27 Juli 2026
featured_image

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Seorang ibu di Banjarbaru menyadari anaknya mengalami gangguan karena sering menggunakan gawai sejak usia dua tahun, membuatnya keterlambatan berbicara dan sulit berinteraksi dengan teman.

Seorang ibu di Banjarbaru kaget setelah putranya mengalami gangguan ketergantungan gadget sejak usia dua tahun. Anaknya mengalami keterlambatan berbicara, sulit berinteraksi dengan teman sebaya, serta lebih memilih menghabiskan waktu bersama gadget daripada bermain. Kekhawatiran itu akhirnya membawanya berkonsultasi dengan dokter anak dan hasilnya menunjukkan bahwa anaknya mengalami keterlambatan bicara dan kesulitan fokus dibandingkan anak seusianya.

**Momen Penentu di Menit Akhir**

Ibu yang enggan disebutkan namanya mengaku mulai menyadari ada yang berbeda dari perkembangan putranya saat berusia sekitar tiga tahun. Sejak usia dua tahun, anak tersebut cukup sering menggunakan gawai ketika dititipkan kepada sang nenek karena kedua orangtuanya bekerja. Memasuki usia tiga tahun, ia mulai merasa perkembangan sang anak berbeda dibandingkan anak seusianya. Anaknya mengalami keterlambatan berbicara, sulit berinteraksi dengan teman sebaya, serta lebih memilih menghabiskan waktu bersama gadget daripada bermain.

**Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda**

Beberapa fakta yang menunjukkan bahwa anak tersebut mengalami gangguan ketergantungan gadget adalah:

1. Keterlambatan berbicara: Anak tersebut masih terlambat dalam berbicara dibandingkan anak seusianya. Ibu mengatakan bahwa seharusnya di usia segitu anak-anak sudah mulai banyak bicara. Tapi anaknya masih terlambat, belum bisa bersosialisasi, dan lebih suka sendiri sama gadget.

2. Sulit berinteraksi dengan teman sebaya: Anak tersebut sulit berinteraksi dengan teman sebaya dan lebih memilih menghabiskan waktu bersama gadget. Ibu mengatakan bahwa kalau gadget diambil, reaksinya marah, kadang teriak, dan kadang juga melempar barang yang ada di dekatnya.

3. Kesulitan fokus: Anak tersebut mengalami kesulitan fokus dibandingkan anak seusianya. Ibu mengatakan bahwa ketika gadget diambil, reaksinya marah dan tidak mau berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

**Apa Artinya Ini ke Depan?**

Hasil pemeriksaan dokter anak menunjukkan bahwa anak tersebut mengalami keterlambatan bicara dan kesulitan fokus dibandingkan anak seusianya. Dokter Spesialis Anak, dr. Pricilia Gunawan Halim, Sp.A(K), menjelaskan bahwa paparan gadget sejak usia dini bukan penyebab Autism Spectrum Disorder (ASD). Namun, penggunaan layar secara berlebihan dapat menghambat perkembangan bicara, kemampuan sosial hingga konsentrasi anak apabila tidak disertai pendampingan orangtua.

**Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh**

Keluarga mulai melakukan berbagai upaya untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap layar. Mulai dari membatasi penggunaan gadget, mengajak anak berwisata, memperbanyak interaksi dengan teman sebaya, hingga menyediakan guru pendamping di sekolah agar anak lebih fokus selama belajar. Meski prosesnya tidak mudah, perlahan perubahan mulai terlihat. Ibu mengatakan bahwa mereka akan terus berusaha untuk membantu anaknya mengatasi gangguan ketergantungan gadget dan mencapai perkembangan yang normal.

Setelah membaca artikel ini, kita dapat menyadari bahwa kebiasaan menggunakan gadget sejak usia dini dapat memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan anak. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memantau dan mengontrol penggunaan gadget oleh anaknya, serta melakukan berbagai upaya untuk mengurangi ketergantungan mereka terhadap layar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1369509/ibu-di-banjarbaru-ini-kaget-saat-konsultasi-ke-dokter-anaknya-alami-ini-gegara-gadget, without altering the facts of the original article.

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *