**TNI dan Pantauan Panen Gabah: Pimwil Bulog Sulsel Mengandalkan Bantuan Militer** Pemerintah Sulawesi Selatan mengandalkan TNI untuk memantau panen gabah dan mendistribusikan beras murah kepada masyarakat. Program Gerakan Pangan Murah (GPM) Beras SPHP dan Penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) masih berlangsung hingga tahun ini, dengan stok beras di 30 gudang di 2 provinsi mencapai 850 ribu ton. **Momen Penentu di Menit Akhir** Penegasan otoritas BUMN penyerap dan distributor pangan regional ini, dikemukakan Fahrurozi, pascapanen raya Kodam XIV Hasanuddin di Maros, akhir pekan lalu. Di momen itu, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen Bangun Nawoko, mengkonfirmasi penglibatan sekitar 3.900 bintara pembina desa (babinsa) untuk akses informasi luasan dan lokasi panen di teritorinya. “Tugas babinsa kami sederhana. Bulog tinggal siapin uang dan angkutan untuk beli gabah petani,” ujar jenderal bintang dua itu, Selasa (21/7/2026). Pihaknya mengakui, amat terbantu dengan pengawalan serdadu level kecamatan hingga desa itu. “Tiap kecamatan pangan kita ada group WhatsApp sama Pak Babinsa,” ujarnya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Tepat setahun lalu, 24 Juli 2025, Perum Bulog menggandeng TNI untuk akses informasi serapan panen gabah kering dan mendistribusikan beras murah. Kala itu, seremoni simbolik di Makodam III/Siliwangi itu dihadiri Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Dirut Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan pimpinan Komisi IV DPR RI. Program nasional itu digelar di 15 Kodam, 47 Korem, 351 Kodim, dan 3.698 Koramil di seluruh Indonesia. Program ini melibatkan sekitar 75 ribu bintara desa. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Hingga awal Juli 2026, stok beras di 30 gudang di 2 provinsi sudah mencapai 850 ribu ton. Di backup TNI, kuartal kedua lalu, Perum Bulog Sulselbar ditarget menyerap 579.938 ton dari 3 juta ton setara beras target nasional. Merujuk data Kerangka Sampel Area (KSA) Kementan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2026, produksi padi periode JanuariâAgustus 2026 diperkirakan mencapai 3.553.551 ton gabah kering giling (GKG) dengan luas panen 699.142 hektare. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Program Gerakan Pangan Murah (GPM) Beras SPHP dan Penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) masih terus berlangsung hingga tahun ini. Untuk beras SPHP tersalur melalui kanal distribusi: pengecer dan toko stabilitas di pasar tradisional, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), kios binaan dan GPM kabupaten/kota, kantor BUMN dan instansi pemerintah. Dengan kerjasama TNI, pemerintah Sulawesi Selatan berharap dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam mendistribusikan beras murah kepada masyarakat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/maros/1844830/pimwil-bulog-sulsel-kalau-tak-ada-tni-mana-cukup-kami-pantau-panen-gabah, without altering the facts of the original article.