infrastruktur pelayanan bagi umat Muslim Indonesia. Roeslani menyatakan, “Kita ingin menyediakan tempat tinggal yang nyaman bagi para jamaah ketika mereka menunaikan ibadah di Makkah.”
Ekonomi Syariah: Mengukur Dampaknya pada PDB Nasional
Roeslani juga mengumumkan kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memetakan kontribusi ekonomi syariah pada PDB nasional dan daerah mulai 2027. Menurutnya, data tersebut akan menjadi dasar bagi kebijakan fiskal dan pembangunan sektor-sektor strategis seperti keuangan, pariwisata, dan fashion Muslim.
- Pengukuran akan mencakup sektor-sektor utama yang masih tertinggal, seperti wisata syariah dan keuangan syariah.
- Indeks State of the Global Islamic Economy (SGIE) menempatkan Indonesia di posisi tertinggal dibanding negara lain, namun sektor fesyen Muslim berada di posisi teratas.
- Hasil pengukuran diharapkan memberi indikator jelas bagi pemerintah dan pelaku usaha dalam menentukan prioritas pengembangan.
Peran MES dan Koperasi Ekspor Merah Putih
Di Semarang, Roeslani juga menyoroti pelantikan pengurus MES Jawa Tengah periode 2026‑2031. Ia menekankan pentingnya MES sebagai penghubung antara potensi ekonomi daerah dan pasar internasional. Koperasi Ekspor Merah Putih, yang baru diresmikan, menjadi contoh konkret bagaimana koperasi dapat meningkatkan mutu dan pasokan produk lokal.
Menurut Roeslani, semangat koperasi selaras dengan nilai-nilai syariah seperti keadilan dan kebermanfaatan. Ia berharap, dengan dukungan MES, koperasi ini dapat memperluas akses ke pasar global dan meningkatkan kesejahteraan petani serta pelaku UMKM.
Visi Jangka Panjang: Ekonomi Syariah sebagai Pilar Perekonomian Indonesia
Roeslani menegaskan bahwa lebih dari 85 persen penduduk Indonesia adalah Muslim, sehingga ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk memperkuat perekonomian nasional. Ia berharap, melalui pengukuran dan kebijakan yang terstruktur, ekonomi syariah dapat menjadi bagian integral dari aktivitas ekonomi sehari‑hari masyarakat.
Selain itu, Roeslani menekankan pentingnya literasi ekonomi syariah. Ia mengajak akademisi, dunia usaha, dan masyarakat umum untuk memahami dan menerapkan prinsip ekonomi syariah dalam bisnis dan pekerjaan mereka.
Dengan kombinasi inisiatif infrastruktur di Makkah, pengukuran data ekonomi syariah, dan pemberdayaan koperasi, Roeslani menunjukkan komitmen kuat pemerintah Indonesia untuk menempatkan ekonomi syariah di garis depan pembangunan nasional. Langkah-langkah ini tidak hanya akan meningkatkan pelayanan ibadah bagi jutaan jemaah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi Indonesia di panggung global.