Ammar Zoni Minta Maaf Usai Pleidoi Singgung Irish Bella, Haldy Sabri Kritis dan Permintaan Penurunan Talak Dipertanyakan
Berita Hari Ini – 10 April 2026 | Jakarta, 9 April 2026 – Aktor Muhammad Ammar Akbar, yang lebih dikenal dengan nama Ammar Zoni, kembali menjadi sorotan publik setelah nota pembelaan (pleidoi) yang dia serahkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyinggung masa lalu dengan mantan istri, Irish Bella. Pleidoi tersebut, yang semula dimaksudkan sebagai bahan pertimbangan hakim dalam kasus dugaan peredaran narkotika, terungkap ke publik dan memicu reaksi keras dari suami Irish, Haldy Sabri.
Ammar Zoni menyampaikan permintaan maaf secara terbuka usai persidangan. “Saya bikin pleidoi itu tidak ada menyinggung siapa‑siapa. Bahkan saya juga sudah bilang minta maaf kalau ada yang tersinggung,” ujarnya kepada wartawan di luar ruang sidang. Ia menegaskan bahwa isi pleidoi merupakan refleksi perjalanan hidupnya, bukan upaya menyudutkan pihak manapun, termasuk Irish Bella yang kini telah memulai hidup baru bersama Haldy Sabri.
Latar Belakang Kasus Narkoba
Pada awal Maret 2026, Ammar Zoni ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus peredaran narkotika yang diduga terjadi di dalam Lapas Salemba, Jakarta Pusat. Proses persidangan berlangsung berulang kali, dan pada sidang lanjutan tanggal 9 April 2026, Zoni menyerahkan pleidoi yang memuat rangkuman hidupnya sejak dulu, termasuk pernikahan, perceraian, dan masa-masa sulit yang dialaminya setelah dipenjara.
Pleidoi tersebut memuat kalimat yang merujuk pada peristiwa perceraian antara Irish Bella dan Haldy Sabri, khususnya tentang permintaan penurunan talak yang pernah diajukan oleh Haldy. Meskipun Zoni menyatakan bahwa penyebutan itu hanya untuk memberi konteks pada perjalanan pribadinya, banyak pihak menilai bahwa ia mengangkat kembali luka lama yang belum sepenuhnya pulih.
Reaksi Haldy Sabri di Media Sosial
Haldy Sabri, pengusaha sekaligus suami Irish Bella, segera menanggapi lewat unggahan di media sosial. Ia menuduh Ammar Zoni sengaja “menyindir” dan “menyeret nama Irish Bella” ke dalam proses hukum yang sedang dihadapinya. “Seharusnya fokus pada pembelaan diri atas kasus narkoba, bukan mengangkat masalah pribadi yang sudah selesai,” tegas Haldy dalam postingannya.
Haldy menambahkan bahwa permintaan penurunan talak yang pernah diajukan sebelumnya telah ditolak, dan menolak segala bentuk pembicaraan publik yang dapat mempermalukan keluarganya. Ia menutup dengan harapan agar semua pihak dapat menghormati privasi dan tidak memanfaatkan peristiwa hukum untuk kepentingan pribadi.
Ammar Zoni Memperjelas Tujuan Pleidoi
Menanggapi kritik tersebut, Zoni menjelaskan kembali bahwa pleidoi dibuat khusus untuk Majelis Hakim, bukan untuk konsumsi publik. “Pleidoi saya ini juga bukan serta merta untuk konsumsi publik sebenarnya, dalam artian ini untuk Majelis Hakim. Cuma pada dasarnya karena saya public figure, mungkin jadinya ke mana‑mana beritanya,” katanya.
Ia menegaskan tidak ada niat menyinggung Irish Bella maupun keluarganya. “Yang saya bicarakan itu sesuai dengan apa yang terjadi waktu itu. Kan saya sudah bicarakan dari awal kalau perjalanan hidup saya,” ujar Zoni. Ia juga menambahkan, bila ada pihak yang merasa tersinggung, ia siap mengucapkan permintaan maaf secara tulus.
Proses Hukum Lanjutan
Jaksa tetap menolak pleidoi tersebut dan menuntut hukuman maksimal 9 tahun penjara untuk Ammar Zoni, mengingat bukti-bukti yang mengaitkan dirinya dengan peredaran narkotika di dalam penjara. Sidang berikutnya dijadwalkan pada pertengahan Mei 2026, dengan fokus utama pada pembuktian materiil, bukan pada aspek pribadi yang diangkat dalam pleidoi.
Para pengamat hukum menilai bahwa meskipun pleidoi dapat mencakup latar belakang terdakwa, penyebutan nama orang lain yang tidak terlibat dalam kasus dapat menimbulkan potensi pencemaran nama baik. Oleh karena itu, mereka menyarankan agar advokat lebih berhati‑hati dalam menyusun dokumen pembelaan, terutama ketika dokumen tersebut berpotensi bocor ke publik.
Kesimpulan
Kasus Ammar Zoni menunjukkan betapa sensitifnya hubungan antara urusan pribadi dan publik dalam dunia selebriti. Permintaan maaf yang disampaikan Zoni mencerminkan kesadaran akan tanggung jawab sosialnya sebagai figur publik, sementara kritik Haldy Sabri menegaskan pentingnya menghormati privasi keluarga yang telah melewati proses perceraian. Persidangan selanjutnya akan menentukan nasib hukum Zoni, sementara dampak sosial dari pleidoi tersebut masih menjadi perbincangan di kalangan netizen.