Xi Jinping, yang kini menempati posisi penguasa tertinggi di China, akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Washington DC pada Rabu (23/09), menandai kunjungan pertama dalam 11 tahun. Kunjungan ini menyoroti perjalanan panjang Xi dalam membangun hubungan dengan Amerika Serikat, yang dimulai lebih dari empat dekade sebelum ia menjadi pemimpin paling berkuasa dalam generasi terakhir.
Awal Hubungan Xi dengan Amerika Serikat
Keberadaan Xi Jinping di Amerika Serikat bermula ketika ia masih seorang pejabat daerah dari utara China. Pada era 1980-an, Xi melakukan perjalanan studi banding ke wilayah Midwest AS. Selama beberapa hari di Iowa, ia mempelajari teknik pertanian, mengunjungi ladang, dan bahkan tinggal bersama keluarga setempat di sebuah rumah pinggiran kota. Media pemerintah China mempublikasikan kunjungan ini, menonjolkan persahabatan Xi dengan Terry Branstad, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Iowa. Hubungan pribadi ini kemudian berlanjut ketika Branstad ditunjuk menjadi duta besar AS untuk China di bawah kepresidenan Donald Trump, menegaskan kedekatan Xi dengan pejabat tinggi AS.
Transformasi Xi: Dari Pejabat Rendah ke Pemimpin Tertinggi
Setelah memulai kariernya di tingkat daerah, Xi Jinping akhirnya naik ke posisi yang lebih tinggi. Dalam hampir 14 tahun terakhir, ia telah mengubah struktur Partai Komunis dan menempatkan China pada posisi yang lebih dominan di panggung dunia. Xi yang berusia 73 tahun kini memiliki otoritas yang luas, mempengaruhi kebijakan dalam negeri maupun kebijakan luar negeri, termasuk hubungan dengan AS.
Hubungan AS-China: Dari Kerja Sama ke Persaingan
Hubungan antara AS dan China kini berada di fase persaingan yang intens. Persaingan ini mencakup berbagai bidang, mulai dari pengaruh global, tarif timbal balik, kontrol teknologi, hingga persaingan militer. Perubahan ini menandai pergeseran dari era kerjasama yang pernah dipupuk oleh hubungan pribadi Xi dengan pejabat AS, menuju era persaingan strategis yang lebih tajam.
Dampak Kunjungan Xi ke Washington DC
Keputusan Xi untuk mengunjungi Washington DC menandai langkah penting dalam diplomasi internasional. Kunjungan ini dapat menjadi platform untuk menegosiasikan kembali hubungan AS-China, menilai kembali kebijakan tarif, dan membahas isu teknologi serta keamanan. Selain itu, kunjungan ini juga dapat memperkuat posisi China di mata dunia, menunjukkan bahwa negara ini tetap menjadi kekuatan utama yang tidak dapat diabaikan.
Kesimpulan: Xi Jinping dan Masa Depan Hubungan AS-China
Xi Jinping telah menempuh perjalanan panjang dari seorang pejabat daerah hingga penguasa tertinggi China. Hubungan awalnya dengan AS, yang dimulai di Iowa, kini telah berkembang menjadi hubungan yang kompleks dan penuh persaingan. Kunjungan ke Washington DC menandai babak baru dalam hubungan bilateral, di mana kedua negara dapat mengevaluasi kembali kebijakan dan mencari jalan tengah untuk menjaga stabilitas global.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/cmr4v70q4d52o?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.