25 September 2026
Legislator Jatim Yakin KSH dan Faskes Surabaya Mampu Atasi Influenza A

Legislator Jatim Yakin KSH dan Faskes Surabaya Mampu Atasi Influenza A

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

SURABAYA – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, meyakini Kota Surabaya memiliki berbagai instrumen kesehatan yang dapat dioptimalkan untuk mencegah sekaligus menangani penyebaran Influenza A. Dua unsur yang dinilai memiliki peran penting adalah fasilitas kesehatan (faskes), termasuk puskesmas, serta Kader Surabaya Hebat (KSH) yang berada di tengah masyarakat.

Cahyo menyampaikan hal tersebut di Surabaya pada Kamis (24/9/2026), di tengah meningkatnya perhatian terhadap kasus influenza A di sejumlah wilayah Jawa Timur. Menurutnya, berbagai perangkat kesehatan yang sudah tersedia di Surabaya dapat menjadi bagian penting dalam mencegah penyebaran penyakit agar tidak berkembang menjadi persoalan kesehatan yang lebih besar.

“Saya rasa banyak sekali komponen-komponen instrumen yang dimiliki Kota Surabaya yang bisa menangkal penyebaran influenza ini menjadi lebih besar ataupun berdampak yang berbahaya bagi kondisi kesehatan anak-anak kita,” kata Cahyo, seperti diberitakan ANTARA. AANTARA News Jawa Timur

KSH Didorong Perkuat Pencegahan Influenza A

Cahyo mendorong puskesmas bersama KSH untuk memperkuat langkah promotif dan preventif di lingkungan masyarakat. Upaya tersebut dinilai penting karena pencegahan influenza tidak hanya bergantung pada pelayanan ketika seseorang sudah sakit, tetapi juga membutuhkan edukasi dan pemantauan sejak tingkat keluarga.

KSH dapat menjadi salah satu penghubung antara masyarakat dengan fasilitas kesehatan. Dengan keberadaan kader di berbagai lingkungan, informasi mengenai gejala influenza dan langkah pencegahan dapat disampaikan secara lebih dekat kepada warga.

Edukasi juga perlu menyasar orang tua dan tokoh masyarakat. Menurut Cahyo, pemahaman keluarga mengenai faktor yang dapat memicu muncul serta menyebarnya influenza akan membantu masyarakat mengambil langkah pencegahan secara lebih tepat.

Peran keluarga menjadi semakin penting karena anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapatkan perhatian dalam menghadapi peningkatan aktivitas influenza. Orang tua diharapkan dapat mengenali perubahan kondisi kesehatan anak dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila muncul gejala yang mengkhawatirkan.

Faskes Surabaya Diminta Tetap Siaga

Selain penguatan peran KSH, fasilitas kesehatan di Surabaya juga menjadi bagian penting dalam menghadapi Influenza A. Pemerintah Kota Surabaya sebelumnya memastikan seluruh fasilitas kesehatan berada dalam kondisi siap menghadapi potensi peningkatan kasus.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah meminta rumah sakit milik pemerintah kota memperkuat koordinasi dengan pihak berwenang serta memastikan kesiapan tenaga medis. Pemkot juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik karena gejala Influenza A pada umumnya dapat menyerupai flu biasa dan sebagian besar pasien tidak selalu membutuhkan perawatan inap. SSurabaya City Government+1

Kesiapan fasilitas kesehatan diperlukan agar warga yang mengalami keluhan dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi. Puskesmas juga dapat menjadi pintu awal bagi masyarakat yang membutuhkan konsultasi atau pemeriksaan sebelum mendapatkan rujukan apabila diperlukan.

Cahyo menilai puskesmas di Surabaya memiliki pelayanan, fasilitas, serta sumber daya manusia yang dapat mendukung penanganan penyakit. Karena itu, masyarakat diminta tidak menunda untuk berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala influenza atau kondisi kesehatan memburuk. AANTARA News Jawa Timur

Kasus Influenza di Surabaya Mengalami Peningkatan

Perhatian terhadap Influenza A di Surabaya muncul setelah Dinas Kesehatan Kota Surabaya mencatat puluhan ribu kasus influenza sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Data yang disampaikan Dinkes Surabaya mencatat sebanyak 40.539 kasus influenza secara kumulatif pada periode tersebut. Peningkatan mulai terlihat pada Juli dan Agustus, kemudian kembali meningkat pada periode Agustus hingga September. Ddetikcom

Kepala Dinkes Surabaya Billy Daniel Messakh sebelumnya menyebut peningkatan kasus berada di kisaran 10 persen dan sebagian besar menunjukkan gejala seperti demam, badan lemas, serta batuk. Namun, angka kumulatif kasus influenza tersebut perlu dibedakan dari kasus yang secara spesifik telah dikonfirmasi sebagai subtipe tertentu melalui pemeriksaan laboratorium.

