9 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Asosiasi Sepakbola Yordania mengaku diperas dan diperlakukan tidak adil oleh FIFA. Apakah skema yang dilakukan FIFA dapat membela keadilan tim nasional Yordania?

Pertandingan Piala Dunia 2026 telah menjadi sorotan baru di dunia sepakbola, tidak hanya karena kesuksesan tim-tim terbaik di dunia, tetapi juga karena isu-isu yang berkaitan dengan kebijakan FIFA.

Presiden Yordania Football Association (JFA), Ali bin Al Hussein, membuat unggahan panjang di akun X-nya pada Selasa (4/8) malam. Ia menuding bahwa suporter Yordania dipersulit masuk ke Amerika Serikat, meskipun mereka sudah memiliki tiket resmi untuk menonton pertandingan Piala Dunia 2026. “Pertama, membawa para pendukung kami ke Amerika Serikat: tidak semua di antaranya mendapat visa, meskipun mereka sudah memiliki tiket-yang kita ketahui juga dijual dengan harga selangit,” kecam Ali bin Al Hussein.

Kondisi ini membuat timnas Yordania merasa dipaksa dan diperlakukan tidak adil oleh FIFA. Mereka harus menanggung biaya penerbangan, akomodasi, dan tiket masuk ke Amerika Serikat, serta membayar pajak besar kepada pemerintah AS. “Kedua, kami dikenakan pajak pemerintah AS melalui FIFA atas partisipasi kami. Uang yang seharusnya diperuntukkan bagi para pemain dan staf,” ungkap Ali bin Al Hussein.

Dalam pernyataannya, Ali bin Al Hussein juga mengecam bahwa kondisi ini tidak terjadi pada timnas yang bermain dan bermarkas di Kanada dan Meksiko. “Namun, kami kebetulan berada di AS, sehingga kini kami harus menanggung biaya yang tidak adil ini,” ujarnya.

Mengapa kondisi ini dapat terjadi? Menurut Ali bin Al Hussein, FIFA telah memaksakan skema yang tidak adil kepada timnas Yordania. “FIFA telah memanfaatkan kekuasaannya untuk memaksakan kebijakan yang tidak adil,” kata Ali bin Al Hussein.

Dampak dari kondisi ini sangat signifikan bagi timnas Yordania. Mereka harus menanggung biaya yang tidak adil dan tidak memiliki kesempatan yang sama dengan timnas lainnya. “Kondisi ini membuat kami merasa dipaksa dan diperlakukan tidak adil oleh FIFA,” kata Ali bin Al Hussein.

Dalam konteks ini, perlu diingat bahwa timnas Yordania bukanlah satu-satunya timnas yang telah mengalami kondisi ini. Banyak timnas lainnya juga telah mengalami kesulitan dalam menanggung biaya dan membayar pajak kepada pemerintah AS.

Dengan demikian, Presiden JFA, Ali bin Al Hussein, berharap bahwa FIFA dapat memperhatikan keadaan ini dan memberikan penyelesaian yang adil bagi timnas Yordania dan timnas lainnya. Demikian informasi ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://sport.detik.com/sepakbola/bola-dunia/d-8604652/asosiasi-sepakbola-yordania-merasa-diperas-fifa, without altering the facts of the original article.

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *