Berita Hari Ini β 01 April 2026 | Denpasar, Bali β Selama periode Posko Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung dari 13 hingga 30 Maret, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berhasil melayani total 1,14 juta penumpang. Angka ini menandai peningkatan 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ketika tercatat 1,13 juta penumpang.
Data resmi yang dirilis oleh PT Angkasa Pura I, pengelola bandara, memecah jumlah penumpang menjadi 503 ribu penumpang rute domestik dan 639 ribu penumpang rute internasional. Peningkatan tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat Indonesia menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri 2026.
Lonjakan Penumpang Sebelum dan Sesudah Lebaran
Puncak arus penumpang sebelum Hari Raya terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 (Hβ3), dengan 71.442 orang dilayani. Sementara itu, puncak pascaβLebaran tercatat pada Senin, 23 Maret 2026 (H+2), dengan 72.139 penumpang, menjadikan hari itu hari tersibuk sepanjang posko.
Pergerakan Pesawat Meningkat 3%
Selama 18 hari tersebut, bandara mencatat 6.927 pergerakan pesawat, naik 3 persen dari 6.734 pergerakan pada Lebaran 2025. Peningkatan ini sejalan dengan tambahan 272 penerbangan ekstra yang disisipkan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.
- Rute domestik terpadat: Tangerang (CGK) β 1.400 pergerakan pesawat.
- Rute domestik kedua: Surabaya (SUB) β 495 pergerakan.
- Rute domestik ketiga: Lombok (LOP) β 341 pergerakan.
- Rute internasional terpadat: Singapura (SIN) β 538 pergerakan.
- Rute internasional kedua: Kuala Lumpur (KUL) β 464 pergerakan.
- Rute internasional ketiga: Perth (PER) β 377 pergerakan.
Untuk penerbangan tambahan, rute Tangerang mendominasi dengan 134 extra flight, diikuti Surabaya (58) dan Lombok (28).
Upaya Operasional dan Keamanan
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menegaskan bahwa operasional selama posko berjalan aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada kecelakaan yang dilaporkan, menandai pencapaian “zero accident” selama periode tersebut.
Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara pihak bandara, maskapai, otoritas penerbangan, serta penambahan personel pelayanan. Langkah-langkah tambahan meliputi:
- Aktivasi posko pemantauan lalu lintas udara.
- Peningkatan frekuensi monitoring operasional.
- Penyediaan layanan informasi realβtime bagi penumpang.
- Antisipasi cuaca ekstrem melalui koordinasi intensif dengan BMKG.
Semua upaya tersebut memastikan kapasitas bandara dapat menampung peningkatan penumpang dan pergerakan pesawat tanpa mengorbankan standar keselamatan.
Dengan tren kenaikan yang stabil, Bandara Ngurah Rai diprediksi akan terus menjadi pintu gerbang utama Bali, tidak hanya untuk wisatawan internasional, tetapi juga untuk mobilitas domestik selama musim mudik dan libur panjang.
Peningkatan 1 persen dalam jumlah penumpang dan 3 persen dalam pergerakan pesawat mencerminkan efektivitas kebijakan posko terpadu serta kesiapan infrastruktur bandara dalam menghadapi tekanan musiman. Ke depan, pihak pengelola berkomitmen untuk memperluas kapasitas, meningkatkan layanan digital, dan menjaga standar keamanan tinggi demi kenyamanan penumpang.