1 Oktober 2026
featured_image
Katarak tak hanya menyerang lansia, 5 faktor risiko utama membuat mata muda juga terancam. Temukan apa yang belum Anda ketahui dan cara pencegahnya.

katarak sering dikaitkan dengan usia, namun fakta terbaru menunjukkan bahwa kondisi ini dapat menyerang juga mata muda jika dipengaruhi oleh faktor risiko tertentu. Penelitian dan pendapat para ahli menegaskan bahwa katarak bukan semata-mata penyakit generasi senior, melainkan gangguan yang dapat muncul di segala usia bila kondisi tertentu tidak terkontrol.

Asal Usul dan Penjelasan Medis tentang Katarak

Katarak terjadi ketika lensa alami mata yang biasanya jernih menjadi keruh. Akibat kekeruhan ini, cahaya tidak dapat diteruskan secara optimal sehingga penglihatan menjadi buram, silau, dan warna tampak kekuningan. Proses ini secara alami berhubungan dengan penuaan, namun juga dapat dipicu oleh kondisi medis lain. Dokter spesialis mata, Dr. Milzan Murtadha, menjelaskan bahwa pertambahan usia tetap menjadi faktor utama, tetapi kondisi kesehatan dan riwayat pasien sangat penting dipertimbangkan.

5 Faktor Risiko Utama yang Membuat Mata Muda Rentan Menjadi Katarak

Meskipun katarak paling sering muncul pada usia lanjut, lima faktor risiko utama dapat meningkatkan kemungkinan terkena pada mata muda. Berikut uraian singkat mengenai masing-masing faktor:

1. Diabetes – Kondisi ini memengaruhi metabolisme gula dalam tubuh dan dapat merusak lensa mata. Penumpukan gula di dalam lensa menyebabkan perubahan struktur protein, sehingga lensa menjadi keruh dan memicu katarak. Meskipun diabetes lebih sering terjadi pada dewasa, kasus diabetes pada remaja juga meningkat, sehingga risiko katarak pada kelompok usia ini tidak dapat diabaikan.

2. Riwayat Cedera atau Operasi Mata – Trauma pada mata atau prosedur bedah yang melibatkan struktur mata dapat memicu proses peradangan dan kerusakan pada lensa. Selama proses penyembuhan, tubuh menghasilkan produk samping yang dapat menyebabkan kekeruhan. Oleh karena itu, pasien yang pernah mengalami cedera atau operasi mata perlu melakukan pemeriksaan rutin untuk menilai risiko katarak.

3. Penggunaan Obat Tertentu – Beberapa obat, terutama kortikosteroid jangka panjang, dapat meningkatkan risiko katarak. Obat ini sering diresepkan untuk kondisi inflamasi atau autoimun, namun efek sampingnya pada lensa mata perlu dipantau secara berkala, terutama pada pasien yang menggunakan obat ini dalam jangka panjang.

4. Faktor Genetik – Beberapa keluarga memiliki predisposisi genetik yang membuat anggota keluarga lebih rentan terhadap katarak. Meskipun tidak semua orang dengan faktor genetik akan mengembangkan katarak, risiko tetap lebih tinggi dibanding populasi umum. Pemeriksaan keluarga dan riwayat medis dapat membantu mengidentifikasi potensi risiko.

5. Paparan Sinar UV dan Polusi Lingkungan – Paparan sinar ultraviolet secara berulang dapat merusak lensa mata, memicu proses penuaan dini, dan mempercepat pembentukan kekeruhan. Polusi udara, terutama partikel debu dan asap, juga dapat memicu iritasi mata dan berkontribusi pada perkembangan katarak. Faktor ini menjadi penting bagi orang yang tinggal di daerah perkotaan atau sering bekerja di luar ruangan.

Kenapa Faktor Risiko Ini Dapat Membuat Mata Muda Menjadi Keterpaparan Katarak?

Setiap faktor risiko memengaruhi lensa mata melalui mekanisme yang berbeda. Diabetes, misalnya, menyebabkan peningkatan glukosa dalam lensa, yang kemudian berubah menjadi molekul yang mengganggu struktur protein. Proses ini memicu pembentukan kekeruhan. Cedera atau operasi mata mengakibatkan peradangan, yang memicu produksi protein abnormal di lensa. Obat kortikosteroid, melalui efek metabolik, dapat memicu perubahan kimia di dalam lensa. Faktor genetik memprogram sel-sel lensa untuk lebih mudah mengalami kerusakan, sementara paparan UV menimbulkan stres oksidatif yang merusak protein dan lipid di dalam lensa. Semua mekanisme ini, bila tidak diatasi, dapat menyebabkan katarak pada usia muda.

Dampak Katarak pada Mata Muda

Penglihatan yang menurun akibat katarak dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama pada remaja dan dewasa muda yang masih aktif dalam pekerjaan atau pendidikan. Kekeruhan lensa membuat mata lebih mudah silau, mengurangi kontras, dan memperburuk persepsi warna. Hal ini dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan, baik di lingkungan kerja maupun di jalan raya. Selain itu, katarak pada mata muda dapat memicu ketidaknyamanan psikologis, menurunkan kepercayaan diri, dan mempengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.

Langkah Pencegahan dan Pemeriksaan Rutin Menurut Ahli

Dr. Milzan Murtadha menekankan pentingnya pemeriksaan mata secara rutin, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko. Pemeriksaan ini dapat mengidentifikasi perubahan awal pada lensa dan memungkinkan intervensi dini. Berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat diambil:

1. **Kontrol Diabetes** – Memantau kadar gula darah dan mengikuti rekomendasi medis dapat menurunkan risiko katarak yang berhubungan dengan diabetes.

2. **Perlindungan Mata** – Menggunakan kacamata hitam dengan perlindungan UV saat berada di luar ruangan dapat melindungi lensa dari sinar ultraviolet. Bagi yang bekerja di lingkungan berdebu, penggunaan masker atau pelindung mata tambahan juga dianjurkan.

3. **Penggunaan Obat yang Bijaksana** – Jika perlu menggunakan kortikosteroid jangka panjang, lakukan konsultasi rutin dengan dokter mata untuk memantau kondisi lensa. Jika memungkinkan, gunakan alternatif obat dengan risiko lebih rendah.

4. **Pemeriksaan Keluarga** – Mengetahui riwayat keluarga yang mengalami katarak dapat membantu menentukan frekuensi pemeriksaan mata. Keluarga dengan predisposisi genetik sebaiknya melakukan pemeriksaan lebih sering.

5. **Higiene Mata** – Menjaga kebersihan mata dan menghindari kontak langsung dengan debu atau partikel asing dapat mengurangi risiko iritasi dan peradangan yang dapat memicu katarak.

Kesimpulan dan Ajakan untuk Tindakan Preventif

Katarak tidak lagi terbatas pada lansia saja. Faktor risiko seperti diabetes, cedera mata,

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260930122307-33-772094/katarak-tak-selalu-menunggu-tua-kenali-faktor-risikonya, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *