Momen Penentu di Menit Akhir
Galungan, salah satu hari raya utama di Bali, telah tiba. Penjor yang menjadi simbol kebesaran dan keagungan masyarakat Bali telah dibuka. Namun, kapan sih penjor-penjor ini akan dicabut? Menurut kalender Bali, penjor tidak langsung diturunkan usai Hari Raya Kuningan, melainkan tetap dipasang hingga Hari Raya Pegat Wakan atau Buda Kliwon Pahang, yang jatuh 35 hari setelah Galungan.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
1. Menurut kalender Bali, penjor tidak langsung diturunkan usai Hari Raya Kuningan, melainkan tetap dipasang hingga Hari Raya Pegat Wakan atau Buda Kliwon Pahang. 2. Pegat Wakan jatuh 35 hari setelah Galungan dan merupakan hari suci yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian Hari Raya Galungan. 3. Penjor Galungan dicabut pada Hari Raya Pegat Wakan, yang merupakan simbol mengembalikan seluruh unsur alam ke asalnya sekaligus bentuk penghormatan atas berkah yang telah diterima selama rangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Mengapa penjor tidak langsung dicabut usai Hari Raya Kuningan? Menurut tradisi masyarakat Bali, setelah penjor diturunkan, masyarakat akan melakukan ritual pembersihan dan penghormatan atas berkah yang telah diterima selama rangkaian hari raya. Ini menunjukkan bahwa penjor bukan hanya simbol kebesaran, tetapi juga simbol kesadaran akan kehidupan dan kematian. Dampaknya, masyarakat Bali akan lebih sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan menghormati kehidupan. Penjor yang dicabut pada Hari Raya Pegat Wakan juga menandai berakhirnya rangkaian hari raya, tetapi juga menandai awal dari siklus baru kehidupan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dalam tradisi masyarakat Bali, penjor dianggap sebagai simbol kebesaran dan keagungan. Namun, penjor juga menandai awal dari kehidupan dan kematian. Dengan demikian, penjor bukan hanya simbol kebesaran, tetapi juga simbol kesadaran akan kehidupan dan kematian. Dalam Lontar Sundarigama, penjor diartikan sebagai simbol mengembalikan seluruh unsur alam ke asalnya sekaligus bentuk penghormatan atas berkah yang telah diterima selama rangkaian hari raya. Dengan demikian, penjor menjadi simbol kesadaran akan kehidupan dan kematian, serta simbol penghormatan atas berkah yang telah diterima. Dalam kesimpulan, penjor di Bali bukan hanya simbol kebesaran, tetapi juga simbol kesadaran akan kehidupan dan kematian. Dengan demikian, penjor dianggap sebagai simbol kehidupan yang harus dihormati dan diingat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bali.tribunnews.com/bali/601626/kapan-cabut-penjor-setelah-galungan-dan-kuningan-simak-doa-dan-banten-saat-buda-kliwon-pegatwakan, without altering the facts of the original article.