Denada, penyanyi dan penyiar lagu Cuan yang kini sering muncul di layar kaca, akhirnya membuka suara tentang kemampuan memasaknya, menanggapi komentar netizen yang menyoroti konten masakannya yang viral. Ia mengakui bahwa ia tidak memiliki bakat di dapur dan tidak pernah gemar memasak sejak lama, meski kini banyak orang menantikan video resepnya.
Denada dan Sejarah Dapur di Rumah Tangga
Menurut pernyataan Denada, saat masih berstatus istri Jerry Aurum, ia tidak pernah memegang peran juru masak di rumah. “Jadi aku tuh memang dari dulu, waktu zamannya masih nikah sama Mas Jerry juga, yang masak itu Mas Jerry,” ujarnya di Studio Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026). Dalam keluarga mereka, Jerry mengisi peran utama sebagai koki, sedangkan Denada lebih fokus pada karier musik dan acara televisinya. Akibatnya, Denada tidak pernah memiliki kesempatan untuk mengasah teknik memasak, sehingga ia merasa tidak memiliki bakat dalam hal tersebut.
Namun, situasi berubah drastis ketika Denada harus menetap di Singapura bersama putrinya, Aisha Aurum, untuk mengikuti pengobatan. Di sana, ia dipaksa oleh keadaan untuk masuk ke dapur demi memastikan asupan makanan yang sehat dan bersih bagi sang buah hati. “Tapi emang waktu di Singapura ya masak, ya karena kan emang harus masak,” ujarnya. Keputusan ini membuat Denada harus belajar memasak secara mandiri, tanpa bantuan suaminya yang biasanya menjadi juru masak di rumah.
Upaya Denada Mengasah Keterampilan Memasak
Denada mencoba belajar memasak melalui berbagai tutorial online dan video resep. Ia berusaha mengikuti langkah-langkah yang disajikan oleh koki profesional, namun hasilnya sering kali tidak sesuai harapan. “Jujur gak seenak beneran. Makanya emang sudah hopeless,” pungkasnya. Meskipun demikian, ia tetap mencoba memperbaiki teknik dan mencicipi masakan yang dibuatnya untuk memastikan kualitasnya.
Video yang menampilkan Denada memamerkan foto bersama putranya, Ressa Rossano, menunjukkan bahwa ia tetap berusaha menyeimbangkan peran sebagai ibu dan artis. Meskipun demikian, ia menyadari bahwa memasak bukanlah passion-nya, melainkan suatu keharusan yang harus dipenuhi demi kesehatan keluarganya.
Dampak Emosional dan Sosial bagi Denada
Keputusan Denada untuk belajar memasak secara otodidak tidak hanya menambah beban emosional, tetapi juga memunculkan tekanan sosial. Banyak penggemar dan netizen yang menilai kualitas masakan Denada, memaksa ia untuk tampil lebih baik di depan publik. Situasi ini menambah rasa frustasi karena ia tidak pernah memiliki bakat alami dalam memasak, sehingga setiap kali ia mencoba membuat hidangan baru, ia merasa tidak cukup kompeten.
Di sisi lain, pengalaman ini juga memperlihatkan tekad Denada untuk melayani keluarganya. Meskipun ia merasa tidak memiliki bakat, ia tetap berusaha memastikan asupan makanan Aisha tetap sehat dan aman. Hal ini menunjukkan bahwa ia lebih memprioritaskan kebutuhan keluarga daripada keinginan pribadi dalam hal memasak.
Refleksi Denada tentang Masa Depan Memasak
Denada menegaskan bahwa ia tidak melihat memasak sebagai passion-nya. Ia lebih fokus pada karier musik dan acara televisinya, namun tetap terbuka untuk belajar hal baru demi kebaikan keluarga. “Emang gak bakat masak. Sebenarnya aslinya itu dan bukan passion-nya,” kata Denada. Ia menyadari bahwa keterbatasan bakat tidak membuatnya tidak bisa mencoba, namun ia tetap realistis mengenai hasil yang dapat dicapai.
Pengalaman Denada di Singapura menjadi titik balik dalam hidupnya, di mana ia belajar bahwa terkadang kita harus melangkah keluar dari zona nyaman. Meskipun hasil masakannya belum memuaskan, ia tetap bersikap positif dan berusaha memperbaiki keterampilan. Ia juga berharap bahwa penggemar dan netizen dapat memahami bahwa setiap orang memiliki keterbatasan, dan tidak semua orang memiliki bakat di bidang yang sama.
Kesimpulan: Denada dan Tantangan Membuka Dapur
Denada akhirnya membuka suara tentang keterbatasannya dalam memasak, menanggapi komentar netizen yang menyoroti konten masakannya yang viral. Ia mengakui bahwa ia tidak memiliki bakat di dapur dan tidak pernah gemar memasak sejak lama. Meskipun begitu, situasi berubah ketika ia harus menetap di Singapura untuk menemani putrinya, Aisha Aurum, menjalani pengobatan. Dalam kondisi tersebut, ia dipaksa memasak demi memastikan asupan makanan yang sehat dan bersih bagi sang buah hati. Meskipun sudah mencoba belajar melalui berbagai tutorial, hasil masakannya sering kali tidak sesuai harapan.
Denada menunjukkan bahwa meskipun tidak memiliki bakat alami, ia tetap berusaha melayani keluarganya. Ia menegaskan bahwa memasak bukan passion-nya, melainkan keharusan yang harus dipenuhi. Pengalaman ini memberi pelajaran tentang bagaimana seseorang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan tak terduga dan tetap berfokus pada kebutuhan keluarga.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://hot.detik.com/celeb/d-8647712/denada-akui-tak-bakat-masak-meski-kontennya-viral, without altering the facts of the original article.