Prabowo Berharap Dividen BUMN Meningkat, Danantara Dinilai Pantas Menerima Tanda Kehormatan
Prabowo Subianto, Presiden RI, mengatakan bahwa dividen BUMN (Badan Usaha Milik Negara) lebih tepat dihitung secara neto setelah dikurangi penyertaan modal negara (PMN) yang diberikan dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) pada tahun yang sama.
Kronologi Fakta
Pada tahun 2024, dividen BUMN setelah dikurangi PMN tercatat sebesar Rp 53 triliun. Angka itu kemudian meningkat menjadi Rp 138 triliun pada tahun 2025, atau naik 160%.
“Namun tentu lebih tepat angka dividen BUMN dilihat secara net dengan penanaman modal negara atau PMN yang diberikan dari APBN ke BUMN pada tahun yang sama. Pada tahun 2024, dividen BUMN dikurangi PMN adalah Rp 53 triliun. Tahun 2025, dividen BUMN dikurangi PMN adalah Rp 138 triliun. Naik 160%”, kata Presiden Prabowo.
Pada tahun 2026, Prabowo menyebut dividen BUMN diproyeksikan kembali naik hingga Rp 200 triliun. Angka tersebut disebut tanpa adanya PMN.
Mengapa & Dampak
Prabowo berharap dividen BUMN meningkat sebagai tanda keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan kinerja BUMN. Hal ini juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BUMN sebagai lembaga yang efektif dan efisien.
Dengan meningkatnya dividen BUMN, pemerintah juga dapat meningkatkan pendapatan negara melalui pajak dan lain-lain. Hal ini dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penutup
Dividen BUMN yang meningkat juga dapat meningkatkan kinerja Garuda, skuad nasional Indonesia, dalam meningkatkan kinerja ekonomi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Oleh karena itu, Prabowo berharap dividen BUMN terus meningkat dan menjadi contoh bagi BUMN lainnya.
Demikian informasi tentang prabowo dan dividen BUMN. Semoga bermanfaat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8618102/prabowo-puji-danantara-dividen-bumn-melonjak-pantas-terima-tanda-kehormatan, without altering the facts of the original article.