Belanja Berbantuan AI: Peningkatan 130% dan Pendapatan Rekor di Musim Liburan
Berita Hari Ini – 29 September 2026 | Seiring kedatangan musim liburan, industri e‑commerce di Amerika Serikat menyiapkan diri untuk lonjakan penjualan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Data yang dikumpulkan oleh Adobe, perusahaan analitik digital terkemuka, menampilkan prediksi bahwa penjualan online pada periode 1 November hingga 31 Desember akan mencapai US$275,1 biliar, meningkat 6,7 % dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu faktor kunci yang memicu pertumbuhan ini adalah adopsi luas teknologi AI dalam proses pembelian, yang diprediksi akan menambah 130 % pada trafik situs ritel.
Peran AI dalam Transformasi Belanja Online
Chatbot seperti OpenAI’s ChatGPT dan Claude dari Anthropic telah menjadi alat bantu utama bagi konsumen yang ingin menemukan produk dengan cepat dan akurat. Menurut analis Adobe, pelanggan yang menggunakan AI sebagai alat riset cenderung melakukan pembelian dan menghabiskan lebih banyak pada setiap transaksi dibandingkan dengan yang berbelanja melalui saluran non‑AI. Hal ini menunjukkan bahwa AI tidak hanya meningkatkan volume transaksi, tetapi juga nilai rata‑rata per pembelian.
Adobe mengklarifikasi bahwa data ini mencakup kunjungan yang berasal dari platform independen seperti ChatGPT, bukan pencarian yang dimulai langsung di situs e‑commerce. Meskipun begitu, tingkat adopsi AI untuk melakukan pembelian akhir masih terbatas karena beberapa retailer, seperti Amazon, menolak integrasi AI dari penyedia tertentu seperti Perplexity dan Meta.
Prediksi Penjualan pada Hari‑Hari Utama
- Cyber Monday: Diproyeksikan mencapai US$15,1 biliar, naik 6,2 % dari tahun sebelumnya.
- Black Friday: Diperkirakan US$12,9 biliar, dengan pertumbuhan 9,2 % berkat diskon besar pada televisi, pakaian, dan peralatan rumah tangga.
- Prime Day Amazon (Oktober): Menjadi pendorong awal bagi penjualan, memicu retailer lain menawarkan diskon lebih awal.
Data juga menunjukkan bahwa konsumen semakin memanfaatkan waktu sebelum November untuk membeli barang kebutuhan sehari‑harian. Pada periode “Cyber Week” (dari Hari Penghargaan hingga Cyber Monday), penjualan produk kebersihan pribadi diprediksi akan meningkat lebih dari dua kali lipat, sementara pakaian dasar naik lebih dari tiga kali lipat.
Kategori Produk yang Menjadi Sorotan
Meski elektronik dan pakaian tetap menjadi kategori utama, pertumbuhan tercepat diperkirakan terjadi pada:
- Alat kebersihan rumah tangga, seperti vacuum cleaner.
- Perangkat game video.
- Produk makanan dan mainan.
Dampak pada Pasar Iklan Digital
Lonjakan trafik berbantuan AI diprediksi akan memengaruhi pasar iklan digital bernilai US$400 biliar, yang saat ini didominasi oleh Alphabet, Meta, dan Amazon. Dengan konsumen semakin nyaman berdialog dengan agen AI, peluang bagi advertiser untuk menargetkan audiens melalui percakapan menjadi semakin relevan. Analisis Adobe menunjukkan bahwa AI dapat menyaring dan menyintesis informasi produk dengan cepat, mempermudah keputusan pembelian dan meningkatkan efektivitas kampanye iklan.
Tantangan dan Peluang untuk Retailer
Meskipun adopsi AI membawa manfaat, masih ada kendala teknis dan kebijakan. Beberapa retailer menolak integrasi AI tertentu, sehingga konsumen tidak dapat langsung menggunakan bot untuk membeli produk di platform mereka. Namun, bagi yang mampu memanfaatkan AI, potensi peningkatan konversi dan rata‑rata pembelian menjadi alasan kuat untuk berinvestasi dalam solusi berbasis AI.
Dengan tren ini, para pemasar digital diharapkan menyesuaikan strategi mereka agar lebih responsif terhadap interaksi berbasis AI. Pengembangan chatbot yang dapat memberikan rekomendasi personal dan memfasilitasi transaksi langsung dapat menjadi keunggulan kompetitif di musim liburan yang semakin kompetitif.
Secara keseluruhan, pergeseran ke belanja berbantuan AI menandai fase baru dalam e‑commerce. Penjualan online yang diprediksi mencapai rekor, bersamaan dengan pertumbuhan signifikan dalam trafik AI, menegaskan bahwa teknologi ini tidak sekadar alat bantu, melainkan agen utama yang mengubah perilaku konsumen dan dinamika pasar digital.