Ajax Terbaru: Skuad, Pemain Kunci, Prestasi, dan Perjalanan di Eredivisie
Ajax terbaru menjadi salah satu topik menarik untuk dibahas menjelang perjalanan musim 2026/2027. Klub asal Amsterdam ini memasuki musim baru dengan perubahan penting di kursi pelatih dan sejumlah wajah baru dalam skuad.
Ajax kini ditangani pelatih asal Spanyol, Míchel Sánchez, yang menandatangani kontrak hingga 2028. Kehadiran Míchel diharapkan mampu membawa Ajax kembali bersaing untuk meraih gelar di Belanda sekaligus tampil kompetitif di kompetisi Eropa.
Sebagai salah satu klub paling sukses dalam sejarah Eredivisie, Ajax tentu memiliki target tinggi. Lantas, bagaimana kondisi skuad, siapa pemain kunci, serta bagaimana perjalanan Ajax di Eredivisie musim terbaru?
Ajax Amsterdam Memasuki Era Baru
Musim 2026/2027 menjadi awal era baru bagi Ajax Amsterdam. Míchel Sánchez dipercaya sebagai pelatih kepala setelah menandatangani kontrak selama dua tahun.
Pelatih berusia 50 tahun tersebut memiliki pengalaman menangani sejumlah klub di Spanyol. Filosofi permainannya yang mengutamakan penguasaan bola, pergerakan pemain, dan sepak bola menyerang diharapkan cocok dengan karakter tradisional Ajax.
Míchel sendiri menyampaikan ambisinya untuk membawa Ajax kembali bersaing memperebutkan trofi di Belanda dan Eropa.
Pergantian pelatih menjadi salah satu bagian penting dari upaya Ajax membangun kembali kekuatan setelah beberapa musim yang tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Skuad Ajax Terbaru 2026/2027
Ajax tetap mempertahankan kombinasi antara pemain berpengalaman dan pemain muda. Komposisi tersebut sesuai dengan tradisi klub yang dikenal sebagai salah satu akademi terbaik di dunia.
Di lini belakang, Ajax memiliki sejumlah pemain seperti Owen Wijndal, Youri Baas, Anton Gaaei, Ko Itakura, dan Josip Šutalo. Pengalaman para pemain tersebut menjadi modal penting untuk membangun pertahanan yang lebih solid.
Ajax juga mendapatkan tambahan pengalaman melalui kembalinya Daley Blind. Pemain yang merupakan produk akademi Ajax tersebut kembali ke Amsterdam pada Juli 2026 dan menandatangani kontrak hingga 30 Juni 2027.
Di lini tengah terdapat nama seperti Youri Regeer, Oscar Gloukh, Davy Klaassen, dan Jorthy Mokio. Sementara sektor serangan dihuni pemain seperti Maher Carrizo, Kasper Dolberg, Mika Godts, Oliver Edvardsen, Steven Berghuis, dan Rayane Bounida.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa Ajax masih mempertahankan identitasnya sebagai klub yang menggabungkan pengalaman dengan talenta muda.
Pemain Kunci Ajax
Oscar Gloukh
Salah satu pemain yang patut diperhatikan adalah Oscar Gloukh. Gelandang serang tersebut memiliki kemampuan teknis dan kreativitas yang dapat membantu Ajax membangun serangan.
Gloukh juga langsung menunjukkan kualitasnya dalam pertandingan Eropa. Ia mencetak hat-trick ketika Ajax menang 4-1 atas FK Vojvodina pada kualifikasi UEFA Conference League.
Performa tersebut membuat Gloukh menjadi salah satu pemain yang berpotensi memiliki peran besar sepanjang musim.
Davy Klaassen
Pengalaman menjadi salah satu alasan Davy Klaassen tetap penting bagi Ajax. Ia merupakan salah satu pemain senior yang memahami karakter klub dan kompetisi Eredivisie.
Kehadiran pemain seperti Klaassen dapat memberikan keseimbangan bagi skuad yang juga dihuni banyak pemain muda.
Kasper Dolberg
Di lini depan, Kasper Dolberg menjadi nama yang menarik. Penyerang asal Denmark tersebut sebelumnya pernah menjadi bagian penting Ajax sebelum melanjutkan karier ke luar Belanda.
Kembalinya Dolberg memberikan tambahan pengalaman dan opsi di lini serang Ajax.
Jorthy Mokio
Ajax juga memiliki sejumlah talenta muda yang berpotensi berkembang menjadi pemain penting. Salah satunya adalah Jorthy Mokio.
Mokio menjadi salah satu pemain yang mendapat perhatian karena usianya masih muda tetapi sudah mampu bersaing di level senior.
Pada pertandingan pembuka Eredivisie 2026/2027 melawan PEC Zwolle, Mokio menjadi salah satu pencetak gol Ajax dalam kemenangan 2-0.
Perjalanan Ajax di Eredivisie
Ajax memiliki sejarah panjang di Eredivisie dan merupakan salah satu klub tersukses dalam kompetisi sepak bola Belanda.
Musim 2026/2027 dimulai Ajax dengan pertandingan tandang melawan PEC Zwolle pada 9 Agustus 2026. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Ajax 2-0.
Gol Ajax dicetak oleh Jorthy Mokio dan Julian Brandt. Kedua pemain tersebut masuk sebagai pemain pengganti dan kemudian menjadi pembeda dalam pertandingan.
Hasil tersebut memberikan awal positif bagi Míchel Sánchez. Ajax mendapatkan tiga poin sekaligus memperlihatkan kedalaman skuad karena pemain dari bangku cadangan mampu memberikan kontribusi langsung.
