40 Ribu Warga Jatim Terjangkit Wabah Influenza A, Begini Kondisinya
SURABAYA – Kasus influenza mengalami peningkatan di sejumlah wilayah Jawa Timur dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini mendapat perhatian pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan seiring munculnya lebih banyak warga dengan keluhan demam, batuk, pilek, badan lemas hingga gangguan pernapasan.
Namun, perlu diluruskan bahwa angka 40.539 kasus yang ramai diberitakan merupakan data kumulatif kasus influenza di Kota Surabaya berdasarkan laporan puskesmas dan rumah sakit sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Angka tersebut bukan berarti 40 ribu warga di seluruh Jawa Timur telah terkonfirmasi terkena Influenza A. Dinas Kesehatan Surabaya menyebut kasus influenza tersebut cenderung mengarah ke tipe A berdasarkan gejala klinis, sementara penentuan subtipe secara spesifik memerlukan pemeriksaan laboratorium. Ddetikcom+1
Peningkatan kasus mulai terlihat pada Juli hingga Agustus dan kembali mengalami kenaikan memasuki September 2026. Kepala Dinas Kesehatan Surabaya dr Billy Daniel Messakh menyebut peningkatannya sekitar 10 persen, dengan mayoritas gejala yang masih tergolong ringan.
Kasus Influenza di Surabaya Tembus 40.539
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Surabaya, terdapat 40.539 kasus influenza yang tercatat secara kumulatif sejak Januari hingga Agustus 2026. Data tersebut dihimpun dari fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit di Surabaya. Ddetikcom
Dinkes Surabaya menyebut tren peningkatan sudah terlihat sejak pertengahan tahun. Memasuki September, peningkatan kasus kembali menjadi perhatian karena semakin banyak masyarakat datang ke fasilitas kesehatan dengan keluhan yang menyerupai influenza.
Gejala yang banyak ditemukan antara lain demam, badan terasa lemas, batuk, pilek dan sakit tenggorokan. Pada sebagian pasien, terutama kelompok rentan, infeksi saluran pernapasan dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Karena itu, masyarakat tetap diminta waspada meski pemerintah mengimbau agar peningkatan kasus tersebut tidak disikapi dengan kepanikan.
Bukan Semua Kasus 40 Ribu Terkonfirmasi Influenza A
Salah satu hal penting yang perlu dipahami masyarakat adalah perbedaan antara kasus influenza secara umum dengan kasus Influenza A yang telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.
Data 40.539 kasus merupakan angka influenza yang tercatat di fasilitas kesehatan Surabaya. Dinkes menyebut karakteristik gejalanya cenderung mengarah ke Influenza A, tetapi angka tersebut tidak dapat langsung disebut sebagai jumlah pasien yang seluruhnya terkonfirmasi Influenza A. Hhttps://dprd.jatimprov.go.id
Hal ini juga penting dalam pemberitaan mengenai Influenza A H3N2 subclade K, yang belakangan mendapat perhatian dan populer disebut sebagai “super flu”. Keberadaan kasus influenza secara umum tidak otomatis berarti seluruh pasien terinfeksi subclade tersebut.
Pemeriksaan laboratorium tetap diperlukan untuk memastikan jenis atau subtipe virus yang menginfeksi pasien.
Influenza A Meningkat di Jawa Timur
Di tingkat Jawa Timur, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengakui adanya peningkatan keluhan ISPA atau Influenza A di sejumlah layanan kesehatan.
Emil mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan kasus di berbagai daerah. Ia juga meminta rumah sakit tetap sigap melakukan penanganan terhadap pasien yang datang dengan gejala influenza. Ddetikcom
Menurut Emil, influenza pada dasarnya dapat bersifat self-limiting disease, atau penyakit yang dapat membaik dengan sendirinya. Namun, kondisi tersebut tidak berarti influenza boleh dianggap sepele.
Pasien dengan daya tahan tubuh rendah atau yang mengalami komplikasi dapat mengalami kondisi lebih berat. Karena itu, fasilitas kesehatan diminta tetap melakukan pemeriksaan dan menentukan apakah pasien cukup menjalani rawat jalan atau membutuhkan perawatan maupun rujukan.
