Tragedi Tiga Petugas Damkar Pangkep Gugur Setelah Mobil Terguling di Jalan Poros Makassar-Parepare
Berita Hari Ini – 30 September 2026 | Di tengah upaya mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Labakkang, Sulawesi Selatan, sebuah mobil pemadam kebakaran mengalami kecelakaan tragis yang menewaskan tiga anggota petugas. Kecelakaan tersebut terjadi pada hari Selasa, 29 September 2026, di Jalan Poros Makassar-Parepare, di mana kendaraan terbalik dua kali setelah berusaha melewati kendaraan lain di depan.
Kecelakaan yang Membuat Kerusakan
Menurut Kepala Satuan Damkar Pangkep, Hafid, mobil tersebut membawa tujuh personel beserta persediaan air dan perlengkapan pemadaman. Saat melaju melalui lampu merah di Labakkang, pengemudi berusaha menghindari sebuah tronton yang tidak memberi jalan. Kondisi kendaraan yang penuh muatan membuat mobil kehilangan kendali, slip ban, dan akhirnya terguling dua kali. Dua petugas, Komandan Pleton Intje Irwan Nurdin dan Rusman Hadi, meninggal di tempat. Seorang petugas lain, Jamaluddin, juga dinyatakan meninggal pada hari berikutnya setelah perawatan di rumah sakit.
Reaksi dan Penanganan
Setelah kecelakaan, dua petugas lainnya dibawa ke Rumah Sakit Wahidin Makassar untuk perawatan. Sementara itu, petugas yang selamat sedang dipantau secara medis. Hafid mengungkapkan keprihatinan atas kehilangan rekan dan berharap semua yang masih menjalani perawatan segera pulih. Pihak kepolisian dan dinas kebakaran segera menilai kondisi jalan dan memperingatkan pengendara agar berhati-hati, mengingat adanya potensi risiko tambahan di area tersebut.
Faktor Penyebab Kecelakaan
- Muatan air penuh menambah berat kendaraan, mengurangi stabilitas.
- Slip ban terjadi setelah mobil mencoba menghindari tronton di depan.
- Kurangnya ruang gerak di jalan setapak membuat mobil tidak dapat mengendalikan kecepatan.
- Pengemudi berusaha menyesuaikan arah dengan cepat, mengakibatkan kehilangan kontrol.
Kecelakaan Lalu Lintas Lain di Wilayah Serupa
Di periode yang sama, kejadian lain melibatkan kereta komuter di Bekasi Timur. Sebuah taksi listrik berhenti di perlintasan, lalu ditabrak oleh KRL KA 5181B. Meskipun tidak berhubungan langsung, peristiwa ini menyoroti pentingnya pengawasan lalu lintas di daerah padat. Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penumpang taksi listrik serta masinis KRL akan diusut lebih lanjut untuk menentukan penyebab kecelakaan.
Pelajaran dari Kecelakaan
Kejadian ini menegaskan perlunya:
- Pelatihan pengemudi kendaraan berat dalam kondisi muatan penuh.
- Pengawasan ketat terhadap kondisi jalan di daerah rawan kecelakaan.
- Pengaturan lalu lintas di sekitar titik perlintasan untuk menghindari tabrakan beruntun.
- Komunikasi yang lebih baik antar unit pemadam kebakaran dan otoritas lalu lintas.
Keselamatan di jalan tidak hanya menjadi tanggung jawab pengemudi, melainkan juga perencanaan infrastruktur yang memadai. Pemerintah daerah di Sulawesi Selatan dan Jakarta kini diminta memperkuat protokol keselamatan bagi kendaraan operasional, termasuk truk pemadam dan kendaraan publik di area kritis.