Rekam Jejak Gianni Infantino: Transformasi dan Kontroversi Era Baru FIFA

Rekam Jejak Gianni Infantino: Transformasi dan Kontroversi Era Baru FIFA

Sejak menduduki kursi Presiden FIFA pada tahun 2016 menggantikan Sepp Blatter, Gianni Infantino membawa era baru dalam tata kelola sepak bola dunia. Di satu sisi, ia berhasil melakukan transformasi komersial dan ekspansi besar-besaran, namun di sisi lain kepemimpinannya terus diwarnai serangkaian kontroversi geopolitik dan finansial.

Transformasi dan Reformasi Utama

  • Ekspansi Peserta Piala Dunia: Salah satu kebijakan terbesarnya adalah memperluas format Piala Dunia dari 32 menjadi 48 tim mulai edisi 2026, guna memberi kesempatan lebih luas bagi negara-negara berkembang di Asia, Afrika, dan Amerika Utara.
  • Pertumbuhan Pendapatan Organisasi: Di bawah kepemimpinannya, pendapatan FIFA melonjak signifikan melalui optimalisasi hak siar, sponsor global, serta program pendanaan FIFA Forward untuk pengembangan infrastruktur federasi anggota.
  • Digitalisasi & Modernisasi Sepak Bola: Mengakselerasi penerapan teknologi bantuan dalam pertandingan seperti Video Assistant Referee (VAR) dan teknologi offside semi-otomatis untuk meningkatkan keadilan di lapangan.

Deretan Kontroversi Kepemimpinan

  • Isu Komersialisasi & Privatisasi (FIFA Forward Enterprise):Mengusung rencana pembentukan badan usaha baru (FIFA Forward Enterprise) untuk menjual porsi hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta, yang memicu penolakan keras dari federasi seperti UEFA dan kelompok suporter karena dinilai terlalu mengorbankan tradisi demi komersialisasi.
  • Proses Penunjukan Tuan Rumah: Kebijakan penunjukan tuan rumah Piala Dunia edisi mendatang—termasuk penetapan Arab Saudi untuk edisi 2034 tanpa persaingan ketat—menuai kritik tajam terkait transparansi dan isu hak asasi manusia.
  • Pernyataan Publik & Politisasi: Sering menjadi sorotan atas komentar kontroversialnya, seperti pidato pembuka Piala Dunia Qatar 2022, hingga pemberian penghargaan politis yang dinilai berpotensi merusak prinsip netralitas FIFA.

Penulis:Nuraini