Rodtang TKO Pertama dalam 13 Tahun: Takeru Segawa Dominasi di ONE Samurai 1
Berita Hari Ini – 02 Mei 2026 | Tokyo, 29 April 2026 – Pada laga puncak ONE Samurai 1 di Ariake Arena, Jepang, mantan juara tiga divisi K‑1, Takeru Segawa, mengukir sejarah dengan menumpas Rodtang Jitmuangnon via TKO pada ronde kelima. Kemenangan ini menandai Rodtang TKO pertama dalam 13 tahun kariernya, memicu sorotan luas di dunia kickboxing.
Latar Belakang Pertarungan
Rodtang, yang dijuluki “The Iron Man” karena ketangguhan dan rekornya yang hampir tak pernah mengalami kekalahan teknis, memasuki pertarungan melawan Takeru dengan catatan tak terkalahkan selama satu dekade lebih. Sebelumnya, pada ONE 172, Rodtang berhasil mengalahkan Takeru dalam 80 detik, menambah reputasinya sebagai petarung agresif dan tak kenal takut.
Sementara itu, Takeru Segawa, yang mengumumkan rencananya untuk pensiun setelah ONE Samurai 1, memanfaatkan kesempatan ini untuk menutup kariernya dengan cara terbaik. Persiapan intensif dan analisis mendalam terhadap gaya bertarung Rodtang menjadi kunci strategi Takeru.
Detail Kemenangan Takeru Segawa
Pertandingan dimulai dengan serangan cepat dari Rodtang, namun Takeru menunjukkan pertahanan yang solid. Pada ronde kedua, Takeru menjatuhkan Rodtang dua kali, memaksa wasit memberi peringatan. Meskipun Rodtang mencoba bangkit kembali, serangan berulang dari Takeru membuatnya terpaksa mengandalkan stamina yang mulai menipis.
Pada ronde kelima, Takeru melancarkan serangan kombinasi tinggi yang berujung pada dua knockdown tambahan. Wasit akhirnya menghentikan pertarungan, mencatat TKO untuk Takeru. Kemenangan ini tidak hanya mengamankan sabuk interim kelas terbang kickboxing ONE Championship, tetapi juga menandai akhir karier gemilang Takeru Segawa.
Reaksi Rodtang Pasca Kekalahan
Setelah pertarungan berakhir, Rodtang tampak terdiam sejenak sebelum mengangkat tangannya, menandakan rasa hormat kepada lawan. Di konferensi pers pasca acara, Rodtang mengungkapkan perasaan campur aduk. Ia mengakui bahwa kekalahan via TKO pertama dalam 13 tahun adalah pukulan berat, namun menegaskan tekad untuk kembali lebih kuat.
“Saya menghargai Takeru, dia adalah petarung kelas dunia. Kekalahan ini mengajarkan saya banyak hal tentang persiapan dan strategi,” ujar Rodtang. Ia menambahkan bahwa tim pelatihnya sudah melakukan evaluasi menyeluruh dan menyiapkan program latihan baru untuk memperbaiki kelemahan yang terungkap pada laga tersebut.
Implikasi ke Masa Depan
Kemenangan Takeru Segawa membuka peluang besar bagi divisi kelas terbang ONE Championship. Dengan sabuk interim kini berada di tangan Takeru, pertarungan unifikasi dengan juara resmi menjadi agenda utama promotor. Sementara itu, Rodtang diprediksi akan kembali ke ring dalam beberapa bulan ke depan, berpotensi menghadapi petarung lain untuk merebut kembali posisi puncaknya.
Para analis memperkirakan bahwa duel antara Rodtang dan petarung berbakat seperti Superbon Banchamek atau bahkan kembali melawan Takeru (jika ia memutuskan untuk kembali sesaat) akan menjadi magnet penonton. Namun, fokus utama kini beralih pada proses rehabilitasi fisik dan mental Rodtang, mengingat beban psikologis yang muncul setelah mengalami Rodtang TKO pertama.
Dengan sorotan media internasional yang mengalir deras, ONE Championship diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan popularitas kickboxing di pasar Asia, khususnya Jepang dan Thailand.