Hingga 22 September 2026, Emil menyampaikan belum ada laporan rumah sakit di Jawa Timur yang kewalahan hingga harus menolak pasien akibat lonjakan Influenza A. Pemantauan terhadap kapasitas layanan kesehatan tetap dilakukan. Ddetikcom
Anak dan Kelompok Rentan Perlu Diwaspadai
Meskipun data Dinkes Surabaya menunjukkan kasus influenza banyak ditemukan pada orang dewasa, kelompok anak dan kelompok rentan tetap perlu mendapatkan perhatian.
Dokter spesialis paru RSU Dr Soetomo, dr Ariani Permatasari, menyebut peningkatan kasus influenza terlihat sepanjang Juli hingga September 2026. Ia juga menjelaskan bahwa influenza merupakan penyakit musiman yang dapat mengalami peningkatan pada periode tertentu. Ddetikcom
Kelompok yang lebih rentan mengalami komplikasi antara lain bayi, anak-anak, lansia dan orang dengan kondisi imun yang terganggu.
Gejala influenza pada umumnya berupa demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, badan lemas dan nyeri tubuh. Dalam kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi seperti pneumonia atau gangguan pernapasan yang membutuhkan penanganan medis. Ddetikcom
Karena itu, orang tua perlu memperhatikan kondisi anak ketika mengalami demam atau gangguan pernapasan. Jika gejala memburuk atau tidak kunjung membaik, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan.
Influenza A Mudah Menular
Influenza merupakan penyakit saluran pernapasan yang dapat menyebar melalui kontak dengan penderita maupun paparan droplet atau partikel pernapasan.
Tingginya mobilitas masyarakat menjadi salah satu faktor yang dapat memperbesar peluang penularan. Orang yang banyak beraktivitas di luar rumah dan berada di lingkungan padat perlu lebih memperhatikan kebersihan diri serta etika batuk dan bersin.
Dokter Ariani menjelaskan bahwa penularan juga dapat terjadi melalui kontak dengan benda yang telah terkontaminasi virus. Masa inkubasi influenza dapat berlangsung beberapa hari sebelum gejala muncul. Ddetikcom
Kondisi tersebut membuat upaya pencegahan tidak hanya penting bagi orang yang sedang sakit, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya.
Warga Diminta Gunakan Masker dan Jaga Imunitas
Dinas Kesehatan Surabaya mengimbau masyarakat menggunakan masker, terutama ketika mengalami gejala flu atau berada di tempat ramai. Masyarakat juga dianjurkan menjaga kondisi tubuh dengan asupan bergizi dan istirahat yang cukup.
Vaksin influenza juga menjadi salah satu upaya pencegahan yang dapat dipertimbangkan. Dinkes Surabaya menyebut vaksin influenza tersedia di puskesmas. Ddetikcom
Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dr Benjamin Kristianto meminta fasilitas kesehatan memastikan kesiapan layanan serta ketersediaan obat di tengah peningkatan aktivitas influenza.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami demam, batuk atau sesak napas yang tidak kunjung membaik. Hhttps://dprd.jatimprov.go.id
Masyarakat Tidak Perlu Panik
Peningkatan kasus influenza di Surabaya dan sejumlah wilayah Jawa Timur menjadi perhatian, tetapi kondisi tersebut perlu dipahami berdasarkan data yang tersedia.
Angka 40.539 kasus merupakan data kumulatif influenza di Surabaya hingga Agustus 2026, bukan angka 40 ribu kasus Influenza A terkonfirmasi di seluruh Jawa Timur. Sementara di Jawa Timur memang terdapat laporan peningkatan aktivitas Influenza A dan keluhan ISPA di sejumlah fasilitas kesehatan. Ddetikcom+1
Pemerintah daerah bersama fasilitas kesehatan terus melakukan pemantauan. Di sisi lain, masyarakat dapat berkontribusi dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menggunakan masker ketika sakit, menjaga kebersihan tangan, memenuhi kebutuhan istirahat dan gizi, serta segera mengakses layanan kesehatan apabila mengalami gejala yang berat.
Dengan memahami perbedaan antara kasus influenza secara umum dan Influenza A yang terkonfirmasi, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi yang lebih akurat sekaligus tetap waspada menghadapi peningkatan kasus influenza di Jawa Timur.
penulis; sekar nur indriyani