**Misteri Kematian Sutrimo Terus Menggantung, Polisi Telusuri Rekam Medis dan CCTV** Kematian Sutrimo masih menjadi perhatian publik, setelah beredar informasi yang menyebut korban ditemukan dengan kondisi mulut berbusa. Polda Metro Jaya masih menyelidiki penyebab pasti kematian tersebut. **Momen Penentu di Menit Akhir** Penyidik memeriksa dokter Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring untuk mendalami hasil pemeriksaan medis, termasuk mengklarifikasi informasi yang beredar mengenai kondisi mulut korban yang disebut berbusa. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan penyidik telah mengirimkan undangan klarifikasi kepada dokter yang menangani korban. “Bahwa penyelidik sedang mengirim, sudah mengirim undangan klarifikasi kepada dokter yang memeriksa. Makanya nanti akan didalami dulu proses tersebut,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (31/7/2026). **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Selain meminta keterangan dokter, penyidik juga mencocokkan foto, video, dan rekaman CCTV yang beredar di media sosial dengan fakta di lapangan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan apakah gambar dan video yang beredar benar menunjukkan kondisi korban saat pertama kali ditemukan. “Teman-teman juga sudah melihat ada foto yang beredar, tetapi kan harus kita klarifikasi apakah benar itu kondisi awal, benar nggak itu merupakan sosok almarhum S atau bukan,” ujar Budi. “Termasuk video-video yang beredar, ambulans, keranda jenazah yang dibawa, ada CCTV. Ini harus ditemukan persesuaiannya oleh penyidik,” sambungnya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kasus kematian Sutrimo menjadi perhatian publik setelah beredar informasi yang menyebut korban ditemukan dengan kondisi mulut berbusa. Polisi hingga kini masih menyelidiki penyebab pasti kematian tersebut. Penyidik juga mendalami informasi yang menyebut Sutrimo merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Sebelumnya, RS Muhammadiyah Taman Puring membenarkan menerima jasad Sutrimo pada Kamis (23/7/2026) pagi. Divisi Hukum RS Muhammadiyah Taman Puring, dr Ahmad, mengatakan korban dibawa menggunakan ambulans dari luar rumah sakit dan saat tiba sudah dalam kondisi meninggal dunia atau death on arrival (DoA). “Pasien atas nama Sutrimo dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring menggunakan ambulans luar. Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh tim medis di UGD, pasien dinyatakan telah meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit,” kata Ahmad, Senin (27/7/2026). Ia menjelaskan, tim medis hanya melakukan pemeriksaan luar dan elektrokardiogram (EKG). Hasilnya menunjukkan korban telah meninggal sehingga tidak dilakukan tindakan medis lanjutan. Kasus kematian Sutrimo masih menjadi perhatian publik, dan penyidik terus menelusuri rekam medis dan CCTV untuk memastikan penyebab pasti kematian tersebut.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://wartakota.tribunnews.com/jakarta/897000/penyebab-kematian-sutrimo-masih-misterius-polisi-telusuri-rekam-medis-dan-cctv, without altering the facts of the original article.