22 Juli 2026
featured_image

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menunjukkan Potensi Diri Saat Wawancara Kerja

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Korban jiwa meningkat karena antrean panjang BBM di Sumatra, apa penyebabnya yang sebenarnya?

**Antrean Panjang BBM di Sumatra, Korban Jiwa Meningkat: Apa Penyebabnya?** **Momen Penentu di Menit Akhir** Antrean panjang BBM di Sumatra Selatan dan Sumatra Utara telah berlangsung selama sekitar sebulan dan telah memakan korban jiwa. Seorang sopir truk berusia 50 tahun ditemukan meninggal dunia di balik kemudi saat mengantre solar di SPBU Jalan Lintas Timur Palembang–Jambi, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Polisi menyebut korban diduga meninggal akibat kelelahan. **APA YANG TERJADI** Antrean panjang BBM di Sumatra Selatan dan Sumatra Utara telah berlangsung selama sekitar sebulan. Di Palembang, antrean kendaraan telah berlangsung sejak sore hari dan makin mengular hingga malam. Ada kendaraan pribadi, truk, hingga mobil bertonase besar yang ikut antre dan membuat kemacetan terjadi setiap malam. Di SPBU daerah Sekojo, Palembang, antrean panjang juga terjadi, baik mobil pribadi maupun kendaraan bertonase besar. Kemacetan di lokasi ini semakin parah karena ruas jalannya lebih sempit, dan jalur putar balik yang berdekatan dengan SPBU membuat jarak antarkendaraan yang menumpuk di kedua sisi jalan semakin rapat. Kelangkaan solar berdampak besar pada rutinitas Ronaldi (43), sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) rute Padang–Palembang. Perjalanannya membawa penumpang biasanya memakan waktu sekitar 20 jam, dimulai pukul 09.30 WIB dari Padang dan tiba di Palembang sekitar pukul 05.00 WIB keesokan harinya. Namun rutinitas itu kini berubah drastis akibat kelangkaan solar yang menguras waktu dan tenaganya. **MENGAPA & DAMPAK** Sekretaris Jenderal Organisasi Angkutan Darat (Organda), Kurnia Lesani Adnan, menyebut situasi itu sebagai “darurat BBM” bagi sektor transportasi. Kesenjangan antara permintaan dan penyaluran solar bersubsidi disebut-sebut sebagai penyebab antrean BBM. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat antara BPH Migas dan pemerintah Provinsi Sumsel, dari total usulan kuota sekitar 2,8 juta kiloliter (KL), realisasi yang disetujui hanya sekitar 630.000 KL. Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, menduga penyalahgunaan barcode MyPertamina dan praktik sindikat di tingkat distribusi turut memperparah antrean BBM. Pertamina Patra Niaga menegaskan stok solar bersubsidi di Sumsel sebenarnya aman sesuai kuota yang ditetapkan dan menyatakan persoalannya lebih terkait pengawasan distribusi. Dampak antrean panjang BBM sangat luas, tidak hanya mengganggu aktivitas transportasi dan distribusi barang, tetapi juga mengganggu ekonomi daerah. Pengemudi ojek dan taksi daring serta sopir angkutan antarkota mengatakan antrean panjang membuat mereka kehilangan penumpang dan pendapatan. Sopir bus antarkota hingga pedagang pakan ternak mengaku kehilangan waktu kerja dan harus mengeluarkan biaya tambahan akibat sulitnya memperoleh solar. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pengamat kebijakan publik Universitas Sriwijaya (Unsri), M. Husni Thamrin, mengatakan publik butuh bukti, bukan sekadar narasi. “Kalau mafia benar ada, bongkar. Kalau kuota memang tidak realistis, perjuangkan tambahan dengan data. Kalau distribusi bocor, tutup kebocorannya. Yang tidak boleh adalah semua pihak saling lempar tanggung jawab sementara masyarakat tetap antre dan ekonomi daerah terganggu,” katanya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Saat ini, pemerintah dan Pertamina harus bekerja sama untuk menyelesaikan kesenjangan antara permintaan dan penyaluran solar bersubsidi. Dengan demikian, antrean panjang BBM dapat diatasi dan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam memperoleh solar. Selain itu, pengawasan distribusi juga harus diperkuat untuk mencegah penyalahgunaan barcode MyPertamina dan praktik sindikat di tingkat distribusi. Dengan demikian, antrean panjang BBM dapat diatasi dan ekonomi daerah dapat pulih kembali.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c1jy67pe80no?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menunjukkan Potensi Diri Saat Wawancara Kerja

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *