Desa di kawasan pegunungan Sidrap, Sulawesi Selatan, kini bersiap menjadi destinasi agrowisata baru bagi pecinta durian premium. Lokasinya berjarak sekitar 60 kilometer dari Kota Pangkajene, ibu kota Kabupaten Sidrap, dengan waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan melalui jalur darat.
Momen Penentu di Menit Akhir
Panen perdana durian premium Black Thorn di Desa Lombo dan Desa Bungka Tiga, dua desa di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, merupakan tonggak keberhasilan budidaya durian premium yang telah dikembangkan masyarakat selama beberapa tahun terakhir. Black Thorn merupakan varietas durian asal Malaysia yang dikenal sebagai salah satu durian premium dengan harga jual tinggi.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
1. Varietas durian Black Thorn memiliki ciri khas ujung duri berwarna hitam yang menjadi asal nama Black Thorn atau Duri Hitam. Daging buahnya berwarna kuning keemasan hingga oranye kemerahan dengan tekstur lembut dan creamy. 2. Rasanya memadukan manis legit dengan sedikit sensasi pahit yang menjadi ciri khas durian premium. Pencinta durian menilai kualitas Black Thorn mampu bersaing dengan Musang King yang lebih dulu populer di pasar internasional. 3. Harga Black Thorn dapat mencapai Rp250 ribu hingga lebih dari Rp400 ribu per kilogram, tergantung kualitas dan musim panen.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Keberhasilan panen perdana ini mendapat perhatian langsung Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif. Ia bahkan mencicipi langsung buah Black Thorn hasil panen masyarakat Desa Lombo. Syaharuddin mengaku bangga melihat tanaman yang dahulu dirintis kini mulai memberikan hasil.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Keberhasilan ini merupakan langkah awal bagi Desa Lombo dan Desa Bungka Tiga untuk menjadi destinasi agrowisata baru di Sulawesi Selatan. Masyarakat setempat berharap keberhasilan ini dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya budidaya durian premium.
Bersiap Menjadi Destinasi Agrowisata
Dua desa ini kini bersiap menjadi destinasi agrowisata baru bagi pecinta durian premium. Lokasinya berjarak sekitar 60 kilometer dari Kota Pangkajene, ibu kota Kabupaten Sidrap, dengan waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan melalui jalur darat.
Menjelang Masa Panen Berikutnya
Masyarakat setempat berharap keberhasilan ini dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya budidaya durian premium. Dengan demikian, Desa Lombo dan Desa Bungka Tiga dapat menjadi destinasi agrowisata yang sukses dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Sulawesi Selatan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/sidrap/1844817/dua-desa-jadi-motor-agrowisata-sidrap-kian-mantap-sebagai-kampung-durian, without altering the facts of the original article.