Awal musim yang positif tentu menjadi modal penting karena persaingan Eredivisie sangat ketat. Ajax harus menghadapi klub-klub seperti PSV Eindhoven, Feyenoord, AZ Alkmaar, dan sejumlah tim lain yang juga memiliki ambisi tinggi.
Ajax dan Persaingan Gelar Eredivisie
Secara historis, Ajax merupakan klub dengan koleksi gelar liga Belanda terbanyak. Klub Amsterdam tersebut telah memenangkan 36 gelar Eredivisie, termasuk gelar terakhir pada 2022.
Status tersebut membuat Ajax selalu menjadi salah satu kandidat utama ketika membahas persaingan gelar Eredivisie.
Namun, sepak bola Belanda dalam beberapa tahun terakhir semakin kompetitif. PSV dan Feyenoord juga memiliki skuad kuat dan mampu memberikan tekanan kepada Ajax.
Karena itu, konsistensi menjadi faktor penting bagi Ajax. Bukan hanya pertandingan melawan klub besar yang menentukan, tetapi juga kemampuan mengamankan tiga poin dalam pertandingan menghadapi tim papan tengah dan bawah.
Prestasi Ajax Amsterdam
Ajax memiliki salah satu koleksi trofi paling lengkap di sepak bola Belanda.
Di kompetisi domestik, Ajax telah memenangkan puluhan gelar liga serta KNVB Beker. Di level Eropa, Ajax juga memiliki sejarah yang sangat gemilang.
Ajax memenangkan European Cup atau Liga Champions sebanyak empat kali, yaitu pada 1971, 1972, 1973, dan 1995.
Era 1970-an menjadi salah satu periode paling terkenal dalam sejarah klub. Ajax saat itu diperkuat Johan Cruyff dan dikenal sebagai salah satu pelopor sepak bola Total Football.
Kesuksesan Eropa kembali diraih pada 1995 ketika Ajax memenangkan Liga Champions di bawah Louis van Gaal dengan generasi pemain muda seperti Patrick Kluivert, Clarence Seedorf, Edgar Davids, dan Edwin van der Sar.
Sejarah tersebut menjadi standar tinggi yang selalu ingin dicapai Ajax.
Ajax dan Tradisi Pemain Muda
Salah satu keunggulan utama Ajax adalah akademi De Toekomst. Sistem pembinaan tersebut telah menghasilkan banyak pemain kelas dunia.
Johan Cruyff, Marco van Basten, Frank Rijkaard, Dennis Bergkamp, Patrick Kluivert, Clarence Seedorf, Wesley Sneijder, dan Edwin van der Sar merupakan beberapa nama besar yang pernah berkembang dalam sistem Ajax.
Tradisi tersebut masih dipertahankan hingga sekarang. Pemain muda seperti Jorthy Mokio dan Rayane Bounida menjadi bagian dari generasi yang diharapkan dapat mengikuti jejak para pendahulunya.
Bagi Ajax, keberhasilan bukan hanya tentang membeli pemain bintang. Mengembangkan talenta sendiri merupakan bagian penting dari identitas klub.
Ajax di Kompetisi Eropa
Selain Eredivisie, Ajax juga menjalani perjalanan di kompetisi Eropa pada musim 2026/2027.
Ajax memulai kiprahnya di UEFA Conference League. Setelah mengalahkan FK Vojvodina dengan skor 4-1, Ajax dijadwalkan menghadapi Shelbourne FC pada babak kualifikasi berikutnya.
Jika berhasil melewati Shelbourne dalam dua pertandingan, Ajax akan menghadapi FC Noah atau FC Sion pada babak play-off.
Jadwal tersebut membuat Ajax harus membagi fokus antara kompetisi domestik dan Eropa. Kedalaman skuad menjadi sangat penting karena jadwal pertandingan dapat menjadi semakin padat.
Tantangan Ajax pada Musim 2026/2027
Míchel Sánchez menghadapi sejumlah tantangan besar di musim pertamanya bersama Ajax.
Pertama adalah membangun sistem permainan yang sesuai dengan karakter pemain yang tersedia. Kedua, menjaga konsistensi di Eredivisie. Ketiga, membawa Ajax melangkah sejauh mungkin di kompetisi Eropa.
Tekanan untuk meraih gelar juga tidak bisa diabaikan. Sebagai klub dengan sejarah besar, Ajax selalu memiliki ekspektasi tinggi dari para pendukungnya.
Kehadiran pemain berpengalaman seperti Daley Blind dan Davy Klaassen dapat membantu Míchel mengelola skuad yang dihuni banyak pemain muda.
Kesimpulan
Ajax terbaru memasuki musim 2026/2027 dengan optimisme baru. Kehadiran Míchel Sánchez sebagai pelatih, kembalinya Daley Blind, serta kombinasi pemain senior dan talenta muda membuat Ajax memiliki fondasi menarik untuk membangun kembali kekuatannya.
Awal perjalanan di Eredivisie juga berjalan positif setelah Ajax mengalahkan PEC Zwolle 2-0 melalui gol Jorthy Mokio dan Julian Brandt.
Di sisi lain, persaingan untuk meraih gelar tidak akan mudah. Ajax harus bersaing dengan klub-klub kuat seperti PSV dan Feyenoord sekaligus menjalani jadwal kompetisi Eropa.
Dengan tradisi panjang, akademi yang produktif, serta skuad yang semakin beragam, musim 2026/2027 menjadi kesempatan bagi Ajax Amsterdam untuk kembali menunjukkan statusnya sebagai salah satu klub terbesar di Belanda.
Perjalanan Ajax di Eredivisie dan Eropa musim ini tentu menarik untuk terus diikuti, terutama bagaimana Míchel Sánchez membentuk generasi baru De Godenzonen.
penulis: anisa zahra sabrina f.