Pocong Jadi Bintang: Dari Drama‑Komedi hingga Game & Film Horor Oktober 2026
Berita Hari Ini – 30 September 2026 | Di tengah gelombang film horor lokal yang beruntun, fenomena pocong kembali memikat publik. Namun, tidak hanya muncul di layar kaca, namun juga menembus dunia cosplay, game, dan bahkan percakapan rutin warga. Berikut ulasan lengkap tentang bagaimana pocong menjadi pusat perhatian dalam berbagai media.
Peran Dito Darmawan sebagai Piit, Cosplayer Pocong
Dito Darmawan, yang sebelumnya dikenal di dunia musik dangdut, kini menorehkan nama di layar sebagai Piit, seorang pemuda yang memutuskan menjadi cosplayer pocong di Bandung. Dalam konferensi pers menjelang rilis film Conjurig, Dito mengungkap tantangan memerankan karakter ini. Riasan pocong, yang memerlukan lapisan cat tebal, memakan waktu dua jam setiap hari sebelum syuting. Selain itu, ia harus menahan napas agar cat tidak masuk ke hidung, sekaligus menjaga kesehatan kulit.
“Ternyata jadi pocong itu nggak semudah kelihatannya. Riasannya tebal, apalagi syutingnya tidak hanya di malam hari, jadi makin menantang,” ujarnya. Meski demikian, Dito berhasil menyampaikan emosi kompleks Piit – mulai dari kesedihan hingga usaha menutupi luka. Ia menyesuaikan metode akting agar pesan karakter tetap tersampaikan meski terbatas oleh kostum.
Conjurig: Drama‑Komedi yang Mengangkat Komunitas Cosplayer Pocong
Film ini, disutradarai oleh Tubagus Deddy, menampilkan kisah Piit setelah hubungan cinta yang kandas. Ia bertemu Tamy, cosplayer gothic misterius, yang membawa perubahan dalam hidupnya. Konsep unik ini menjadi alternatif bagi film horor tradisional yang biasanya berfokus pada hantu klasik. Menurut daftar rilis film Oktober 2026, Conjurig menjadi salah satu film pembuka bulan tersebut, bersamaan dengan judul-judul horor seperti Lobang Buaya dan Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
Tren Film Horor Lokal di Bulan Oktober 2026
- Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah
- Kuasa Gelap: Perjanjian Darah
- Aplikasi Iblis
- Dendam Arwah Penari
- Lingsir Wengi – Motel Malioboro
- Conjurig (Drama‑komedi cosplayer pocong)
- Mawang: Jangan Sebut Namanya
Selain film lokal, Oktober 2026 juga menampung rilis internasional seperti Clayface dan Street Fighter, serta film Korea The Intern. Namun, bagi pecinta budaya lokal, film-film horor Indonesia tetap mendominasi daftar bioskop.
Pocong di Dunia Game: Hantu and the Hunted
Di dunia digital, konsep pocong turut muncul dalam permainan multiplayer Hantu and the Hunted, yang dirilis di Steam pada 9 November 2026. Game ini mengadopsi mode prop hunt, di mana empat pemain menjadi objek dan dua menjadi hantu. Hantu-hantu ini termasuk pocong, kuntilanak, dan kuyang, yang menambah ketegangan melalui fitur proximity voice chat. Pemain dapat merasakan sensasi bisikan hantu saat bersembunyi, menambah nuansa horor komedi.
Pengaruh Sosial dan Budaya pada Pencarian Keamanan Lalu Lintas
Meski tidak langsung terkait dengan tema horor, keberadaan pocong sebagai bagian budaya juga memengaruhi diskusi publik. Warga Kejawar, misalnya, mengusulkan penambahan zebra cross dan pemangkasan pohon di jalan raya. Hal ini menegaskan pentingnya kesadaran terhadap keamanan, sekaligus memori budaya yang sering dikaitkan dengan cerita hantu di masyarakat.
Pengusulan ini menegaskan bahwa dalam setiap kebudayaan, cerita tentang hantu dan pocong tidak hanya sekadar legenda. Ia juga menjadi bagian dari identitas sosial, yang memerlukan perhatian praktis dan kebijakan publik.
Secara keseluruhan, fenomena pocong kini meluas dari layar bioskop, ke panggung cosplay, hingga dunia digital. Fenomena ini menegaskan bahwa cerita hantu lokal masih relevan dan dapat dipadukan dalam berbagai genre. Dengan film seperti Conjurig dan game Hantu and the Hunted, serta rilis film horor lainnya, October 2026 menjadi bulan yang memamerkan keberagaman kreatifitas Indonesia dalam mengangkat tema teror pocong.