Momen Penentu di Menit Akhir
Dalam pembukaan Diggers and Dealers Mining Forum di Kalgoorlie, Australia Barat, Kepala Eksekutif Evolution Mining, Lawrie Conway, mengatakan bahwa ketika tatanan dunia berubah, hal itu menjadi sesuatu yang positif bagi industri pertambangan. Menurutnya, perubahan tersebut tidak terlepas dari ketidakpastian geopolitik yang terus berlangsung. Perang di Timur Tengah dan Ukraina masih menjadi faktor yang membayangi perekonomian global. Pada saat yang sama, bank-bank sentral di berbagai negara mulai mengurangi ketergantungan terhadap surat utang pemerintah Amerika Serikat dan meningkatkan kepemilikan emas.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Harga emas telah lebih dari dua kali lipat dibandingkan proyeksi tahun lalu, yang berada di sekitar 1.800 dollar AS per troy ounce. Sementara harga tembaga naik sekitar 40 persen menjadi 5,90 dollar AS per pon, atau sekitar Rp106.023 per pon. Saat mencapai rekor tertingginya, harga emas berada di kisaran Rp100,39 juta per troy ounce, dengan kurs yang sama.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Dengan harga emas yang masih tinggi, industri pertambangan emas tetap mengalami prospek yang positif. Menurut Conway, perubahan tatanan dunia akan berdampak positif terhadap harga logam. Oleh karena itu, industri pertambangan emas harus siap menghadapi perubahan tersebut dan memanfaatkan kesempatan yang ada. Harga emas yang tinggi juga akan memicu peningkatan produksi emas di berbagai negara, yang akan berdampak pada pasokan emas di pasar global.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pada akhirnya, harga emas yang tinggi akan terus mempengaruhi pasar komoditas dan perekonomian global. Industri pertambangan emas harus terus berinovasi dan meningkatkan efisiensi produksi untuk memenuhi permintaan yang tinggi. Dengan demikian, harga emas akan tetap stabil dan akan terus menjadi komoditas yang penting di pasar global.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/bisnis/1846257/harga-emas-masih-tinggi-di-tengah-perang-dan-inflasi, without altering the facts of the original article.