**Houthi Tuduh Kapal Kargonya Angkut Persenjataan, Satu WNI Tewas di Yaman** **Pembuka** Serangan kelompok Houthi di Yaman melibatkan kapal kargo MV Tihamah yang merupakan kapal milik warga negara Indonesia. Serangan ini terjadi pada Selasa (11/08) dan menewaskan satu warga negara Indonesia yang bekerja di kapal tersebut. **Momen Penentu di Menit Akhir** Satu warga negara Indonesia yang bekerja di kapal kargo MV Tihamah dilaporkan tewas akibat serangan yang dilakukan Houthi. Serangan itu terjadi di Pelabuhan al-Makha, Yaman, dan menewaskan tujuh orang dan melukai sekitar 30 orang. Serangan ini bukan cuma menyebabkan kerusakan parah pada area pelabuhan, tapi juga menewaskan tiga warga negara Pakistan yang berstatus anak buah kapal. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** – Kapal kargo MV Tihamah merupakan kapal milik warga negara Indonesia yang bekerja di Yaman. – Serangan Houthi terhadap kapal kargo MV Tihamah menewaskan satu warga negara Indonesia dan tiga warga negara Pakistan. – Serangan itu terjadi di Pelabuhan al-Makha, Yaman, dan menewaskan tujuh orang dan melukai sekitar 30 orang. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Serangan Houthi terhadap kapal kargo MV Tihamah menunjukkan bahwa konflik di Yaman masih belum berakhir. Perang sipil di Yaman bermula pada 2014, saat Houthi, yang bersekutu dan mendapat dukungan dari Iran, menyerang dan mengambil alih ibu kota Yaman, Sanaa. Serangan ini juga menunjukkan bahwa Houthi masih memiliki kemampuan untuk menyerang kapal-kapal kargo yang menuju ke luar Yaman. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Serangan Houthi terhadap kapal kargo MV Tihamah menunjukkan bahwa konflik di Yaman masih belum berakhir. Otoritas militer Yaman di bawah kendali Houthi menuduh kapal kargo MV Tihamah mengangkut peralatan militer Saudi di Selat Bab al-Mandab. Tuduhan ini belum mendapat tanggapan dari otoritas Saudi. Serangan ini juga menunjukkan bahwa Houthi masih memiliki kemampuan untuk menyerang kapal-kapal kargo yang menuju ke luar Yaman. Kementerian Luar Negeri Indonesia membenarkan peristiwa serangan terhadap MV Tihamah itu. Namun mereka bilang saat ini masih berusaha mengonfirmasi kematian WNI tersebut. Identitas WNI yang tewas tersebut belum dipublikasikan oleh Kemlu Indonesia maupun otoritas Yaman. Dia hanya disebut bekerja sebagai anak buah kapal MV Tihamah. Selain satu WNI yang tewas itu, terdapat pula dua anak buah MV Tihamah lainnya yang berstatus WNIâsatu di antaranya mengalami luka ringan akibat terkena serpihan dan satu lainnya sedang dirawat di rumah sakit, menurut Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yaman yang berkantor di ibu kota Oman, Muscat. Serangan Houthi ke kapal MV Tihamah itu juga menewaskan tiga warga negara Pakistan, yang juga berstatus anak buah kapal, menurut otoritas Yaman. Kematian WNI di kapal MV Tihamah terjadi dalam rentetan perang sipil di Yaman, yang eskalasinya meningkat sejak konflik militer pecah antara Iran dan Amerika Serikat pada Februari lalu. Perang sipil di Yaman bermula pada 2014, saat Houthi, yang bersekutu dan mendapat dukungan dari Iran, menyerang dan mengambil alih ibu kota Yaman, Sanaa. Peristiwa itu memaksa pemerintahan Yaman hasil pemilu, yang dipimpin Abdrabbuh Mansour Hadi, mengungsi ke Arab Saudi. Sejak saat itu Houthi menguasai Sanaa, tapi pemerintahan Yaman di bawah Mansour Hadi berlanjut ketika jabatan presiden itu dilanjutkan Rashad al-Alimi pada 2022. Pemerintahan di luar Yaman ini diakui oleh AS dan para sekutunya. Omar Al-Bakhiti, juru bicara pemerintah Yaman di bawah Houthi, melontarkan kritik terhadap blokade yang dilakukan Arab Saudi terhadap Yaman. Al-Bakhiti menuduh Arab Saudi sebelumnya telah membela serangan pemerintahan Yaman di bawah Rashad al-Alimi karena mereka memiliki kepentingan di dalamnya. “Tentara Yaman [di bawah Houthi] sangat serius dalam memberlakukan larangan terhadap pelayaran Saudi dan posisi ini tidak dapat diubah,” kata Al-Bakhiti. “Kami katakan kepada musuh kami, Saudi, alih-alih menangis dan meratap atas kapal-kapal yang menjadi sasaran, hentikan pengepungan dan agresi kejam Anda terhadap rakyat Yaman,” ujarnya. Informasi lain terkait serangan terhadap MV Tihamah dipublikasi oleh kantor berita Tasnim, milik pemerintah Iran. Mengutip pejabat Houthi di Sanaa, kantor berita Tasnim menyebut serangan terhadap MV Tihamah terjadi di Pelabuhan al-Makha, yang terletak di pantai barat Yaman. Otoritas Houthi menuding kapal kargo itu membawa peralatan militer Arab Saudi yang hendak diserahkan kepada tentara bayaran Yaman. Tuduhan ini belum mendapat respons dari Arab Saudi. **Kesimpulan** Serangan Houthi terhadap kapal kargo MV Tihamah menunjukkan bahwa konflik di Yaman masih belum berakhir. Serangan ini juga menunjukkan bahwa Houthi masih memiliki kemampuan untuk menyerang kapal-kapal kargo yang menuju ke luar Yaman. Kementerian Luar Negeri Indonesia membenarkan peristiwa serangan terhadap MV Tihamah itu. Namun mereka bilang saat ini masih berusaha mengonfirmasi kematian WNI tersebut. Identitas WNI yang tewas tersebut belum dipublikasikan oleh Kemlu Indonesia maupun otoritas Yaman.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c4g48z75jr3o?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.