Urutan Makan yang Dipercaya Dokter Gizi Ternyata Tak Selalu Bantu Turun Berat Badan menjadi topik hangat setelah siaran langsung TikTok detikHealth menampilkan pendapat spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK. Dalam pernyataannya, dr Yaze menegaskan bahwa urutan makan tidak otomatis menjamin penurunan berat badan jika kalori harian tidak terkontrol.
Konsep Dasar Urutan Makan dan Kalori
Dr Yaze menjelaskan bahwa urutan makan, meski memiliki logika tertentu—misalnya memulai dengan sayur, kemudian protein, dan terakhir karbohidrat—tidak menghilangkan kebutuhan akan kontrol kalori. Ia mencontohkan situasi di mana seseorang mengonsumsi dua mangkok sayuran, diikuti ayam dan ikan, kemudian karbohidrat, yang secara total menghasilkan kalori berlebih. “Kalori tetap menjadi faktor utama,” ujarnya.
Peran Serat dan Protein dalam Metabolisme
Menurut dr Yaze, serat memiliki fungsi sebagai lapisan pelindung di saluran pencernaan yang dapat menahan penyerapan gula secara tiba-tiba. Namun, jika porsi serat dan protein melebihi kebutuhan tubuh, surplus kalori tetap dapat terjadi. “Walaupun serat membantu, protein dan sayur yang berlebihan juga menambah kalori,” jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat biologis urutan makan tidak otomatis mengatasi penumpukan energi.
Kontrol Porsi: Kunci Utama Penurunan Berat Badan
Spesialis gizi menekankan pentingnya kesadaran atas porsi harian, atau portion control, sebagai dasar utama dalam menurunkan berat badan. Ia menegaskan bahwa tidak ada jenis makanan yang dilarang selama tidak ada riwayat alergi, asalkan porsinya tetap terkendali. Dengan kata lain, kualitas makanan masih penting, tetapi kuantitas tetap menjadi penentu.
Dampak Surplus Kalori Meskipun Mengikuti Urutan Makan
Jika kalori berlebih tetap terjadi, tubuh akan menyimpan energi tersebut dalam bentuk lemak, sehingga berat badan akan meningkat. Dr Yaze menambahkan bahwa meskipun urutan makan dapat mempengaruhi pencernaan, ia tidak dapat menetralkan efek kalori berlebih. Oleh karena itu, pendekatan holistik yang mencakup kontrol kalori, porsi, dan urutan tetap diperlukan untuk hasil yang konsisten.
Manfaat Biologis Urutan Makan yang Tidak Terbantahkan
Walaupun kalori tetap menjadi faktor dominan, dr Yaze tidak menolak manfaat biologis urutan makan. Mengonsumsi serat di awal dapat membantu menstabilkan kadar gula darah dan memperlambat pencernaan. Namun, manfaat ini hanya maksimal jika kalori total tetap dalam batas wajar. Dengan demikian, urutan makan dapat menjadi alat bantu, bukan solusi tunggal.
Kesimpulan: Menyeimbangkan Urutan, Porsi, dan Kalori
Urutan Makan yang Dipercaya Dokter Gizi Ternyata Tak Selalu Bantu Turun Berat Badan menyoroti bahwa tidak ada metode ajaib dalam penurunan berat badan. Kombinasi kontrol kalori, porsi yang tepat, dan urutan makan yang terstruktur dapat memberikan hasil yang lebih stabil. Selalu perhatikan kebutuhan kalori harian dan porsi makanan agar tidak terjadi surplus energi yang dapat memicu kenaikan berat badan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://health.detik.com/diet/d-8683301/urutan-makan-sudah-benar-tapi-tetap-gemuk-catat-saran-dokter-gizi, without altering the facts of the original article.