Dengan demikian, masyarakat tidak disarankan langsung menyimpulkan bahwa setiap keluhan flu merupakan Influenza A berdasarkan gejala semata. Pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan untuk menentukan kondisi pasien dan langkah penanganan yang sesuai.

Kelompok Rentan Perlu Mendapat Perhatian

Peningkatan aktivitas Influenza A juga menjadi perhatian di tingkat Jawa Timur. Anggota Komisi E DPRD Jatim lainnya, dr. Benjamin Kristianto, mendorong fasilitas kesehatan memastikan kesiapan pelayanan dan ketersediaan obat di tengah peningkatan aktivitas influenza.

Data surveilans yang dikutip Benjamin menunjukkan bayi dan balita menjadi kelompok dengan proporsi terbesar pada spesimen kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) yang diperiksa BBLKM Surabaya hingga pekan ketiga September 2026. Hhttps://dprd.jatimprov.go.id

Kondisi tersebut membuat perlindungan terhadap anak-anak perlu menjadi salah satu perhatian dalam upaya pencegahan influenza. Selain anak, kelompok lansia serta orang dengan kondisi tertentu yang membuat daya tahan tubuh lebih rendah juga perlu mendapatkan perhatian lebih.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak sebelumnya juga menyampaikan bahwa keluhan ISPA atau Influenza A mengalami peningkatan di sejumlah layanan kesehatan. Namun, hingga 22 September 2026 belum terdapat laporan rumah sakit di Jawa Timur yang kewalahan hingga harus menolak pasien. Ddetikcom

Pencegahan Influenza A Dimulai dari Masyarakat

Upaya menghadapi Influenza A tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan fasilitas kesehatan. Masyarakat memiliki peran penting dalam memutus rantai penularan.

Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan, antara lain menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika sedang mengalami gejala atau berada di tempat ramai, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.

Masyarakat juga dianjurkan menjaga kondisi tubuh melalui pola makan bergizi, istirahat yang cukup, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Apabila mengalami demam, batuk, pilek, nyeri tubuh, atau gangguan pernapasan yang tidak kunjung membaik, warga dapat segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat. Pemeriksaan menjadi penting terutama apabila gejala semakin berat atau muncul pada kelompok rentan.

Sinergi KSH dan Faskes Jadi Kunci

Penguatan koordinasi antara KSH, puskesmas, rumah sakit, pemerintah daerah, keluarga, dan masyarakat menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan Surabaya untuk menghadapi peningkatan aktivitas influenza.

KSH yang berada dekat dengan masyarakat dapat membantu menyampaikan informasi kesehatan sekaligus mendorong warga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan ketika membutuhkan pertolongan. Di sisi lain, puskesmas dan rumah sakit berperan dalam pemeriksaan, pengobatan, pemantauan, hingga rujukan pasien sesuai kebutuhan medis.

Cahyo menilai kombinasi berbagai unsur tersebut dapat memperkuat sistem pencegahan di tingkat masyarakat. Edukasi yang dilakukan secara konsisten juga diharapkan dapat membuat warga lebih memahami influenza sekaligus menghindari kepanikan.

Dengan fasilitas kesehatan yang disiapkan pemerintah dan dukungan KSH di tingkat masyarakat, Surabaya memiliki sejumlah perangkat untuk menghadapi peningkatan aktivitas Influenza A. Tantangannya adalah memastikan seluruh unsur tersebut terus berkoordinasi, memperkuat edukasi, dan merespons gejala penyakit secara cepat serta tepat.

Bagi masyarakat, kewaspadaan tetap diperlukan tanpa harus menimbulkan kepanikan. Mengenali gejala, menerapkan langkah pencegahan, dan segera mencari bantuan tenaga kesehatan ketika kondisi memburuk menjadi bagian penting dalam menghadapi Influenza A di Surabaya.

penulis; sekar nur indriyani

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *