Berita Hari Ini – 02 April 2026 | NASA menyiapkan misi bersejarah Artemis II yang dijadwalkan meluncur pada 1 April 2026 dari Kennedy Space Center, Florida. Peluncuran ini menandai kembalinya manusia ke jalur penerbangan menuju Bulan setelah lebih dari lima puluh tahun sejak pendaratan Apollo terakhir.
Jadwal dan Waktu Peluncuran
Roket Space Launch System (SLS) diperkirakan akan mengangkat pesawat Orion pada pukul 12.16 p.m. waktu setempat (ET), yang setara dengan 17.16 wib. Tim teknis NASA telah menyelesaikan serangkaian pemeriksaan akhir, sehingga peluncuran dapat dilaksanakan tepat waktu tanpa penundaan signifikan.
Kru Artemis II
Kru berjumlah empat orang terdiri dari astronot pertama wanita yang akan terbang ke Bulan, astronot pertama keturunan Afrika-Amerika, serta astronot pertama Kanada dalam program NASA. Empat kru tersebut akan menghabiskan sekitar sepuluh hari di luar angkasa, melakukan perjalanan mengelilingi Bulan sebelum kembali ke Bumi.
Tujuan dan Lingkup Misi
Artemis II merupakan penerbangan uji coba berawak pertama dalam program Artemis. Misi ini bertujuan menguji kinerja sistem peluncuran, navigasi, komunikasi, serta kemampuan kehidupan di dalam kapsul Orion selama penerbangan lintas lunar. Selama sepuluh hari, kru akan melakukan manuver mengorbit Bulan, mengumpulkan data ilmiah, dan memvalidasi prosedur keselamatan untuk misi pendaratan berikutnya, yaitu Artemis III yang direncanakan menurunkan manusia kembali ke permukaan Bulan.
Cara Menyaksikan Siaran Langsung
NASA menyediakan siaran livestream resmi melalui situs web mereka serta kanal televisi internasional. Penonton dapat menonton langsung di layar televisi, situs resmi NASA, atau platform streaming yang menyiarkan acara tersebut secara simultan. Siaran akan menampilkan cuplikan pra-peluncuran, hitung mundur, serta komentar ahli dari pusat kontrol di Houston.
Dampak dan Harapan
Keberhasilan Artemis II diharapkan membuka jalan bagi eksplorasi lebih jauh, termasuk misi ke Mars dalam jangka menengah. Pemerintah Amerika Serikat menilai program ini sebagai tonggak penting dalam mempertahankan keunggulan teknologi luar angkasa dan memperkuat kolaborasi internasional, mengingat partisipasi astronot Kanada dalam kru.
Dengan menandai kembali era penerbangan berawak ke Bulan, Artemis II tidak hanya menjadi simbol kebanggaan ilmiah, tetapi juga menginspirasi generasi muda di seluruh dunia untuk mengejar karier di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Bagi penonton di Indonesia, menyesuaikan zona waktu berarti menyaksikan peluncuran pada sore hari, memberikan kesempatan luas bagi publik untuk merasakan momen bersejarah ini secara real time.
Jika semua berjalan lancar, Artemis II akan menutup bab pertama program Artemis dengan sukses, menyiapkan panggung bagi pendaratan manusia kembali ke Bulan dan menegaskan komitmen global terhadap penjelajahan luar angkasa.