**Mahfud MD Kritik Konsep Kopdes Merah Putih: Potensi Kebocoran Anggaran dan Pembangunan Gedung** **Pembuka** Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, mengkritik konsep Kopdes Merah Putih karena potensi kebocoran anggaran dan pembangunan gedung yang tidak kondusif. Menurutnya, program tersebut memiliki tujuan baik untuk mendorong perekonomian desa, tetapi pelaksanaannya perlu diperbaiki agar tidak menimbulkan persoalan baru. **Momen Penentu di Menit Akhir** Mahfud menyoroti terutama skema permodalan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai berbeda dari prinsip dasar koperasi sebagaimana digagas Mohammad Hatta. Ia mempertanyakan penggunaan pinjaman dari bank-bank milik negara atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebagai sumber modal koperasi. Selain persoalan modal, Mahfud juga menyinggung mekanisme pembagian keuntungan serta pihak yang harus menanggung risiko apabila koperasi mengalami kerugian. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut Mahfud, esensi utama koperasi menurut gagasan Bung Hatta adalah asas gotong royong dengan modal yang dihimpun dari bawah oleh para anggotanya sendiri. Sebaliknya, Kopdes Merah Putih justru menggunakan pendekatan dari atas (top-down) dengan mengandalkan pinjaman dana dari bank-bank milik negara (Himbara) yang dibebani dengan tingkat bunga tahunan. “Koperasi Desa Merah Putih ini kan modalnya dari atas, pinjam dari uang negara, pinjam dari bank-bank Himbara, kemudian dijatuhi bunga 6 persen,” kata Mahfud. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Mahfud mempertanyakan kejelasan struktur pembagian keuntungan maupun penanggungan risiko kerugian dalam model koperasi semacam ini. Dalam prinsip koperasi konvensional, dividen disalurkan kepada anggota yang menyimpan dana dan aktif berpartisipasi, tanpa adanya hierarki pimpinan yang mendominasi. “Kalau koperasi itu dividennya itu mereka yang menabung atau menyimpan uang di situ dan melakukan peran masing-masing, tidak ada pimpinan, tidak ada yang lebih tinggi dan lebih rendah, kan itu konsepnya Bung Hatta. Nah sekarang ini kalau dividennya mau dibagi ke siapa? Bunganya setiap tahun itu dan beban bunganya kalau rugi selama enam tahun itu siapa anggotanya? Ini bukan konsep koperasi sebenarnya,” tegasnya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Mahfud menyarankan agar program Kopdes Merah Putih diperbaiki agar tidak menimbulkan persoalan baru. Ia menekankan bahwa esensi utama koperasi adalah asas gotong royong dengan modal yang dihimpun dari bawah oleh para anggotanya sendiri. “Soal Koperasi Desa, ya silakanlah. Menurut saya itu sebuah program dari pemerintah yang memang sudah dijanjikan, menurut saya baik idenya, karena dia mau membangun ekonomi dari desa-desa. Tapi hati-hati agar tidak terjerembap seperti MBG (Makan Bergizi Gratis),” kata Mahfud. **Kesimpulan** Mahfud MD mengkritik konsep Kopdes Merah Putih karena potensi kebocoran anggaran dan pembangunan gedung yang tidak kondusif. Ia menyarankan agar program tersebut diperbaiki agar tidak menimbulkan persoalan baru. Esensi utama koperasi adalah asas gotong royong dengan modal yang dihimpun dari bawah oleh para anggotanya sendiri.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://kaltim.tribunnews.com/news/1161115/mahfud-md-kritik-konsep-kopdes-merah-putih-potensi-kebocoran-anggaran-hingga-pembangunan-gedung, without altering the facts of the original article.