1 Oktober 2026
featured_image
Katarak bisa menyerang usia muda, 7 faktor risiko yang harus Anda waspadai sekarang. Temukan apa yang memicu kondisi ini dan bagaimana menghindarinya agar mata tetap sehat.

Fakta Mengejutkan: Katarak Bisa Menyerang Usia Muda, 7 Faktor Risiko yang Harus Anda Waspadai Sekarang

Bergerak di Tengah Usia: Katarak Tak Hanya Pasar Usia

Katarak seringkali dianggap sebagai penyakit mata yang hanya muncul ketika kita menua, namun kenyataannya kondisi ini dapat menyerang individu pada usia yang lebih muda. Lensa alami mata, yang biasanya jernih, dapat menjadi keruh akibat berbagai faktor yang tidak semata-mata berhubungan dengan penuaan. Ketika lensa menjadi buram, cahaya tidak dapat melewati dengan optimal, sehingga penglihatan menjadi kabur, silau meningkat, dan warna tampak kekuningan. Pemeriksaan mata secara rutin menjadi kunci untuk mengidentifikasi perubahan ini sebelum menimbulkan dampak yang lebih serius.

Dr. Milzan Murtadha, SpM, spesialis mata di JEC Eye Hospitals and Clinics, menegaskan bahwa meskipun usia merupakan faktor utama, kondisi kesehatan lain dan riwayat medis juga berperan penting. “Katarak memang paling sering ditemukan seiring bertambahnya usia, tetapi faktor yang memengaruhinya cukup beragam. Kondisi seperti diabetes, riwayat trauma atau operasi pada mata, penggunaan obat tertentu, hingga faktor genetik juga perlu diperhatikan,” ujarnya pada kunjungannya di Jakarta Pusat pada 30 September 2026.

7 Faktor Risiko Utama Katarak di Usia Muda

Berikut adalah tujuh faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami katarak pada usia muda. Masing-masing faktor memerlukan perhatian khusus, baik melalui pencegahan maupun deteksi dini.

1. Diabetes Mellitus

Diabetes dapat memicu perubahan kimia pada lensa mata, menyebabkan kekeruhan lebih cepat. Kontrol gula darah yang baik dapat membantu menunda perkembangan katarak.

2. Riwayat Cedera Mata

Trauma pada mata, baik yang ringan maupun berat, dapat merusak struktur lensa dan meningkatkan risiko kekeruhan. Pasien yang pernah mengalami cedera harus melakukan pemeriksaan mata secara berkala.

3. Operasi Mata Sebelumnya

Intervensi bedah pada mata, seperti pembedahan katarak atau operasi kornea, dapat memicu proses kekeruhan pada lensa. Pasien yang pernah menjalani operasi mata harus memantau kondisi lensa dengan cermat.

4. Penggunaan Obat Tertentu

Beberapa obat, khususnya kortikosteroid, dapat memicu pembentukan katarak. Penggunaan jangka panjang harus diawasi oleh tenaga medis.

5. Faktor Genetik

Riwayat keluarga dengan katarak dapat meningkatkan risiko. Faktor genetik dapat mempengaruhi ketahanan lensa terhadap kerusakan.

6. Paparan Sinar UV yang Tinggi

Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit dalam referensi, paparan sinar ultraviolet secara umum dapat mempercepat kerusakan pada lensa. Penggunaan kacamata hitam dengan perlindungan UV dapat mengurangi risiko.

7. Kebiasaan Merokok

Merokok dapat memperburuk kondisi mata dan mempercepat proses kekeruhan lensa. Mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok dapat membantu menjaga kesehatan mata.

Bagaimana Katarak Mempengaruhi Kehidupan Sehari-hari?

Ketika kekeruhan lensa mencapai tingkat tertentu, penglihatan menjadi tidak jelas, sehingga aktivitas sehari-hari seperti membaca, menulis, dan mengemudi menjadi sulit. Silau yang meningkat dapat membuat mata cepat lelah, dan perubahan warna dapat mengganggu persepsi visual. Jika tidak ditangani, katarak dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen, yang berdampak pada kualitas hidup, produktivitas kerja, dan keamanan pribadi.

Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Pemeriksaan mata rutin, terutama bagi yang memiliki faktor risiko, dapat mengidentifikasi katarak pada tahap awal. Pada tahap awal, beberapa katarak dapat diobati dengan kacamata khusus atau lensa kontak, sehingga pasien dapat menghindari pembedahan yang lebih invasif.

Strategi Pencegahan dan Perawatan

Berbagai langkah sederhana dapat membantu melindungi lensa mata dari kekeruhan. Pertama, menjaga pola hidup sehat dengan diet seimbang dan olahraga teratur dapat memperlambat proses penuaan. Kedua, penggunaan kacamata hitam yang menahan sinar UV dapat mengurangi paparan sinar matahari berbahaya. Ketiga, bagi penderita diabetes, menjaga kadar gula darah tetap stabil dapat menurunkan risiko katarak. Keempat, bagi pasien yang pernah menjalani operasi mata, pemeriksaan berkala sangat penting untuk memantau perkembangan lensa.

Jika katarak sudah terdiagnosis, dokter spesialis mata biasanya merekomendasikan pembedahan katarak. Prosedur ini melibatkan penggantian lensa alami yang keruh dengan lensa intraokular (IOL) yang bersih. Pembedahan ini memiliki tingkat keberhasilan tinggi dan dapat memulihkan penglihatan secara signifikan.

Kesimpulan

Meskipun katarak sering dikaitkan dengan penuaan, faktor risiko lain dapat memicu kondisi ini pada usia muda. Diabetes, cedera mata, operasi sebelumnya, penggunaan obat tertentu, faktor genetik, serta kebiasaan merokok dan paparan sinar UV menjadi faktor penting yang harus diwaspadai. Melalui pemeriksaan mata rutin dan tindakan pencegahan yang tepat, risiko katarak dapat dikurangi, dan kualitas hidup dapat dipertahankan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260930122307-33-772094/katarak-tak-selalu-menunggu-tua-kenali-faktor-risikonya, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *