11 Agustus 2026
Davy Klaassen dan Perjalanan Kariernya: Dari Ajax, Everton, Inter Milan hingga Kembali ke Ajax

Davy Klaassen dan Perjalanan Kariernya: Dari Ajax, Everton, Inter Milan hingga Kembali ke Ajax

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Nama Davy Klaassen memiliki tempat tersendiri dalam peta sepak bola Eropa, khususnya bagi publik sepak bola Belanda. Dikenal sebagai salah satu gelandang paling cerdik dalam memanfaatkan ruang kosong, pemain kelahiran Hilversum ini identik dengan julukan “Mister 1-0”. Julukan tersebut melekat berkat kemampuannya yang luar biasa dalam memecah kebuntuan dan mencetak gol pembuka di laga-laga krusial.

Perjalanan karier Davy Klaassen adalah cerminan dari loyalitas, ujian profesionalisme di liga-liga top Eropa, hingga kisah kepulangan manis ke klub yang telah membesarkan namanya. Dari akademi De Toekomst hingga menjajal Premier League, Bundesliga, dan Serie A, berikut adalah kisah perjalanan panjang karier Davy Klaassen.

1. Awal Mula di De Toekomst dan Era Emas Pertama Bersama Ajax

Davy Klaassen bergabung dengan akademi muda Ajax Amsterdam, De Toekomst, pada tahun 2004 di usia 11 tahun. Dididik dalam ekosistem Total Football, Klaassen dibentuk menjadi gelandang serba bisa yang mengandalkan IQ sepak bola tinggi ketimbang kekuatan fisik semata.

Ia melakoni debut tim utama Ajax pada November 2011 di ajang Liga Champions melawan Olympique Lyonnais. Hanya selang beberapa hari, ia langsung mencetak gol perdananya di Eredivisie. Di bawah arahan pelatih Frank de Boer, peran Klaassen kian tak tergantikan di lini tengah.

Pada musim 2015/2016, Klaassen dipercaya menyandang ban kapten Ajax. Kepemimpinannya mencapai puncak saat ia memimpin skuad muda Ajax—yang dihuni talenta seperti Matthijs de Ligt dan Frenkie de Jong—menembus babak Final UEFA Europa League 2016/2017 sebelum dikalahkan Manchester United. Dalam kurun waktu pertama ini, ia mempersembahkan tiga gelar juara Eredivisie (2011/12, 2012/13, 2013/14).

2. Ujian Berat di Premier League Bersama Everton

Performa luar biasanya sebagai kapten Ajax menarik perhatian klub Premier League, Everton. Pada musim panas 2017, Everton memboyong Klaassen ke Goodison Park dengan nilai transfer sekitar £23.6 juta.

Namun, petualangannya di Inggris tidak berjalan sesuai rencana. Perubahan iklim kompetisi yang mengandalkan fisik cepat, serta gonta-ganti pelatih di kubu Everton (dari Ronald Koeman, Sam Allardyce, hingga Marco Silva), membuat posisi Klaassen terpinggirkan. Selama semusim di Merseyside, ia hanya mencatatkan 16 penampilan di semua kompetisi tanpa mencetak satu pun gol di liga.

Meskipun periode di Everton berjalan sulit, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga dalam membentuk ketahanan mental Klaassen sebagai pesepak bola profesional.

3. Kebangkitan Kembali di Bundesliga Bersama Werder Bremen

Guna menyelamatkan kariernya, Klaassen memutuskan untuk pindah ke Bundesliga Jerman pada musim panas 2018 dengan membela Werder Bremen. Langkah ini terbukti menjadi keputusan yang tepat.

Di Werder Bremen, Klaassen menemukan kembali kepercayaan dirinya. Dimainkan dalam peran gelandang box-to-box, ia menjadi motor serangan utama tim. Selama dua musim di Jerman (2018–2020), Klaassen tampil dalam 84 pertandingan, mengemas 16 gol dan 13 assist. Performa konsistennya menjadikan dirinya salah satu pemain yang paling dicintai oleh suporter Werder Bremen.

4. Pulang ke Rumah: Kepulangan Pertama ke Ajax dan Gelar Scudetto di Inter Milan

Kembali ke Ajax (2020–2023)

Rasa cinta terhadap Ajax membawa Klaassen kembali ke Amsterdam pada Oktober 2020. Kepulangannya memberi dampak instan di bawah asuhan Erik ten Hag. Ia membantu Ajax meraih gelar ganda (double winner) Eredivisie dan KNVB Cup pada musim 2020/2021, diikuti gelar Eredivisie berikutnya pada 2021/2022. Naluri mencetak gol dari lini kedua kembali terasah tajam di Johan Cruyff Arena.

Menjajal Serie A Bersama Inter Milan (2023–2024)

Pada September 2023, Klaassen mengambil tantangan baru dengan bergabung bersama klub raksasa Italia, Inter Milan, secara bebas transfer. Di bawah arahan Simone Inzaghi, persaingan lini tengah Inter sangat ketat dengan keberadaan Hakan Çalhanoğlu, Nicolò Barella, dan Henrikh Mkhitaryan.

Meskipun lebih sering turun sebagai pemain pelapis, kedalaman skuad, etos kerja, serta pengalaman Klaassen memberikan dampak positif di ruang ganti. Di akhir musim 2023/2024, Klaassen merayakan keberhasilan meraih Scudetto Serie A dan Supercoppa Italiana bersama Nerazzurri.

5. Kembali Lagi ke Ajax: Pengabdian Sang Legenda

Setelah masa baktinya di Italia selesai, gelombang cinta Klaassen terhadap Ajax kembali memanggilnya. Pada September 2024, Davy Klaassen secara resmi menandatangani kontrak untuk kembali membela Ajax Amsterdam.

Kembalinya Klaassen disambut hangat oleh publik Amsterdam. Di era baru kepemimpinan tim, sosok senior seperti Klaassen sangat dibutuhkan tidak hanya untuk memberikan kontribusi taktis di lapangan, tetapi juga sebagai mentor bagi generasi muda De Toekomst. Klaassen berhasil menembus rekor impresif dengan mencatatkan lebih dari 400 penampilan resmi bersama Ajax, menegaskan statusnya sebagai salah satu legenda hidup klub.

Ringkasan Prestasi Karier Davy Klaassen

Sepanjang perjalanan kariernya di berbagai klub top Eropa dan Tim Nasional Belanda, Davy Klaassen telah mengumpulkan koleksi trofi bergengsi:

  • Ajax Amsterdam:
    • Eredivisie (5): 2011/12, 2012/13, 2013/14, 2020/21, 2021/22
    • KNVB Cup (1): 2020/21
    • Johan Cruyff Shield (1): 2013
    • Runner-up UEFA Europa League: 2016/17
  • Inter Milan:
    • Serie A Scudetto (1): 2023/24
    • Supercoppa Italiana (1): 2023
  • Tim Nasional Belanda:
    • 41 Caps / 10 Gol (Termasuk pencetak gol di Piala Dunia 2022 Qatar)
  • Penghargaan Individu:
    • Dutch Football Talent of the Year (2014)
    • Dutch Footballer of the Year / Gouden Schoen (2016)

Kesimpulan

Perjalanan karier Davy Klaassen dari Ajax, Everton, Werder Bremen, Inter Milan, hingga kembali lagi ke Ajax adalah cerminan dari dinamika dunia sepak bola profesional. Kegagalan di Inggris tidak membuatnya patah semangat, justru menjadi batu loncatan untuk bangkit di Jerman dan Italia. Namun pada akhirnya, rumah terbaik bagi seorang Davy Klaassen adalah Ajax Amsterdam—tempat di mana bakat, visi, dan cintanya pada sepak bola selalu menyatu dengan sempurna.

penulis ayu fitri hasanah

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *