Hasmah Mohamad Ali, istri mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, telah meninggal dunia pada Senin, 28 September 2024, di usia 100 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh putranya, Tan Sri Mokhzani Mahathir, ketika dihubungi Bernama. Hasmah meninggalkan suami dan tujuh anak.
Perjalanan Karier Medis Hasmah Mohamad Ali
Hasmah Mohamad Ali lahir pada 12 Juli 1926 dan menjadi tokoh Malaysia yang terkenal atas kontribusinya di bidang perawatan kesehatan, khususnya ibu dan anak. Ia merupakan perempuan Melayu pertama yang ditawari belajar ilmu kedokteran di King Edward VII College of Medicine di Singapura. Pada 1965, ia menjadi perempuan pertama yang diangkat sebagai petugas medis di Departemen Kesehatan Ibu dan Anak, dan pada 1974, ia menjadi wanita pertama yang diangkat sebagai Pejabat Kesehatan Ibu dan Anak Negara Bagian.
Kariernya dimulai di daerah pedesaan Kedah, di mana ia memimpin program kesehatan ibu, kebersihan dasar, imunisasi nasional, dan pendidikan kesehatan masyarakat. Catatan kesehatan menyebutkan bahwa inisiatif Hasmah di Kedah secara dramatis mengurangi angka kematian bayi dari 75 kematian per 1.000 kelahiran menjadi hanya 6 kematian.
Hubungan dengan Mahathir Mohamad
Hasmah bertemu dengan Mahathir ketika mengenyam pendidikan di sekolah kedokteran. Sejak itu, hubungan mereka berkembang menjadi pernikahan yang solid, dan bersama-sama mereka menumbuhkan keluarga dengan tujuh anak. Sebagai pasangan, mereka sering menjadi simbol stabilitas dalam politik Malaysia, terutama selama masa kepemimpinan Mahathir.
Warisan Kesehatan yang Berkelanjutan
Pengabdian Hasmah terhadap kesehatan ibu dan anak tidak hanya berdampak pada kebijakan di tingkat negara bagian, tetapi juga menginspirasi program-program kesehatan di seluruh negeri. Inisiatifnya di Kedah menjadi contoh sukses dalam mengurangi kematian bayi, yang menunjukkan pentingnya intervensi kesehatan primer dan pendidikan masyarakat. Program-program yang ia pimpin menekankan peran penting kebersihan dasar dan imunisasi dalam mencegah penyakit menular.
Pengaruh Sosial dan Budaya
Hasmah menjadi contoh bagi perempuan Malaysia dalam bidang profesional, khususnya di sektor kesehatan. Sebagai perempuan Melayu pertama yang menempuh pendidikan kedokteran di Singapura, ia membuka jalan bagi generasi perempuan berikutnya untuk mengejar karier medis. Keberhasilannya di bidang kesehatan ibu dan anak juga memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan dalam masyarakat.
Refleksi Terhadap Meninggalnya Hasmah
Kematian Hasmah menandai akhir dari era penting dalam sejarah kesehatan Malaysia. Dengan usia 100 tahun, ia menorehkan jejak panjang yang masih terasa hingga kini. Warisan beliau tidak hanya dalam statistik kesehatan, tetapi juga dalam nilai-nilai dedikasi, kepedulian, dan komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat.
Kesimpulan dan Pesan Terakhir
Hasmah Mohamad Ali telah meninggalkan warisan yang tak ternilai dalam bidang kesehatan ibu dan anak di Malaysia. Melalui dedikasinya, ia berhasil mengurangi angka kematian bayi secara signifikan dan membuka pintu bagi perempuan Malaysia untuk mengejar karier medis. Kematian beliau menegaskan pentingnya melanjutkan perjuangan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, serta menjaga nilai-nilai kepedulian dan solidaritas yang telah ia tanamkan selama hidupnya.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260928120337-106-1408981/hasmah-m-ali-wafat-istri-eks-pm-malaysia-pelopor-kesehatan-ibu-anak, without altering the facts of the original article.