Malang menjadi oase para pecinta lari, fasilitas jogging gratis masih jadi harapan.
Komunitas lari di Malang kian ramai, dengan jumlah pelari yang meningkat dan aktivitas jogging menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, khususnya kalangan anak muda. Namun, di balik perkembangan tersebut, para pegiat lari menilai fasilitas publik yang dapat menunjang aktivitas olahraga belum berkembang secepat minat masyarakat. Hingga kini, pilihan lintasan jogging yang aman, nyaman, dan bisa diakses secara gratis masih sangat terbatas. ### Momen Penentu di Menit Akhir Kondisi itu membuat sebagian komunitas harus menyewa fasilitas olahraga atau memilih berlari di jalan raya yang memiliki risiko lebih tinggi karena harus berbagi ruang dengan kendaraan bermotor. Selain persoalan keselamatan, keterbatasan fasilitas juga dinilai menghambat pertumbuhan ekosistem olahraga lari yang kini semakin diminati masyarakat Kota Malang. Para pelari pun berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan ruang olahraga terbuka berupa lintasan jogging yang mudah diakses sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada fasilitas berbayar maupun jalan umum. Seorang pegiat lari di Kota Malang, Gunawan, mengatakan pilihan tempat berlari dengan lintasan yang representatif masih sangat terbatas. Menurutnya, Stadion Gajayana menjadi fasilitas yang paling layak digunakan, meski penggunaannya harus melalui mekanisme perizinan dan biaya sewa. “Kalau jogging di Kota Malang sebenarnya tidak banyak fasilitas. Yang paling proper itu Stadion Gajayana. Itu pun harus sewa,” katanya, Senin (20/7/2026). Menurut Gunawan, komunitas lari harus mengajukan surat permohonan terlebih dahulu apabila ingin menggunakan lintasan Stadion Gajayana. Biaya sewanya sekitar Rp400.000 dengan waktu penggunaan pukul 05.00 hingga 09.00 WIB. “Kalau kami izin menggunakan Gajayana sekitar Rp400 ribu. Harus bersurat terlebih dahulu. Penggunaannya sekitar pukul 05.00 sampai 09.00 WIB dan itu hanya menyewa lintasannya,” katanya. Ia menambahkan, pada waktu tertentu pelari juga harus berbagi lintasan dengan kegiatan sepak bola yang berlangsung di stadion. Selain Stadion Gajayana, Gunawan menyebut kawasan Universitas Brawijaya (UB), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Lapangan Rampal menjadi alternatif lokasi latihan. Namun, masing-masing memiliki keterbatasan. Menurutnya, kondisi lintasan di Lapangan Rampal kurang ideal karena permukaannya tidak rata sehingga meningkatkan risiko cedera. ### Apa Artinya Ini ke Depan? Keterbatasan fasilitas olahraga lari di Kota Malang dapat menghambat pertumbuhan ekosistem olahraga lari yang semakin diminati masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu menghadirkan ruang olahraga terbuka berupa lintasan jogging yang mudah diakses. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi bergantung pada fasilitas berbayar maupun jalan umum yang memiliki risiko lebih tinggi. ### Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda * Komunitas lari di Malang kian ramai dengan jumlah pelari yang meningkat. * Fasilitas publik yang dapat menunjang aktivitas olahraga belum berkembang secepat minat masyarakat. * Pilihan lintasan jogging yang aman, nyaman, dan bisa diakses secara gratis masih sangat terbatas. ### Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Pemerintah daerah perlu menghadirkan ruang olahraga terbuka berupa lintasan jogging yang mudah diakses. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati kegiatan olahraga lari dengan aman dan nyaman. Selain itu, pemerintah daerah juga perlu meningkatkan fasilitas publik yang dapat menunjang aktivitas olahraga lari. Dengan demikian, komunitas lari di Malang dapat berkembang dengan baik dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/malang/553255/komunitas-lari-di-malang-kian-ramai-fasilitas-jogging-gratis-masih-jadi-harapan, without altering the facts of the original article.