14 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
MBG di Karanganyar Ditarik, Siswa Rugi Makanan Ayam Rempah. Apa penyebab penarikan menu MBG tersebut dan bagaimana reaksi siswa?

Pemerintah Daerah Karanganyar menarik semua menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan disajikan kepada 94 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Jati. Penarikan ini dilakukan karena salah satu menu, olahan daging ayam, dinilai tidak layak konsumsi.

Momen Penentu di Menit Akhir

Penarikan dilakukan sebelum makanan tersebut dibagikan kepada siswa. Sebanyak 94 siswa SDN 2 Jati akhirnya tidak menerima menu MBG karena hidangan yang telah tiba di sekolah ditarik kembali oleh pihak SPPG. Salah satu guru SDN 2 Jati, Roni, membenarkan penarikan tersebut.

“Hari ini, anak-anak kami di SDN 02 Jati tidak menerima menu MBG, karena hidangannya ditarik oleh pihak SPPG,” kata Roni, Rabu (12/08/2026). Roni mengatakan kendaraan pengangkut MBG sempat tiba di SDN 2 Jati sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, makanan tersebut belum sempat diturunkan dan dibagikan kepada siswa ketika kembali ditarik oleh pihak SPPG.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Kendaraan yang bawa MBG itu sudah datang, namun belum sampai diturunkan, MBG itu ditarik kembali,” kata dia. Penarikan dilakukan karena terdapat salah satu menu, yakni olahan daging ayam, yang dinilai tidak layak konsumsi. SPPG yang menyalurkan MBG untuk SDN 2 Jati berasal dari Yayasan Insan Berlian Sejahtera di Dusun Pundungrejo, Desa Jati, Kecamatan Jaten.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Keputusan penarikan ini diambil setelah dia dan tim mencicipi hidangan ayam rempah yang dicurigai bermasalah. Bahkan, setelah mencicipi hidangan itu, Abra mengalami mual dan muntah. Saat ditemui media, Abra mengatakan langkah itu diambil demi memastikan makanan tersebut aman sebelum disantap ribuan siswa penerima program MBG.

“Kami tarik semua menu MBG hari ini karena kami curiga ada hidangan yang bermasalah,” kata Abra. Abra mengungkapkan kecurigaan itu bermula saat chef dan ahli gizi menemukan ayam rempah dengan rasa, bau, dan warna yang berbeda dari biasanya. Laporan itu langsung ditindaklanjuti Abra dengan mendatangi dapur SPPG.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Penarikan MBG ini menunjukkan bahwa pihak SPPG masih memiliki langkah-langkah yang harus diambil untuk memastikan kualitas makanan yang disajikan kepada siswa. Selain itu, penarikan ini juga menunjukkan bahwa pihak SPPG tidak akan malu untuk mengambil keputusan yang sulit untuk memastikan keselamatan dan kesehatan siswa.

Dengan demikian, penarikan MBG ini dapat dianggap sebagai langkah awal yang baik untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan kepada siswa adalah makanan yang aman dan berkualitas. Namun, masih banyak jalan panjang yang harus ditempuh untuk memastikan bahwa kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jateng.tribunnews.com/jawa-tengah/1262982/abra-muntah-setelah-cicipi-ayam-rempah-menu-mbg-di-karanganyar-ditarik-sebelum-dibagikan-ke-siswa, without altering the facts of the original article.

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *