Kenapa Gempa Bumi Bisa Terjadi? Ini Penyebab dan Proses Terjadinya
Kenapa gempa bumi bisa terjadi? Pertanyaan ini sering muncul ketika masyarakat merasakan getaran yang tiba-tiba dari dalam bumi. Gempa bumi merupakan salah satu fenomena alam yang dapat terjadi di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.
Getaran gempa dapat terasa lemah hingga kuat. Dalam kondisi tertentu, gempa dengan kekuatan besar dapat menyebabkan kerusakan bangunan, tanah longsor, hingga tsunami apabila memenuhi kondisi tertentu.
Gempa bumi sebenarnya merupakan bagian dari proses alami yang terjadi di dalam bumi. Sebagian besar gempa bumi terjadi akibat pergerakan dan interaksi lempeng tektonik. Namun, terdapat pula jenis gempa yang berkaitan dengan aktivitas gunung api dan faktor lainnya.
Lalu, apa penyebab gempa bumi dan bagaimana proses terjadinya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu Gempa Bumi?
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam bumi.
Energi tersebut dapat dilepaskan secara tiba-tiba melalui batuan atau zona patahan. Energi kemudian merambat dalam bentuk gelombang seismik sehingga menimbulkan getaran yang dapat direkam oleh alat bernama seismograf.
Besarnya getaran yang dirasakan masyarakat dapat berbeda-beda tergantung pada sejumlah faktor, seperti kekuatan gempa, kedalaman sumber gempa, jarak dari pusat gempa, kondisi tanah, serta karakteristik bangunan.
Kenapa Gempa Bumi Bisa Terjadi?
Penyebab utama gempa bumi adalah pergerakan lempeng tektonik. Lempeng tektonik merupakan bagian besar dari lapisan terluar bumi yang bergerak sangat lambat di atas lapisan di bawahnya.
Meskipun pergerakannya sangat lambat, interaksi antarlempeng dapat menyebabkan tekanan dan tegangan terakumulasi pada batuan.
Ketika tekanan yang tersimpan sudah melebihi kemampuan batuan untuk menahannya, batuan dapat mengalami patahan atau bergeser. Pelepasan energi secara tiba-tiba inilah yang menghasilkan gelombang seismik dan menyebabkan gempa bumi.
Proses Terjadinya Gempa Bumi
Secara sederhana, proses terjadinya gempa bumi dapat dijelaskan melalui beberapa tahap.
1. Lempeng Tektonik Terus Bergerak
Lempeng bumi tidak sepenuhnya diam. Lempeng bergerak secara perlahan akibat proses geologi yang berlangsung di dalam bumi.
Pergerakan tersebut dapat berupa saling mendekat, saling menjauh, atau bergeser satu sama lain.
2. Tekanan Terakumulasi
Ketika dua bagian kerak bumi berinteraksi, batuan di sepanjang zona tertentu dapat mengalami tekanan.
Dalam kondisi tertentu, permukaan batuan tidak langsung bergeser karena adanya gaya yang menahannya. Akibatnya, energi dan tegangan terus terakumulasi.
3. Batuan Mengalami Patahan atau Pergeseran
Ketika tegangan yang terkumpul cukup besar, batuan dapat mengalami patahan atau pergeseran secara tiba-tiba.
Lokasi di dalam bumi tempat gempa mulai melepaskan energi disebut hiposentrum atau fokus gempa.
4. Energi Merambat sebagai Gelombang Seismik
Energi yang dilepaskan kemudian merambat dari sumber gempa melalui gelombang seismik.
Gelombang tersebut dapat bergerak melalui bagian dalam bumi dan mencapai permukaan. Ketika sampai di permukaan, getaran dapat dirasakan oleh manusia dan memengaruhi bangunan di sekitarnya.
5. Terjadi Guncangan di Permukaan
Ketika gelombang seismik mencapai permukaan bumi, masyarakat di wilayah tertentu dapat merasakan guncangan.
Kekuatan guncangan tidak selalu sama di setiap tempat. Wilayah yang lebih dekat dengan sumber gempa biasanya dapat mengalami getaran berbeda dibandingkan wilayah yang lebih jauh.
Apa Itu Episentrum?
Selain hiposentrum, terdapat istilah episentrum yang sering digunakan ketika membahas gempa bumi.
Episentrum merupakan titik di permukaan bumi yang berada tepat di atas hiposentrum.
Informasi mengenai lokasi episentrum penting dalam analisis gempa karena membantu menggambarkan wilayah yang berada di sekitar sumber gempa.
Namun, lokasi episentrum bukan satu-satunya faktor yang menentukan tingkat guncangan di suatu wilayah.
Jenis-Jenis Gempa Bumi Berdasarkan Penyebabnya
Gempa bumi dapat dikelompokkan berdasarkan penyebabnya. Berikut beberapa jenis yang umum dikenal.
Gempa Tektonik
Gempa tektonik terjadi akibat aktivitas atau pergerakan lempeng tektonik. Jenis gempa ini merupakan salah satu penyebab utama gempa yang terjadi di berbagai wilayah dunia.
Indonesia memiliki aktivitas gempa tektonik yang tinggi karena berada di kawasan pertemuan beberapa lempeng tektonik.
Gempa Vulkanik
Gempa vulkanik berkaitan dengan aktivitas gunung api. Pergerakan magma dan perubahan tekanan di dalam sistem gunung api dapat menghasilkan getaran yang direkam sebagai aktivitas kegempaan.
Gempa vulkanik biasanya menjadi salah satu parameter yang dipantau dalam aktivitas gunung api.
Gempa Runtuhan
Gempa runtuhan terjadi akibat runtuhnya struktur bawah permukaan tertentu, seperti gua atau area batuan tertentu. Jenis gempa ini biasanya memiliki cakupan yang lebih terbatas dibandingkan gempa tektonik besar.
Mengapa Indonesia Sering Mengalami Gempa?
Indonesia termasuk wilayah yang memiliki aktivitas kegempaan tinggi karena kondisi geologinya yang kompleks.
Wilayah Indonesia berada di kawasan interaksi beberapa lempeng tektonik. Di sejumlah wilayah terdapat zona subduksi, yaitu ketika satu lempeng bergerak menunjam ke bawah lempeng lainnya.
Selain zona subduksi, Indonesia juga memiliki berbagai sesar aktif. Pergerakan pada zona-zona tersebut dapat menjadi sumber gempa bumi.
Karena kondisi tersebut, gempa bumi merupakan salah satu fenomena alam yang perlu diantisipasi oleh masyarakat Indonesia.
Apakah Gempa Bumi Bisa Diprediksi?
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah gempa bumi dapat diprediksi secara tepat.
Saat ini, waktu, lokasi, dan kekuatan gempa bumi secara tepat tidak dapat diprediksi seperti prakiraan cuaca. Para ahli dapat mempelajari zona rawan gempa, aktivitas sesar, serta pola kegempaan untuk memahami risiko, tetapi hal tersebut berbeda dengan memprediksi secara pasti kapan gempa akan terjadi.
Karena itu, upaya yang penting dilakukan adalah meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat bangunan sesuai standar, serta memahami langkah keselamatan ketika gempa terjadi.
Faktor yang Memengaruhi Kuatnya Guncangan
Besarnya magnitudo gempa bukan satu-satunya faktor yang menentukan seberapa kuat guncangan dirasakan.
Beberapa faktor lain meliputi kedalaman sumber gempa, jarak suatu wilayah dari episentrum, kondisi geologi dan jenis tanah, serta kualitas bangunan.
Tanah lunak, misalnya, dapat memperkuat guncangan tertentu dibandingkan kondisi tanah yang lebih keras.
Karena itu, dua wilayah yang berjarak berbeda dari sumber gempa dapat merasakan tingkat guncangan yang tidak sama.
Dampak yang Bisa Ditimbulkan Gempa Bumi
Gempa bumi dengan kekuatan tertentu dapat menyebabkan berbagai dampak. Guncangan dapat membuat benda jatuh dan merusak bangunan yang tidak kuat terhadap gempa.
Gempa juga dapat memicu bahaya lain, seperti tanah longsor atau likuefaksi pada kondisi tertentu.
Jika gempa kuat terjadi di bawah laut dan memenuhi kondisi tertentu, gempa juga dapat memicu tsunami.
Namun, tidak setiap gempa bawah laut otomatis menyebabkan tsunami. Potensi tsunami bergantung pada karakteristik gempa dan kondisi lainnya.
Cara Menghadapi Gempa Bumi
Masyarakat perlu mengetahui langkah dasar keselamatan ketika gempa terjadi. Saat berada di dalam bangunan, usahakan tetap tenang dan berlindung di tempat yang relatif aman, seperti di bawah meja yang kokoh sambil melindungi kepala.
Jauhi kaca, lemari, dan benda yang mudah jatuh. Setelah guncangan berhenti, keluar dari bangunan secara tertib jika kondisi memungkinkan.
Jika berada di luar ruangan, jauhi bangunan, tiang listrik, pohon, dan benda lain yang berpotensi roboh.
Setelah gempa, ikuti informasi dari lembaga resmi dan hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Kesimpulan
Kenapa gempa bumi bisa terjadi? Sebagian besar gempa bumi terjadi karena adanya pelepasan energi akibat pergerakan dan interaksi lempeng tektonik. Tekanan yang terakumulasi pada batuan dapat menyebabkan patahan atau pergeseran secara tiba-tiba.
Energi tersebut kemudian merambat dalam bentuk gelombang seismik dan menghasilkan getaran yang dapat dirasakan di permukaan bumi.
Selain gempa tektonik, terdapat gempa yang berkaitan dengan aktivitas gunung api maupun proses runtuhan tertentu.
Indonesia memiliki aktivitas gempa yang cukup tinggi karena kondisi geologinya dan keberadaan berbagai zona tektonik aktif. Oleh sebab itu, memahami penyebab gempa bumi dan proses terjadinya menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Dengan memahami proses gempa dan mengetahui langkah keselamatan dasar, masyarakat dapat lebih siap menghadapi guncangan serta mengurangi risiko yang mungkin terjadi.
penulis: Anisa Zahra Sabrina f.