Gojek dan KAI Sambut Era Mobilitas Terintegrasi, Morgan Stanley Menambah Saham GOTO
Berita Hari Ini – 09 September 2026 | Di tengah dinamika mobilitas kota, Gojek dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada 7 September 2026 untuk memodernisasi kawasan Stasiun Bogor. Kolaborasi ini bertujuan mengoptimalkan titik jemput GoRide dan GoCar Instant, memudahkan penumpang KRL Commuter Line melanjutkan perjalanan tanpa menunggu lama. Penataan ini juga mendukung rapi dan tertib aktivitas naik turun penumpang di stasiun yang kini melayani sekitar 130.000 pengguna per hari.
Henky Prihatna, Chief of Partnership GoTo, menegaskan bahwa integrasi antarmoda ini tidak hanya memperlancar perjalanan, tetapi juga membuka peluang pendapatan bagi mitra driver Gojek. Di sisi lain, Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, berharap konsep konektivitas ini dapat diadopsi di stasiun lain, bahkan menginisiasi LRT perkotaan di Bogor.
Rangkaian Titik Jemput di 37 Stasiun
Gojek berencana menempatkan titik jemput GoRide dan GoCar Instant di 37 stasiun, termasuk Bogor. Fitur Instant di aplikasi memungkinkan penumpang memesan layanan taksi online secara real‑time, meminimalkan waktu tunggu dan meningkatkan keamanan di area stasiun.
Menguat Investasi Morgan Stanley di GOTO
Sementara itu, pada awal September 2026, Morgan Stanley & Co International PLC menambah kepemilikan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Melalui tiga transaksi pada 2 September, perusahaan tersebut membeli lebih dari 21,9 miliar saham GOTO dengan harga Rp25 per saham, menambah nilai investasi sekitar Rp545 miliar.
- Transaksi pertama: 12.577.872.400 lembar
- Transaksi kedua: 11.953.200 lembar
- Transaksi ketiga: 9.221.177.326 lembar
Setelah pembelian, kepemilikan Morgan Stanley mencapai 87.487.916.784 lembar, setara 7,59% hak suara. Sebelumnya, kepemilikan mereka sebesar 65.808.820.258 lembar atau 5,7157%. Aksi ini menandai strategi investasi jangka panjang di sektor teknologi dan transportasi.
| Jenis Transaksi | Jumlah Saham | Harga per Saham (Rp) | Nilai Transaksi (Rp) |
|---|---|---|---|
| Transaksi Pembelian | 9.221.177.326 | 25 | 230,5 miliar |
| Transaksi Lainnya | 12.700.000.000 | 25 | 317,5 miliar |
| Total | 21.919.002.926 | 25 | 545 miliar |
Meskipun harga GOTO tetap stabil di sekitar Rp50 per saham, aksi beli ini menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap prospek pertumbuhan perusahaan. Sementara GOTO mencatat net foreign sell sebesar Rp2,69 triliun sepanjang tahun 2026, Morgan Stanley menegaskan bahwa transaksi bersifat investasi, bukan pengendalian.
Integrasi antarmoda di Stasiun Bogor dan dukungan modal dari investor global seperti Morgan Stanley menandai langkah strategis GOTO dalam memperluas jaringan layanan serta memperkuat posisi pasar. Dengan kombinasi teknologi ride‑hailing, layanan kereta api, dan investasi institusional, GOTO berpotensi menjadi pelopor mobilitas terintegrasi di Indonesia.