**Human Interest: Kades Gunung Raja Tanahlaut Tidak Sabar Menunggu Sampah Dibuang, Spanduk Bernada Keras Jadi Tanda Perlawanan** **Pembuka** Kepala Desa Gunung Raja, Samsiar, telah menempel spanduk dengan kalimat yang cukup keras di tepi jalan raya A Yani RT 6 di jalur Trans Kalimantan Pelaihari-Banjarmasin. Spanduk tersebut bermaksud sebagai peringatan terakhir bagi para pelanggar yang masih membuang sampah liar di lokasi tersebut. **Momen Penentu di Menit Akhir** Setelah berulang kali memberikan imbauan, memasang larangan hingga menjatuhkan sanksi kepada pelaku pembuang sampah liar, aksi serupa masih terus terjadi di tepi jalan raya A Yani RT 6 di jalur Trans Kalimantan Pelaihari-Banjarmasin. Pemerintah desa memasang spanduk dengan kalimat-kalimat bernada keras sebagai bentuk peringatan terakhir bagi para pelanggar. Setidaknya ada tiga lembar banner yang dipasang. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut Samsiar, pemasangan sejumlah banner tersebut dilakukan pada Kamis kemarin. Langkah itu diambil bukan untuk menghina siapa pun, melainkan sebagai luapan kekecewaan karena berbagai upaya persuasif yang dilakukan selama ini belum membuahkan hasil. “Sudah terlalu sering kami mengingatkan. Papan larangan sudah dipasang, sosialisasi juga berkali-kali dilakukan, bahkan pelaku yang tertangkap tangan sudah pernah diberi sanksi. Tapi masih saja ada yang membuang sampah di sana,” ujar Samsiar, Jumat (24/7/2026). Samsiar juga mengungkapkan, persoalan tersebut sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Bahkan pada pertengahan Juni lalu dirinya memergoki langsung seorang perempuan yang membuang sampah di lokasi tersebut sekitar pukul 11.00 Wita. Saat itu, Samsiar langsung memotret pelaku dan melaporkannya kepada Ketua RT setempat. Tak lama kemudian, perempuan tersebut mendatangi kantor desa untuk meminta maaf dan diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menurut Samsiar, apabila saat itu pelaku menolak menjalankan sanksi membersihkan sampah, pemerintah desa telah menyiapkan langkah lebih tegas dengan berkoordinasi bersama Satpol PP Kabupaten Tanah Laut. Ia juga mengungkapkan sampah yang dibuang bukan hanya sampah rumah tangga, tetapi juga limbah isi perut ayam dan sisa potongan unggas yang menimbulkan bau menyengat serta mengganggu pengguna jalan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pemerintah desa akhirnya memilih memasang spanduk dengan kalimat yang cukup keras sebagai bentuk peringatan terakhir bagi para pelanggar. Begini narasinya: Mudahan kam mati diranjah motor bila masih membuang sampah di sini. Pihak desa berharap dengan langkah ini, para pelanggar akan lebih berhati-hati dan tidak membuang sampah liar di lokasi tersebut. Pihak desa juga berencana untuk terus mengawasi dan mengambil tindakan tegas terhadap para pelanggar. Dengan demikian, tempat tersebut dapat tetap bersih dan nyaman bagi pengguna jalan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1369520/kades-gunung-raja-tanahlaut-pasang-spanduk-bernada-keras-kesal-gegara-sampah-tetap-dibuang-di-sini, without altering the facts of the original article.