**Usai diduga diintimidasi, satpam Bundaran HI berharap pengemudi Alphard rasakan apa yang dialaminya** **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada Rabu (22/7/2026), sekitar pukul 12.00 WIB, terjadi perselisihan antara satpam proyek MRT Bundaran HI, Fiktor Harefa, dan pengemudi mobil Alphard di kawasan jalan protokol Jakarta Pusat. Perselisihan itu bermula ketika mobil Alphard disinyalir melanggar alat pemberi isyarat lalu lintas di penyeberangan pejalan kaki depan Halte Hotel Pullman, persis saat Fiktor hendak melintas. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, rekaman kamera pengawas menunjukkan bahwa mobil Alphard menerobos lampu lalu lintas di penyeberangan zebra cross di halte. Fiktor, yang hendak menyeberang, sempat menepuk bodi mobil Alphard. Pengendara mobil tidak terima ditegur dan terjadi cekcok mulut. Selain itu, sinyal lampu penyeberangan sebenarnya sudah hijau untuk akses pejalan kaki, namun mobil Alphard jalan terus dan petugasnya negur bilang kalau sudah merah. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Setelah perselisihan, kedua belah pihak mendatangi Pospol Thamrin untuk penanganan awal. Namun, tiga orang penumpang keluar dari kendaraan roda empat tersebut untuk berdebat dengan Fiktor, mengaku sebagai anggota. Fiktor kemudian diminta melakukan gerakan fisik push up, tetapi ditolak lantaran kondisi kesehatan pascaoperasi dan perut kosong atau belum makan. Sebagai gantinya, disuruh melakukan gerakan seperti mengayuh sepeda. Meskipun baru melewati tekanan psikologis dan fisik, Fiktor tetap profesional menjalankan kewajibannya di lapangan sebelum memenuhi panggilan penyidik di Polsek Metro Menteng. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Fiktor berharap pengemudi Alphard dapat merasakan perlakuan serupa seperti yang dialaminya. Ia menyampaikan secara langsung tuntutan emosionalnya terkait kejadian tersebut. “Ya, saya maunya sih mereka itu melakukan seperti saya diperlakukan waktu itu pada saat itu,” katanya. Fiktor juga meluruskan simpang siur mengenai aksinya yang sempat bersujud di hadapan pengendara mobil tersebut. Langkah itu diakui lahir akibat tekanan emosi dan rasa takut. “Kalau sujud itu, itu kemauan saya sendiri karena saya udah ketakutan, udah emosi, sama otak saya itu juga sudah terganggu kemarin,” ujarnya.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.brilio.net/serius/usai-diduga-diintimidasi-satpam-bundaran-hi-berharap-pengemudi-alphard-rasakan-apa-yang-dialaminya-260724y.html, without altering the facts of the original article.