**Industri Farmasi Indonesia Tumbuh 143 T pada 2025, Peluang Emas Hilirisasi** **Momen Penentu di Menit Akhir** Pasar farmasi di Indonesia terus berkembang pesat, dengan nilai industri mencapai Rp143 triliun pada tahun 2025. Menurut Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera), Prof. Elfahmi, Ph.D., nominal pasar yang sangat tinggi tersebut membuktikan betapa masifnya potensi pasar farmasi di dalam negeri yang masih sangat terbuka untuk dikembangkan. **Mengapa & Dampak** Fakta yang menarik adalah bahwa industri dalam negeri telah sanggup memenuhi sekitar 82 persen kebutuhan obat jadi nasional. Namun, ketergantungan yang amat tinggi terhadap bahan baku impor masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang harus diurai bersama. Bahkan, nilai impor produk obat jadi yang persentasenya tergolong kecil, yakni hanya sekitar 17 persen, tetap menyerap dana yang sangat besar hingga mencapai 860 juta dolar AS atau berkisar Rp16 triliun. “Banyak perusahaan farmasi besar di Indonesia memproduksi obat di dalam negeri, tetapi bahan bakunya masih berasal dari luar negeri. Dari situ saja terlihat bahwa prospek industri farmasi di Indonesia masih sangat besar,” terangnya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Tiga fakta yang menarik yang terkait dengan industri farmasi di Indonesia adalah: 1. Industri dalam negeri telah sanggup memenuhi sekitar 82 persen kebutuhan obat jadi nasional. 2. Ketergantungan yang amat tinggi terhadap bahan baku impor masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang harus diurai bersama. 3. Nilai impor produk obat jadi yang persentasenya tergolong kecil, yakni hanya sekitar 17 persen, tetap menyerap dana yang sangat besar hingga mencapai 860 juta dolar AS atau berkisar Rp16 triliun. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Untuk mengoptimalkan nilai industri Rp143 triliun tersebut agar tidak mengalir ke luar negeri, Elfahmi menekankan krusialnya kolaborasi erat antara pemerintah, perguruan tinggi, serta pelaku industri. Sinergi ini diperlukan agar hasil riset berbasis bahan lokal dapat dihilirisasi menjadi produk substitusi impor yang kompetitif. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kolaborasi erat antara pemerintah, perguruan tinggi, serta pelaku industri sangat penting untuk mengoptimalkan nilai industri farmasi di Indonesia. Dengan demikian, industri farmasi di Indonesia dapat menjadi salah satu sumber daya yang kuat dan mandiri, serta dapat meningkatkan kemandirian kesehatan nasional.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1214889/tembus-rp143-t-pada-2025-nilai-industri-farmasi-indonesia-jadi-peluang-emas-hilirisasi, without altering the facts of the original article.