Sekolah Rakyat Jadi Motor Pendidikan: Dari Anak Putus Sekolah hingga Rp5 Triliun Uji Coba Gratis
Berita Hari Ini – 30 September 2026 | Di kota Blitar, sebuah kisah nyata tentang keberhasilan program Sekolah Rakyat menegaskan pentingnya dukungan lintas lembaga untuk mengembalikan anak yang putus sekolah. Seorang siswa dari Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, terpaksa berhenti belajar selama satu tahun. Dengan bantuan Satbinmas Polres Blitar, Dinas Sosial, dan tenaga pendamping PKH, ia diantar kembali ke Sekolah Rakyat Kota Blitar. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa polisi tidak hanya bertugas menegakkan hukum, melainkan juga turut memfasilitasi pendidikan.
Di tingkat nasional, Kementerian Sosial telah merancang jalur pengembangan keterampilan bagi lulusannya. Pada pertemuan di Jakarta Selatan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengajak 409 siswa Sekolah Rakyat untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Program ini menekankan pentingnya melanjutkan pendidikan berjenjang dari SD ke SMP dan SMA, serta opsi beasiswa ke perguruan tinggi atau pelatihan keterampilan terampil. Pungky Sumadi, mantan Deputi Bidang Ketenagakerjaan, turut berkolaborasi dalam menyusun kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri.
Uji Coba Sekolah Gratis: Alokasi Rp5 Triliun
Rencana ambisius pemerintah menyalurkan dana Rp5 triliun untuk program pendidikan negeri gratis, mencakup jenjang SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Program ini akan diuji coba di beberapa daerah, termasuk Sikka di Nusa Tenggara Timur, di mana 617 siswa menerima Makanan Bergizi Gratis di sekolah darurat. Anggaran ini terintegrasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027, yang totalnya mencapai Rp824 triliun untuk pendidikan.
| Jenjang | Alokasi Dana (triliun) |
|---|---|
| SD | 1,200 |
| SMP | 1,100 |
| SMA | 1,000 |
| Perguruan Tinggi | 1,500 |
| Lainnya (infrastruktur, beasiswa, pelatihan) | 1,700 |
Program ini tidak hanya menargetkan akses pendidikan, tetapi juga kualitas dan relevansi kurikulum. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi pionir dalam menerapkan model pembelajaran yang terintegrasi, menggabungkan teori dasar dengan pelatihan praktis.
Penguatan Edukasi Kesiapsiagaan Bencana
Di luar ranah formal, BMKG menggelar Sekolah Lapangan Gempabumi dan Tsunami di Kabupaten Jayapura. Kegiatan ini melibatkan sekitar 130 peserta, termasuk pelajar dan petani, untuk meningkatkan kesadaran akan risiko bencana. Meskipun tidak berfokus pada Sekolah Rakyat, inisiatif ini menegaskan peran pendidikan dalam membangun ketahanan masyarakat.
Integrasi pendidikan dan kesiapsiagaan bencana menjadi contoh sinergi antara lembaga pemerintah. Sekolah Rakyat dapat menjadi platform untuk menyebarkan materi edukasi BMKG, sehingga anak-anak tidak hanya belajar matematika dan bahasa, tetapi juga ilmu pengetahuan tentang alam.
Dengan dukungan dana yang signifikan dan kolaborasi lintas sektor, Sekolah Rakyat berpotensi menjadi jantung sistem pendidikan Indonesia. Dari kisah anak Blitar yang kembali ke bangku, hingga rencana pendidikan gratis nasional, semua menunjukan komitmen pemerintah untuk menghapuskan putus sekolah dan mempersiapkan generasi masa depan yang terampil dan berdaya saing.