30 September 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
China Pasang Turbin Raksasa di Laut: Fanshi di Yangjiang kini menghasilkan listrik cukup 9 hari penuh. Cari tahu bagaimana teknologi ini mengubah energi Indonesia!

China pasang turbin raksasa di laut, satu putaran bisa menghasilkan listrik cukup untuk kebutuhan selama 9 hari penuh. Proyek ini menandai tonggak penting dalam transisi energi global, menunjukkan kemampuan teknologi tenaga angin lepas pantai dalam menghasilkan daya bersih dalam skala besar.

Operasional Proyek Fanshi dan Skala Turbin

China secara resmi mengoperasikan proyek tenaga angin lepas pantai yang dikenal dengan nama Fanshi di wilayah lepas pantai Yangjiang, Provinsi Guangdong. Proyek ini mulai beroperasi secara penuh pada tanggal 24 September 2026, setelah pengumuman resmi dari China General Nuclear Power Corporation (CGN). Fanshi terbagi menjadi dua bagian dengan total kapasitas 2.000 megawatt, menandai salah satu inisiatif energi terbarukan terbesar di dunia.

Dalam instalasi ini, 131 turbin dipasang di laut, termasuk 33 unit turbin raksasa berkapasitas 18 megawatt yang diproduksi secara dalam negeri. Lokasi proyek berada di selatan Pulau Nanpeng, terjauh 81 kilometer dari garis pantai, dengan kedalaman air mencapai 53 meter. Keberadaan turbin di perairan dalam ini menambah tantangan teknis, namun juga menunjukkan ambisi China dalam mengembangkan energi bersih.

Turbin 18 megawatt memiliki dimensi luar biasa. Diameter baling-baling mencapai 292 meter, sehingga luas area yang disapu saat berputar mencapai sekitar 66.000 meter persegi. Perbandingan ini setara dengan sembilan lapangan sepak bola standar, menyoroti besarnya skala turbin ini. Dalam kondisi berangin kencang, satu kali putaran baling-baling menghasilkan sekitar 43 kilowatt jam listrik. Angka tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik satu rumah tangga biasa selama sembilan hari penuh.

Teknologi dan Desain Turbin Raksasa

Desain turbin 18 megawatt menggabungkan teknologi terkini dalam aerodinamika dan material. Baling-baling dengan diameter 292 meter memanfaatkan struktur yang kuat namun ringan, memungkinkan rotasi yang stabil pada kecepatan angin tinggi. Kapasitas 18 megawatt per turbin merupakan pencapaian signifikan, menjadikannya turbin berkapasitas terbesar yang telah diterapkan secara massal di dunia.

Setiap turbin mampu menghasilkan 56 kilowatt jam listrik per putaran, menandai efisiensi tinggi dalam konversi energi angin menjadi listrik. Dengan 33 turbin raksasa, total kapasitas yang dihasilkan mencapai 594 megawatt, menambah kontribusi signifikan terhadap total 2.000 megawatt proyek Fanshi.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Pemasangan turbin raksasa di laut membawa dampak ekonomi yang luas. Investasi besar dalam infrastruktur tenaga angin meningkatkan permintaan akan material, tenaga kerja, dan layanan teknis. Peningkatan kapasitas energi bersih juga menurunkan ketergantungan pada bahan bakar fosil, membantu mengurangi emisi karbon dioksida yang berkontribusi pada perubahan iklim.

Secara lingkungan, proyek ini menandai langkah maju dalam pengurangan polusi udara. Energi angin tidak menghasilkan emisi selama operasional, sehingga membantu melindungi kualitas udara di wilayah sekitar. Selain itu, penggunaan perairan dalam yang belum banyak dieksploitasi untuk energi terbarukan membuka peluang pengembangan teknologi serupa di masa depan.

Implikasi Strategis bagi China

Pengoperasian Fanshi menegaskan posisi China sebagai pemimpin global dalam energi terbarukan. Dengan kapasitas 2.000 megawatt, proyek ini tidak hanya memenuhi kebutuhan energi domestik, tetapi juga dapat mengekspor surplus listrik ke pasar regional. Strategi ini memperkuat posisi China sebagai penyedia energi bersih di kancah internasional.

Keberhasilan Fanshi juga memberi contoh bagi negara lain dalam mengimplementasikan turbin lepas pantai skala besar. Teknologi yang dikembangkan di sini dapat diadaptasi dan disebarluaskan ke proyek-proyek serupa di berbagai belahan dunia, mempercepat transisi global menuju energi terbarukan.

Kesimpulan dan Prospek Masa Depan

China pasang turbin raksasa di laut, satu putaran bisa menghasilkan listrik cukup untuk kebutuhan selama 9 hari penuh, menandai tonggak penting dalam industri energi bersih. Proyek Fanshi menunjukkan kemampuan teknologi China dalam mengembangkan turbin berkapasitas tinggi, sekaligus menambah kapasitas listrik nasional secara signifikan.

Dampak ekonomi, lingkungan, dan strategis dari proyek ini menegaskan pentingnya investasi dalam energi terbarukan. Dengan skala dan teknologi yang maju, Fanshi menjadi contoh konkret bagaimana energi angin lepas pantai dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan energi masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260929144917-37-771833/china-tanam-turbin-raksasa-di-laut-sekali-putar-pasok-listrik-9-hari, without altering the facts of the original article.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *