**Pojhien Bondowoso Berusia Seabad, Tarian di Puncak Bambu 12 Meter Menunggu Hujan** **Momen Penentu di Menit Akhir** Pojhien, tradisi lisan berusia lebih dari satu abad, masih bertahan dan terus diwariskan di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Ritual adat ini memadukan puji-pujian, tarian, dan simbol-simbol filosofis yang tetap dijaga masyarakat Desa Karanganyar, Kecamatan Klabang. Keunikan Pojhien tidak hanya terletak pada lantunan puji-pujian yang dinyanyikan tanpa iringan alat musik, tetapi juga pada atraksi dua penari yang menari di ujung bambu setinggi 12 meter hanya dengan bertumpu pada bagian perut. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Ritual Pojhien yang sarat makna spiritual ini telah menjadi identitas budaya masyarakat setempat sejak sekitar tahun 1920. Tradisi tersebut kini dijaga oleh Tolak (69), keturunan kelima dari keluarga yang sejak dahulu dipercaya sebagai penjaga sekaligus pelestari Pojhien. Ia mengaku mempelajari seluruh bait Pojhien secara lisan dari kakek buyutnya dan tidak pernah mengenyam pendidikan formal, sehingga seluruh mantra ritual dihafalkan tanpa pernah ditulis. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pemerintah Kabupaten Bondowoso kini resmi mencanangkan Desa Karanganyar sebagai Desa Budaya sekaligus mengusulkan Pojhien sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia tahun 2026. Suara puluhan orang berpadu menjadi alunan musik Pojhien yang terdengar sakral tanpa diiringi satu pun alat musik. Dengan demikian, Pojhien tidak hanya menjadi identitas budaya masyarakat setempat, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya nasional yang harus dipelihara dan dikembangkan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pencanangan Desa Karanganyar sebagai Desa Budaya dan usulan Pojhien sebagai WBTb Indonesia tahun 2026 merupakan langkah awal dari upaya pelestarian tradisi Pojhien. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam mencapai tujuan ini. Selain itu, juga perlu adanya kesadaran dan komitmen dari masyarakat untuk menjaga dan mengembangkan tradisi Pojhien. Dengan demikian, Pojhien dapat terus hidup dan berkembang sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/jatim/554475/ritual-pojhien-bondowoso-berusia-seabad-dengan-atraksi-menari-di-puncak-bambu-12-meter-minta-hujan, without altering the facts of the original article.