Mikroplastik menyusup ke plasenta ibu hamil di Makassar, penelitian ungkap risiko kesehatan janin dan ancaman lingkungan yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Penelitian Universitas Hasanuddin Mengungkapkan Fakta Baru
Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Hasanuddin pada tahun 2024 menemukan fakta adanya mikroplastik dalam tubuh sejumlah ibu hamil di Makassar, Sulawesi Selatan. Hasil riset tersebut juga mendapati partikel mikroplastik dalam plasenta, organ yang menghubungkan ibu dan janin. Peneliti Unhas, Hasnawati Amqam, menulis hasil penelitian yang dilakukan pada 2024 itu pada laman The Conversation, Selasa, 29 September 2026. Penelitian ini belum dipublikasikan sebelumnya.
“Kami menemukan mikroplastik dalam tinja, darah ibu maupun plasenta alias organ yang menghubungkan ibu dan janin,” tulis Hasnawati. Penelitian dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas itu melibatkan 29 ibu hamil. Hasil riset menunjukkan rata-rata 2,57 partikel mikroplastik pada setiap sampel tinja dan 1,44 partikel mikroplastik pada sampel darah. “Partikel ini ditemukan dalam bentuk line dan fragmen,” tulis Hasnawati.
Hubungan dengan Penelitian Internasional
Peneliti Unhas menegaskan bahwa temuan ini sejalan dengan temuan di Jerman. Pada 2021, riset di Negeri Panzer mendeteksi mikroplastik di dalam plasenta dan feses pertama bayi pada persalinan normal. Pada riset sebelumnya, yang diterbitkan 2024, penelitian Unhas juga menemukan mikroplastik pada seluruh sampel feses 30 ibu hamil dari dua puskesmas di Makassar. “Total, ada 359 partikel mikroplastik yang teridentifikasi,” imbuh Hasnawati. Sebagian mikroplastik memang melewati saluran cerna ibu hamil. Sebagian dari mereka keluar bersama feses. “Namun, tidak menutup kemungkinan sebagian lainnya terserap ke dalam tubuh,” tambah Hasnawati.
Potensi Dampak pada Janin dan Ibu Hamil
Mikroplastik yang ditemukan dalam plasenta menunjukkan bahwa partikel-partikel kecil ini dapat menembus batas tubuh yang biasanya melindungi janin. Jika partikel mikroplastik terserap ke dalam aliran darah ibu, mereka berpotensi mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. Risiko ini menambah beban kesehatan bagi ibu hamil, yang sudah menghadapi tantangan fisiologis selama kehamilan.
Selain itu, mikroplastik yang tersisa dalam feses dapat mencemari lingkungan. Feses ibu hamil yang mengandung mikroplastik dapat berkontribusi pada pencemaran tanah dan air, memperbesar risiko eksposur bagi populasi lain, termasuk anak-anak dan hewan.
Implikasi Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat
Penelitian ini menyoroti bagaimana polusi plastik dapat merambah ke rantai makanan manusia, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil. Jika mikroplastik dapat menembus plasenta, hal ini menandakan bahwa polusi plastik tidak hanya berdampak pada manusia secara langsung, tetapi juga dapat memengaruhi generasi berikutnya. Risiko ini menuntut perhatian serius dari pihak berwenang dan masyarakat.
Keberadaan mikroplastik dalam darah dan plasenta juga menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas sistem pencegahan polusi. Meskipun masih belum ada data lengkap mengenai dampak jangka panjang, penelitian ini memberikan dasar bagi upaya mitigasi dan kebijakan publik yang lebih ketat terhadap penggunaan plastik.
Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya
Penelitian Universitas Hasanuddin membuka perspektif baru tentang eksposur mikroplastik pada ibu hamil di Makassar. Dengan rata-rata 2,57 partikel mikroplastik per sampel tinja dan 1,44 partikel per sampel darah, serta temuan partikel dalam plasenta, penelitian ini menegaskan bahwa mikroplastik dapat menembus batas tubuh dan mempengaruhi kesehatan janin.
Temuan ini menambah bukti bahwa polusi plastik dapat menular melalui rantai makanan dan sistem biologis manusia. Oleh karena itu, perlu ada langkah-langkah pencegahan yang lebih tegas, termasuk pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, peningkatan sistem pengelolaan sampah, dan penelitian lanjutan untuk memahami dampak jangka panjang.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.dream.co.id/stories/mikroplastik-masuk-tubuh-ibu-hamil-dan-plasenta-janin-di-makassar-260929g.html, without altering the facts of the original article.