Ari Askhara dan Perjalanan Kariernya: Dari Perbankan hingga Direktur Utama Garuda Indonesia
Ari Askhara merupakan salah satu eksekutif Indonesia yang memiliki perjalanan karier cukup panjang dan beragam. Sebelum dikenal sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, ia telah melewati berbagai posisi di sektor perbankan, keuangan internasional, pelabuhan, konstruksi, dan perusahaan BUMN.
Nama lengkap Ari Askhara adalah I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Ia lahir di Jakarta pada 13 Oktober 1971 dan menempuh pendidikan ekonomi serta bisnis. Perjalanan profesionalnya memperlihatkan bagaimana pengalaman di bidang keuangan kemudian membawanya ke berbagai posisi strategis di perusahaan besar Indonesia. (detikfinance)
Artikel ini membahas perjalanan karier Ari Askhara, mulai dari awal bekerja di perbankan hingga dipercaya menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia, termasuk berbagai jabatan penting yang pernah diembannya.
Profil Singkat Ari Askhara
Ari Askhara lahir di Jakarta pada 13 Oktober 1971. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Setelah menyelesaikan pendidikan S1, Ari melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Indonesia. Ia mengambil bidang Administrasi Bisnis dengan konsentrasi International Finance. Latar belakang pendidikan tersebut kemudian sangat berkaitan dengan perjalanan kariernya di sektor perbankan dan korporasi. (detikfinance)
Sejak awal karier, Ari sudah berkecimpung dalam bidang yang berkaitan dengan keuangan. Pengalaman tersebut menjadi fondasi ketika ia kemudian dipercaya menduduki berbagai jabatan di perusahaan nasional dan BUMN.
Awal Karier Ari Askhara di Perbankan
Perjalanan karier Ari Askhara dimulai dari sektor perbankan. Ia tercatat berkarier di Bank Mandiri sejak 1994 hingga 2005. Masa kerja lebih dari satu dekade tersebut memberinya pengalaman mendalam mengenai pengelolaan keuangan, pembiayaan, investasi, dan manajemen perbankan. (IDN Times)
Setelah mendapatkan pengalaman panjang di Bank Mandiri, Ari kemudian melanjutkan karier ke sektor perbankan internasional.
Ia pernah menduduki posisi Vice President di Deutsche Bank, kemudian menjadi Director di Barclays Investment Bank. Ia juga memiliki pengalaman di Standard Chartered serta ANZ Bank Indonesia. (IDN Times)
Pengalaman di berbagai institusi keuangan tersebut membuat Ari memiliki pemahaman mengenai praktik bisnis dan keuangan yang lebih luas.
Pengalaman di Lembaga Keuangan Internasional
Salah satu bagian penting dalam perjalanan Ari Askhara adalah pengalamannya bekerja di sejumlah perusahaan keuangan internasional.
Karier di Deutsche Bank, Barclays, Standard Chartered, dan ANZ memberikan kesempatan baginya untuk menangani berbagai aktivitas yang berkaitan dengan investasi, pembiayaan, serta pengelolaan risiko.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi modal ketika Ari mulai masuk ke lingkungan BUMN.
Perpindahan dari sektor perbankan menuju perusahaan negara juga memperlihatkan perubahan fokus dalam kariernya. Jika sebelumnya banyak berkutat dengan sektor finansial, Ari mulai berhadapan dengan bisnis transportasi, logistik, infrastruktur, dan pelayanan publik.
Masuk ke Pelindo III
Pada 2014, Ari Askhara mulai memasuki lingkungan BUMN melalui PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III.
Di perusahaan tersebut, ia dipercaya sebagai Direktur Keuangan. Posisi tersebut sesuai dengan pengalaman panjangnya di sektor perbankan dan keuangan. (detikfinance)
Pelindo III merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kepelabuhanan dan memiliki peran penting dalam jaringan logistik Indonesia. Karena itu, jabatan Ari tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan keuangan, tetapi juga bersentuhan dengan strategi bisnis dan pengembangan perusahaan.
Pengalaman di Pelindo kemudian menjadi salah satu batu loncatan penting dalam perjalanan profesionalnya.
Ari Askhara Mulai Masuk Garuda Indonesia
Menariknya, Ari Askhara sebenarnya sudah memiliki pengalaman di Garuda Indonesia sebelum menjadi direktur utama.
Pada Desember 2014, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, Ari diangkat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (Wikipedia)
Posisi tersebut memberinya kesempatan untuk memahami bisnis penerbangan dari sisi keuangan dan manajemen risiko.
