**Rahasia Keputusan Politik: Kiai Ungkap Strategi Membuat Keputusan Politik** Dalam dunia politik, keputusan yang diambil seringkali menentukan nasib suatu negara atau partai politik. Namun, apa yang membuat seorang politisi atau tokoh agama seperti Kiai Bisri Syansuri memilih strategi yang berbeda dalam membuat keputusan politik? Bagi Kiai Bisri, keputusan politik harus didasarkan pada nilai-nilai agama dan tidak boleh bertentangan dengan tujuan yang ingin dicapai. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tahun 1976, Lembaga Pemilihan Umum (LPU) meminta Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk tidak lagi menggunakan gambar Ka’bah sebagai lambang partai. Setelah tiga kali pertemuan antara DPP PPP, Menteri Dalam Negeri, dan Kopkamtib, serta Sekjen Departemen Agama, Kiai Bisri Syansuri tetap tidak mau berubah. Menurut Kiai Bisri, pemilihan tanda gambar Ka’bah ini adalah hasil istikharah, dan karena ini merupakan petunjuk Tuhan, maka ia tidak bisa merobahnya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Pada tahun 1976, LPU meminta PPP untuk tidak menggunakan gambar Ka’bah sebagai lambang partai. 2. Tiga kali pertemuan antara DPP PPP, Menteri Dalam Negeri, dan Kopkamtib, serta Sekjen Departemen Agama tidak berhasil mengubah keputusan Kiai Bisri. 3. Kiai Bisri memilih untuk tetap menggunakan gambar Ka’bah sebagai lambang partai karena itu adalah hasil istikharah. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Keputusan Kiai Bisri menunjukkan bahwa dalam dunia politik, tidak semua keputusan dapat diputuskan dengan rasionalitas dan empiris saja. Bahkan, dalam konteks agama, keputusan harus didasarkan pada nilai-nilai agama dan tidak boleh bertentangan dengan tujuan yang ingin dicapai. Dalam konteks ini, keputusan Kiai Bisri menunjukkan bahwa ia tidak hanya memilih strategi yang berbeda, tetapi juga memilih untuk tetap setia pada nilai-nilai agama. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Keputusan Kiai Bisri menunjukkan bahwa dalam dunia politik, tidak ada jalan yang pasti dan tidak ada keputusan yang dapat diputuskan dengan mudah. Bahkan, dalam konteks agama, keputusan harus didasarkan pada nilai-nilai agama dan tidak boleh bertentangan dengan tujuan yang ingin dicapai. Dalam konteks ini, keputusan Kiai Bisri menunjukkan bahwa ia tidak hanya memilih strategi yang berbeda, tetapi juga memilih untuk tetap setia pada nilai-nilai agama. Jalan panjang yang masih harus ditempuh adalah jalan menuju keputusan yang tepat dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/kolom/1371504/cara-kiai-membuat-keputusan-politik, without altering the facts of the original article.