Momen Penentu di Menit Akhir
Gelaran jalan sehat ini tidak biasa karena para peserta tidak sekadar berjalan dari titik awal sampai akhir. Mereka dibekali kantong plastik untuk memungut sampah. Remaja 15 tahun, Zidan Rifqi Alwan, mengajak adiknya untuk ikut dalam jalan sehat yang tidak biasa ini. Baginya, ini menjadi pengalaman menarik sekaligus untuk menanamkan kepada dirinya akan pentingnya kebersihan lingkungan.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Sampah-sampah yang dikumpulkan kemudian ditimbang. Para peserta yang beruntung akan mendapatkan sejumlah hadiah dari panitia. Di antara hadiahnya adalah televisi dan sepeda. Selain itu, ada juga sejumlah hadiah menarik lainnya yang menjadikan para peserta berbondong-bondong untuk ikut serta dalam olahraga pagi hari yang dimulai dari Balai Desa Klaling.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Mengajarkan bahwa kebersihan kampung merupakan tanggung jawab kolektif yang dimulai dari langkah-langkah kecil di pagi hari. Warga Klaling lainnya, Masruhin, mengaku senang. “Tadi sampah yang saya kumpulkan ada sampah plastik dan ranting pohon,” kata Zidan. Sampah-sampah itu kemudian dikumpulkan dan ditimbang. Para peserta yang beruntung akan mendapatkan sejumlah hadiah dari panitia.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pagi hari di Desa Klaling menjadi contoh bagi warganya untuk menggalang peduli lingkungan. Dengan menjadikan jalan sehat sebagai ajang untuk memungut sampah, mereka menanamkan kepedulian lingkungan dalam diri masing-masing. Ini adalah langkah awal yang baik untuk menciptakan warga yang peduli lingkungan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jateng.tribunnews.com/muria/1262727/galang-peduli-lingkungan-lewat-jalan-sehat-sekaligus-kumpulkan-sampah, without altering the facts of the original article.