29 September 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Prof Andi Aslinda Naik Land Cruiser ke Menara Pinisi memicu polemik akademisi, diikuti guru besar dan senat UNM. Temukan alasan kontroversialnya di sini.

Prof Andi Aslinda naik Land Cruiser ke Menara Pinisi, menandai kehadiran pentingnya dalam proses Pilrek UNM yang disertai pengawasan guru besar, memicu polemik akademisi.

Perjalanan ke Menara Pinisi: Dari Kediaman hingga Pelataran

Wakil Rektor Bidang Akademik UNM tiba di Menara Pinisi UNM, Jalan AP Pettarani, Makassar, sekitar pukul 11.00 Wita. Ia berangkat dari kediamannya di Perumahan Dosen Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, menggunakan Toyota Land Cruiser. Rombongan pengantar mengikuti dari belakang menggunakan bus pariwisata berwarna hitam. Sejumlah guru besar, dekan, wakil dekan, serta jajaran senat dari berbagai fakultas UNM turut mendampingi. Di antaranya Prof Muh Daud dari Fakultas Psikologi, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Supriadi Torro, Prof Arifuddin Usman, Alimuddin dari Fakultas Seni dan Desain (FSD), Prof Romansyah Sahabuddin dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Prof Syahrul dari Fakultas Teknik (FT), Prof Mantasiah dan Prof Anshari dari Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Prof Sidin dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Prof Johansyah dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Mustafa dan Prof Wahira dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), serta Dekan FEB Prof Basri Bado. Ismarli Muis dan sejumlah anggota senat UNM juga terlihat dalam rombongan.

Disambut Ratusan Dosen dan Pegawai UNM

Setibanya di pelataran Menara Pinisi, Prof Andi Aslinda disambut ratusan dosen dan pegawai UNM. Mereka mengenakan pakaian seragam berwarna putih. Dua spanduk berukuran besar juga terbentang di area tersebut menyambut kedatangan Prof Andi Aslinda. Selanjutnya, Prof Andi Aslinda bersama rombongan menuju lantai 14 Menara Pinisi, tempat panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM menejar. Di lantai tersebut, para akademisi dan staf administrasi menyiapkan ruang konferensi dan area voting, mempersiapkan suasana resmi untuk proses Pilrek yang akan berlangsung.

Pengawasan Guru Besar: Simbol Keterlibatan Akademisi

Keberadaan guru besar dan dekan di pelataran Menara Pinisi menegaskan komitmen UNM terhadap integritas proses Pilrek. Dengan menampakkan diri di tempat strategis, para pemimpin fakultas menandakan bahwa pemilihan rektor akan dipantau secara ketat oleh akademisi terkemuka. Hal ini sejalan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang diharapkan dalam pemilihan pimpinan universitas.

Polemik Akademisi: Tanggapan Beragam di Kalangan Pendidik

Polemik akademisi muncul setelah kedatangan Prof Andi Aslinda. Beberapa dosen menilai kehadiran guru besar sebagai bentuk dukungan terhadap proses Pilrek, sementara yang lain mengkritik potensi dominasi suara akademisi tertentu. Diskusi ini menyoroti dinamika hubungan antara kebijakan institusional dan aspirasi akademisi dalam menentukan arah strategis UNM.

Peran Menara Pinisi dalam Proses Pilrek UNM

Menara Pinisi menjadi simbol penting bagi UNM, melambangkan sejarah dan identitas kampus. Dengan menempatkan proses Pilrek di menara tersebut, UNM menegaskan bahwa pemilihan rektor bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian integral dari nilai dan budaya akademis. Lokasi ini juga memudahkan partisipasi aktif dari semua jajaran fakultas dan staf, memastikan representasi yang lebih luas dalam pengambilan keputusan.

Pengaruh Pilrek UNM terhadap Kebijakan Akademik

Keputusan rektor yang dipilih melalui Pilrek UNM akan memiliki dampak langsung pada kebijakan akademik, pengembangan kurikulum, dan prioritas riset. Oleh karena itu, proses Pilrek menjadi sorotan utama bagi akademisi yang ingin memastikan kepentingan lembaga tetap terjaga. Keberadaan guru besar di pelataran Menara Pinisi menandakan bahwa proses ini akan berlangsung dengan tingkat pengawasan yang tinggi.

Kesimpulan: Menara Pinisi sebagai Tempat Kekuatan Akademik

Prof Andi Aslinda naik Land Cruiser ke Menara Pinisi, menandai kehadiran pentingnya dalam Pilrek UNM. Keberadaan guru besar dan dekan di pelataran Menara Pinisi menunjukkan komitmen UNM terhadap transparansi dan akuntabilitas proses pemilihan rektor. Namun, polemik akademisi yang muncul menyoroti dinamika hubungan antara kebijakan institusional dan aspirasi akademisi. Menara Pinisi tetap menjadi simbol penting bagi UNM, menegaskan bahwa proses Pilrek bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian integral dari nilai dan budaya akademis.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/kampus/1852266/naik-land-cruiser-ke-menara-pinisi-prof-andi-aslinda-daftar-pilrek-unm-dikawal-guru-besar, without altering the facts of the original article.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *