Pendiri Telegram Diburu Rusia, Dituduh Terlibat Kasus Terorisme
Pavel Durov, pendiri dan kepala eksekutif aplikasi pesan terenkripsi Telegram, telah didakwa membantu terorisme oleh badan keamanan Rusia pada Rabu 29 Juli 2026. Tuduhan ini dilatarbelakangi oleh tuduhan bahwa aplikasi pesan tersebut telah digunakan untuk perekrutan oleh dinas rahasia Ukraina.
Pada Kamis 30 Juli, Moskow mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional untuk miliarder berusia 41 tahun itu. Belum jelas apakah negara atau otoritas lain akan mematuhi surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Rusia. Durov, yang lahir di Rusia tetapi memegang paspor Uni Emirat Arab dan Prancis, dapat menghadapi hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah.
FSB menuduh Durov telah membantu terorisme dengan menyediakan aplikasi telegram untuk perekrutan dan komunikasi antara pelaku terorisme. FSB juga mengklaim bahwa Telegram telah menjadi alat komunikasi utama bagi kelompok-kelompok teroris di seluruh dunia.
Durov telah beberapa kali menolak untuk bekerja sama dengan otoritas Rusia, sehingga membuat FSB semakin marah. FSB telah lama menuduh Durov telah membantu aktivitas terorisme dengan menyediakan aplikasi telegram kepada kelompok-kelompok teroris.
Pada tahun 2022, Telegram telah diblokir di negara bagian Tatarstan Rusia karena diduga digunakan untuk menyebarkan informasi terorisme. Namun, Durov kemudian mengatakan bahwa Telegram tidak memiliki akses untuk menghapus konten yang dianggap terorisme.
Durov, yang telah menjadi salah satu miliarder muda terbesar di dunia, telah menjadi sasaran kritikan dari otoritas Rusia karena pandangannya yang berbeda tentang kebebasan berbicara. Durov telah berjanji untuk melindungi privasi penggunanya dan tidak akan bekerja sama dengan otoritas untuk menghapus konten.
Jika Durov terbukti bersalah, ia dapat menghadapi hukuman penjara seumur hidup. Namun, belum jelas apakah Rusia akan dapat menangkap Durov karena ia memiliki paspor Uni Emirat Arab dan Prancis.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://dunia.tempo.co/read/2116049/rusia-berusaha-tangkap-bos-telegram-dakwaannya-terorisme, without altering the facts of the original article.