Tragedi banjir bandang dahsyat yang meluluhkan kawasan perbatasan Nepal dan Tibet—dengan ratusan korban jiwa dan ribuan orang yang masih dalam pencarian—memicu gelombang simpati luas dari berbagai kalangan, termasuk figur publik Indonesia seperti Ariel Tatum.
Meskipun pemberitaan media belakangan ini juga diwarnai oleh ranah hukum domestik terkait pengesahan perubahan nama legalnya menjadi Ariel Dewinta Ayu Sekarini, kepekaan sosial para pesohor dalam memanfaatkan pengaruh digitalnya tetap menjadi sorotan penting. Aksi empati, pengiriman doa, serta seruan solidaritas lintas batas yang disuarakan figur publik dinilai mampu merajut kembali kepedulian global terhadap krisis kemanusiaan yang tengah melanda kawasan Himalaya tersebut.
penulis:Nuraini