Industri penerbangan memiliki karakter yang berbeda dengan perbankan dan pelabuhan. Maskapai harus mengelola berbagai komponen biaya, seperti bahan bakar, armada, perawatan pesawat, tenaga kerja, bandara, serta rute penerbangan.
Pengalaman Ari di bidang keuangan menjadi relevan dengan kebutuhan tersebut.
Menjadi Direktur Human Capital Wijaya Karya
Perjalanan karier Ari Askhara kemudian berlanjut ke sektor konstruksi.
Pada 2016, ia dipercaya menjadi Direktur Human Capital dan Pengembangan Sistem PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (detikfinance)
Posisi tersebut memperluas pengalaman Ari. Jika sebelumnya lebih banyak berkaitan dengan keuangan dan manajemen risiko, di Wijaya Karya ia mendapatkan pengalaman mengenai pengelolaan sumber daya manusia serta pengembangan sistem perusahaan.
Karier lintas sektor seperti ini menjadi salah satu karakteristik perjalanan profesional Ari Askhara.
Kembali ke Pelindo III sebagai Direktur Utama
Pada 4 Mei 2017, Ari Askhara kembali ke Pelindo III, tetapi kali ini dengan jabatan yang jauh lebih tinggi.
Ia ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pelindo III (Persero). Pengangkatan tersebut dilakukan berdasarkan keputusan Menteri BUMN. (detikfinance)
Sebagai Direktur Utama, Ari bertanggung jawab terhadap keseluruhan operasional dan strategi perusahaan.
Pengalaman sebelumnya sebagai Direktur Keuangan Pelindo III tentu menjadi keuntungan. Ia sudah memahami karakter perusahaan sebelum akhirnya dipercaya menjadi pemimpin tertinggi.
Jabatan tersebut sekaligus menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier Ari sebelum kembali ke Garuda Indonesia.
Ditunjuk sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia
Puncak popularitas Ari Askhara terjadi pada September 2018.
Dalam RUPSLB yang digelar pada 12 September 2018, Ari resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia, menggantikan Pahala N. Mansury. (detikfinance)
Penunjukan tersebut menarik perhatian karena Ari bukan orang baru di Garuda. Sebelumnya, ia pernah menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko perusahaan tersebut.
Dengan pengalaman di bidang keuangan, pelabuhan, dan manajemen BUMN, Ari diharapkan mampu membawa Garuda Indonesia menghadapi berbagai tantangan bisnis.
Pada saat itu, tantangan Garuda Indonesia cukup kompleks. Perusahaan harus meningkatkan efisiensi, memperkuat kinerja keuangan, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menghadapi persaingan industri penerbangan yang semakin ketat.
Tantangan Ari Askhara sebagai Dirut Garuda
Sebagai Direktur Utama, Ari memiliki tanggung jawab besar untuk mengelola perusahaan penerbangan nasional.
Berbagai keputusan strategis harus dibuat, mulai dari pengelolaan armada hingga hubungan dengan mitra bisnis.
Pada masa kepemimpinannya, Garuda juga menjalankan sejumlah strategi bisnis, termasuk kerja sama dengan Sriwijaya Air. Namun, masa jabatan Ari akhirnya diwarnai berbagai kontroversi.
Salah satu isu yang paling mendapat perhatian publik adalah kebijakan dan hubungan manajemen dengan sejumlah pihak di internal perusahaan.
Kontroversi tersebut kemudian mencapai puncaknya pada akhir 2019.
Kasus Harley-Davidson dan Brompton
Perjalanan Ari Askhara sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia berakhir setelah muncul kasus pengangkutan Harley-Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat Garuda.
Pada November 2019, sebuah Airbus A330-900neo Garuda Indonesia yang baru dikirim dari Toulouse, Prancis, menjadi sorotan setelah ditemukan sepeda motor Harley-Davidson dan dua sepeda Brompton di dalam pesawat. (Business Insider)
Kasus tersebut kemudian diperiksa oleh pihak berwenang dan menjadi isu besar di Indonesia.
Menteri BUMN saat itu, Erick Thohir, kemudian mengumumkan pemberhentian Ari dari jabatan Direktur Utama Garuda Indonesia pada 5 Desember 2019. Keputusan tersebut diambil setelah pemeriksaan dan laporan terkait kasus tersebut. (kumparan)
Peristiwa ini menjadi titik balik yang sangat besar dalam perjalanan karier Ari.
Proses Hukum Setelah Kasus Garuda
Kasus tersebut kemudian berlanjut ke proses hukum. Ari Askhara didakwa dalam perkara kepabeanan yang berkaitan dengan Harley-Davidson dan sepeda Brompton. (detiknews)
Pada 2021, Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan putusan terhadap Ari dalam perkara tersebut dengan hukuman satu tahun penjara dan masa percobaan 20 bulan. (IDN Times)
Kasus tersebut membuat perjalanan karier Ari sebagai eksekutif BUMN menjadi perhatian luas. Dari sisi reputasi, pencopotan dari Garuda menjadi salah satu peristiwa paling menentukan dalam perjalanan profesionalnya.
Melanjutkan Karier di Sektor Maritim
Meskipun tidak lagi memimpin Garuda Indonesia, Ari tetap melanjutkan aktivitas profesionalnya di sektor korporasi.
Ia kemudian kembali ke bidang yang memiliki keterkaitan dengan transportasi, logistik, dan energi.
Ari pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT GTS Internasional Tbk (GTSI), perusahaan yang bergerak di bidang transportasi gas. Pengalaman sebelumnya di Pelindo dan Garuda membuat sektor transportasi dan maritim bukan merupakan bidang yang sepenuhnya baru baginya. (IDN Times)
Pada 2026, Ari juga kembali menjadi perhatian setelah ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI). (suara.com)
Perjalanan Karier Ari Askhara dalam Perspektif
Jika dirangkum, perjalanan karier Ari Askhara menunjukkan perpindahan yang cukup luas.
Ia memulai karier dari sektor perbankan, kemudian masuk ke lembaga keuangan internasional. Setelah itu, ia berpindah ke BUMN dan menangani sektor pelabuhan, penerbangan, konstruksi, serta maritim.
Beberapa posisi penting yang pernah diembannya antara lain:
- Bank Mandiri – 1994–2005.
- Deutsche Bank – Vice President.
- Barclays Investment Bank – Director.
- Standard Chartered – Director.
- Pelindo III – Direktur Keuangan.
- Garuda Indonesia – Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.
- Wijaya Karya – Direktur Human Capital dan Pengembangan Sistem.
- Pelindo III – Direktur Utama.
- Garuda Indonesia – Direktur Utama.
- GTS Internasional – Direktur Utama.
- Humpuss Maritim Internasional – Direktur Utama pada 2026. (IDN Times)
Rangkaian jabatan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman finansial menjadi fondasi utama yang kemudian membawanya ke berbagai industri.
Pelajaran dari Perjalanan Karier Ari Askhara
Perjalanan Ari Askhara memberikan gambaran bahwa pengalaman profesional dapat berkembang melalui berbagai sektor.
Keahlian di bidang keuangan dapat menjadi modal untuk masuk ke perusahaan transportasi, pelabuhan, dan maritim. Namun, semakin tinggi jabatan yang diemban, semakin besar pula tanggung jawab terhadap tata kelola, transparansi, dan reputasi perusahaan.
Kisah Ari juga menunjukkan bahwa perjalanan karier seorang eksekutif tidak selalu berjalan lurus. Pencapaian di posisi strategis dapat diikuti tantangan besar yang berdampak terhadap karier.
Kesimpulan
Ari Askhara dan perjalanan kariernya merupakan kisah profesional yang penuh dinamika. Ia memulai karier dari sektor perbankan sebelum memperoleh pengalaman di sejumlah lembaga keuangan internasional.
Setelah itu, Ari masuk ke dunia BUMN dan dipercaya memegang berbagai posisi strategis di Pelindo III, Garuda Indonesia, serta Wijaya Karya. Pengalaman tersebut kemudian mengantarkannya menjadi Direktur Utama Pelindo III pada 2017 dan Direktur Utama Garuda Indonesia pada 2018. (detikfinance)
Namun, masa kepemimpinannya di Garuda Indonesia berakhir pada Desember 2019 setelah kontroversi terkait Harley-Davidson dan Brompton. Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dari catatan perjalanan kariernya. (Business Insider)
Setelah meninggalkan Garuda, Ari tetap melanjutkan karier di sektor korporasi, termasuk di bidang transportasi gas dan maritim. Pada 2026, ia kembali dipercaya menduduki posisi Direktur Utama HUMI. (IDN Times)
Dengan latar belakang perbankan dan pengalaman panjang di berbagai perusahaan besar, profil Ari Askhara menunjukkan perjalanan seorang eksekutif yang melewati banyak sektor strategis sebelum mencapai posisi puncak di Garuda Indonesia.
Kata kunci SEO: Ari Askhara, perjalanan karier Ari Askhara, profil Ari Askhara, Ari Askhara Garuda Indonesia, Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara BUMN, karier Ari Askhara, pendidikan Ari Askhara, Ari Askhara Pelindo III, Ari Askhara perbankan.
penulis :nofa oktaviya