IHSG Menguat Menjelang Akhir Pekan: Sektor Saham Berhijau & Proyeksi 7.000 di Akhir 2026
Berita Hari Ini – 04 September 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan momentum kenaikan pada perdagangan Jumat, 4 September 2026, menembus zona hijau di atas 6.695. Pada saat pembukaan, indeks ini menguat 0,19 % menjadi 6.689,84, dan di menit ke‑10 perdagangan mencapai 6.690,33. Nilai tertinggi tercatat 6.704,13, sementara terendah berada di 6.685,48. Transaksi harian mencapai Rp1,64 triliun dengan volume perdagangan 3,8 miliar lembar, mencerminkan minat investor yang kuat.
Pergerakan Sektor Saham
- Energi: naik 0,87 %
- Basic Materials: naik 0,49 %
- Consumer Cyclical: melompat 0,76 %
- Financial: naik 0,49 %
- Properti: bertambah 0,35 %
- Infrastruktur: menguat 0,64 %
- Industri: melemah 0,24 %
- Consumer Non‑Cyclical: balik zona hijau
- Kesehatan: melemah 0,04 %
- Teknologi: tergelincir 0,36 %
- Transportasi: turun 0,57 %
Saham Unggulan yang Menguat Lebih dari 10 %
| Nama Saham | Persentase Kenaikan | Harga Akhir |
|---|---|---|
| VRNA | 21,21 % | Rp120 |
| KKES | 10,5 % | — |
| MPOW | 10,3 % | — |
| TOOL | 10,1 % | — |
| FORU | 10,0 % | — |
Support dan Resistance IHSG
- Support: 6.620 – 6.650
- Resistance: 6.700 – 6.720
Rekomendasi Saham Berdasarkan Analisis Sekuritas
PT MNC Sekuritas menyoroti saham PT Astra International (ASII), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bakrie & Brothers (BNBR), serta PT Chandra Daya Investasi (CDIA) sebagai potensi beli. Sementara PT Pilarmas Investindo memilih PT Raharja Energi Cepu (RATU), PT Indosat (ISAT), dan PT Harum Energy (HRUM) sebagai target.
Proyeksi J.P. Morgan: IHSG Bisa Capai 7.000 di Desember 2026
J.P. Morgan menilai bahwa sentimen pasar yang positif, posisi investor yang masih rendah, serta likuiditas domestik yang kuat dapat menuntun IHSG mencapai 7.000 pada akhir tahun. Faktor pendukung termasuk pertumbuhan laba emiten semester pertama 2026 sebesar 6 % dan penjualan mobil nasional naik dua digit, menambah momentum di sektor konsumer. Namun, bank sentral dan tingkat suku bunga tinggi menjadi risiko utama yang dapat melambatkan momentum di semester kedua.
Pengaruh Pasar Internasional
Bursa saham AS menguat setelah komentar Gubernur The Fed Christopher Waller meredakan kekhawatiran suku bunga. Indeks Dow Jones naik 1,18 %, S&P 500 1,06 %, dan Nasdaq 1,40 %. Rangkaian kenaikan ini turut mendorong pasar Asia, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Australia, yang menunjukkan rebound di sesi perdagangan Kamis. Nilai tukar rupiah terhadap dolar berada di kisaran 17.620, mendukung sentimen positif di pasar domestik.
Arus Modal dan Riset Harian
Net buy asing mencapai Rp1,11 triliun pada 3 September, dengan saham terlaris di kalangan investor asing meliputi BMRI, BBCA, CPIN, ANTM, dan ADRO. Riset harian BNI Sekuritas menyatakan bahwa IHSG berpotensi koreksi terbatas hari ini, mengingat level support dan resistance yang telah ditetapkan. Investor disarankan untuk memonitor pergerakan saham energi, konsumer, dan teknologi sebagai indikator utama.
Dengan kombinasi faktor domestik dan global yang mendukung, IHSG menampilkan dinamika yang menarik bagi para pelaku pasar. Pergerakan harga saham, volume perdagangan, dan analisis teknikal menunjukkan peluang bagi investor yang siap menyesuaikan strategi di tengah volatilitas yang masih ada.