**Distaru Makassar Menggunakan Railing Besi untuk Mengawasi 347 Ribu Bangunan dengan 53 Pengawas** **â¡ APA YANG TERJADI** Dinas Tata Ruang dan Bangunan (Distaru) Kota Makassar telah menghadirkan inovasi Rekayasa Lingkungan Bentang Pesisir (Railing Besi) pada tahun 2026. Inovasi ini merupakan solusi untuk memperkuat pengawasan pemanfaatan ruang di tengah pesatnya pembangunan kota. Program ini menjadi langkah strategis Distaru yang harus mengawasi sekitar 347 ribu bangunan di 153 kelurahan, sementara jumlah tenaga pengawas terbatas. Menurut Kepala Distaru Kota Makassar, Muh Fuad Azis, keterbatasan personel membuat pemerintah membutuhkan sistem pengawasan yang lebih modern, akurat, dan melibatkan berbagai pihak. “Kami tidak mungkin mengawasi seluruh wilayah secara maksimal hanya dengan jumlah pengawas yang ada,” ujar Fuad, Rabu (22/7/2026). Distaru mengembangkan sistem pengendalian tata ruang berbasis digital yang mampu mendeteksi, memantau, hingga memverifikasi indikasi pelanggaran pemanfaatan ruang. Tahap awal, program fokus di kawasan pesisir. Pelaksanaan inovasi dibagi dalam tiga tahapan. Tahap pertama berupa identifikasi seluruh bentang pesisir selama dua bulan. Hingga saat ini, progres pekerjaan mencapai sekitar 75 persen. **⢠MENGAPA & DAMPAK** Mengapa Distaru membutuhkan sistem pengawasan yang lebih modern? Keterbatasan personel adalah salah satu alasannya. Dengan menggunakan Railing Besi, Distaru dapat memantau dan mengawasi area yang luas dengan lebih efektif. Selain itu, sistem ini juga dapat membantu meminimalkan potensi pelanggaran tata ruang yang selama ini masih terjadi di berbagai kawasan. Dampak dari penggunaan Railing Besi adalah meningkatnya efisiensi dan efektifitas dalam pengawasan pemanfaatan ruang. Sistem ini juga dapat membantu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan ruang. Selain itu, Railing Besi juga dapat membantu mencegah terjadinya pelanggaran tata ruang yang dapat merugikan masyarakat. **⣠PENUTUP** Jalan panjang masih harus ditempuh untuk mengembangkan sistem pengawasan tata ruang yang lebih modern dan efektif. Distaru harus terus meningkatkan kemampuan dan kemudahan akses informasi spasial untuk masyarakat dan instansi. Dengan demikian, pengawasan pemanfaatan ruang dapat menjadi lebih efektif dan akurat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/makassarmulia/1844937/hanya-punya-53-pengawas-distaru-makassar-andalkan-inovasi-railing-besi-awasi-347-ribu-bangunan, without altering the facts of the original article.